SESI CUCAK HIJAU, ANDALAN PIALA CANTING


PIALA CANTING 6, #1

Penuh Drama, Kisah Egih Sehari Dua Kali Pindah Gantangan

Egih Sugiharja tampak berusaha tegar dan tersenyum ramah menyapa para kicaumania yang hadir ke Piala Canting 6, Minggu 6 Juni 2021 di Kebon Binatang Semarang, Mangkang, Semarang Barat. Raut mata lelahnya tetap tak bisa disembunyikan. Sejak Sabtu, Egih belum sempat tidur.

Piala Canting, yang namanya sudah melekat dengan Kota Batik Pekalongan, akhirnya terlaksana juga. Tahun 2020 lalu, ditunda-tunda sampai 3 kali, dan yang terakhir akhirnya dinyatakan batal hingga Egih mengembalikan semua uang tiket yang sudah dibayarkan kepada panitia.

 

EGIH DIAPIT H. IWAN, BOGEM, UDIN TROPI

 

Sejak dua bulan yang lalu, Egih sudah mulai memposting kembali rencana penyelenggaraan Piala Canting 6. Tanggalnya pun sudah ditentukan, 6 Juni 2021. Pesanan pun mulai mengalir deras, terutama pada jenis tledekan, murai batu, dan cucak hijau.

Pada Kamis malam (3/6), sejumlah postingan mengumumkan bila gelaran Piala Canting 6 bergeser ke Weleri, Kendal.

“Karena ada klaster sekolah di kota Pekalongan, pihak berwenang menyatakan gelaran harus ditunda. Setelah saya mencoba kontak-kontak dengan rekan-rekan kicaumania, dibantu untuk mengurus lokasi alternatif di Weleri. Setelah semua kita urus dan fix, kami pun berani mengumumkan kepada para kicaumania, terutama kepada yang sudah pesan tiket,” jelas Egih memulai kisahnya.

 

TWISTER GOLD, salah satu pakan burung yang disebut paling cocok untuk murai batu, hwamey, anis merah, kacer oleh para kicaumania yang sudah mencoba dan kemudian terus memakainya termasuk untuk jenis burung pemakan serangga lainnya. Tersedia juga TWISTER SEAWEED, ANTI STRES, MASTER, serta TWISTER TROTOLAN untuk meloloh pemakan serangga dan TWISTER BUBUR untuk meloloh pemakan bijian.

INGAT! Sekarang sudah tersedia kupon / vocher hadiah langsung tanpa diundi dalam kemasan semua varian TWISTER. Dapatkan ratusan hadiah menarik seperti kompor gas, kulkas, TV LCD, sepeda motor, hingga mobil baru. Berlaku sampai 31 Desember 2021.

 

Hari Sabtu siang hingga sore, banyak kicaumania luar kota yang mulai berdatangan. “Banyak yang menginapnya di Kendal, meskipun tetap ada yang di Pekalongan. Pekalongan ke Weleri lewat akses tol sebenarnya tidak terlalu lama juga.”

Sabtu sore, gantangan sudah terpasang di lokasi baru di Weleri. Mestinya, Egih dan kawan-kawan tinggal keliling menyambut para tamu yang menginap, sembari bersiap melakukan meeting terakhir dengan panitia dan juri.

“Sekitar magrib, ada petugas dari pihak yang berwenang datang menemui saya. Intinya, lokasi yang baru ini kembali tidak boleh, harus ditunda sampai dua pekan lagi. Saya sempat mencoba menawar, minta kebijaksanaan, supaya tetap bisa digelar meski waktunya dibatasi. Katakan sampai jam 15.00 saja, kalau belum selesai boleh dibubarkan."

 

ABENK, MC SPESIALIS PIALA CANTING

 

Permintaan kebijaksanaan tetap ditolak, harus segera dibersihkan. "Pusing juga kan, padahal sudah banyak peserta luar kota yang datang. Masa sih saya batalkan hanya beberapa jam sebelum lomba dimulai. Saya tidak ingin mengulang kegagalan sebelumnya. Saya coba mencari kontak-kontak teman-teman mungkin ada yang bisa membantu memberikan solusi. Bisa dikatakan, saya mengusahakan semua ini sendirian.”

Respon pun datang dari jaringan pertemanan Egih di kota Semarang. “Saya segera meluncur ke Semarang untuk mengurus semuanya, termasuk menemui direktur Kebun Binatang atau Semarang Zoo, sebagai tempat yang direkomendasikan oleh teman saya supaya lomba bisa tetap berlangsung.”

Jam 21.00, posisi Egih di Semarang, dapat laporan bila gantangan di Weleri mulai dibongkar. Pembongakran juga dipantau atau ditunggui langsung oleh petugas. “Intinya mereka ingin memastikan tempat yang semula akan dipakai harus bersih malam itu juga, sebelum matahari terbit.”

 

BARU... TOPSONG PREMIUM, mengandung enzim alami serangga, burung lebih gacor, daya tahan lebih tinggi. Tersedia TOPSONG PREMIUM ANIS MERAHMURAI BATUHWAMEY (PREMIUM GOLD), LARK / BRANJANGANMINI PELETBEO.

Segera dapatkan di kios langganan Anda, buktikan perbedaannya.

 

Minggu pagi, masih petang jam 04.00, gantangan mulai masuk komplek Kebun Binatang dan langsung dipasang di titik yang sudah ditentukan. “Alhamdulillah, akhirnya rampung sekitar jam 10an, lalu lomba sudah bisa kita mulai sekitar jam 11 lebih."

Pengumuman bila Piala Canting 6 kembali bergeser lokasinya dari Weleri (Kendal) ke Kebun Bintang Semarang, mulai beredar Minggu dinihari. Sebagian besar kicaumania terutama calon peserta baru mengetahui pagi hari sekitar subuh. Banyak calon peserta, terutama dari pantura barat, yang mengaku mulai ragu akan kelangsungan even ini.

 

AGUS SAN BANDUNG, ANIS MERAH MINION JUARA 1, 1, 2

 

“Ya ada kawatir, jangan-jangan sudah bergerser jauh ke Semarang, akhirnya tetap tidak boleh, atau belum rampung dan burung miliknya belum naik sudah harus bubar. Nah, selain alasan terlalu jauh, kekawatiran atau keraguan akan kepastian lomba tetap jalan sampai selesai, menjadi alasan utama banyak calon peserta yang memilih putar balik, tidak jadi hadir. Cukup banyak, mungkin 60 persen lebih yang tidak jadi datang. Padahal, banyak di antaranya sebenarnya sudah sampai atau menginap di Pemalang, Pekalongan, Batang, hingga Kendal dan Weleri,” imbuh Egih lagi.

Menurut Egih, sejak awal, sebagian besar peserta setia Piala Canting atau event yang digelar oleh Egih memang datang dari blok barat khususnya sepanjang Pantura, Bandung dan sekitarnya, hingga Jabodetabek.

 

 

“Nah, yang tetap datang, khususnya yang dari arah Barat, bisa dikatakan loyalis setia saya. Mereka selalu hadir ke event-event saya, tidak peduli pakai EO apa. Kepada mereka semua tentu saya tak bisa melupakan, ingin menyampaikan terimakasih tak terhingga, dan mohon maaf dengan segala kekurangan yang masih ada. Ini situasi yang sungguh tak disangka-sangka, seperti Bandung Bondowoso saja, dalam semalam harus memindahkan gantangan yang sudah berdiri kokoh.”

Peserta memang jauh berkurang dari ekspetasi awal. Tapi menurut Egih, secara partisipasi peserta, bila mempertimbangkan situasi dan kondisi yang sangat tidak mendukung, sebenarnya termasuk masih sangat lumayan.

 

SESI MURAI BATU, 30-AN PESERTA

 

“Murai batu dan cucak hijau, masih mendekati dan di atas 30, tledekan masih mendekati 40. Tiga kelas ini sebenarnya memang yang selalu jadi andalan di tiap gelaran Piala Canting. Kalau kita banding-banding dengan beberapa event lain yang digelar belum lama ini dan tidak punya masalah dengan perubahan jadwal dan lokasi, pesertanya masih lebih bagus kok.”

Ir. Heru, salah satu peserta dari Kediri, biasa menurunkan cendet dan tledekan, juga geleng-geleng kepala. “Baru kali ini melihat lomba yang benar-benar dikuyo-kuyo (jawa, disakiti, red.). Semalam sekitar jam 01.00 kami sudah ngingap di Kendal, tahu geser lagi sempat berpikir mau langsung pulang. Tapi pikir-pikir karena satu jalan ke arah timur, ya coba dijalani dululah. Selain itu, tidak tega juga meninggalkan panitia yang sedang tersakiti begitu saja. Dengan tetap hadir, setidaknya bisa sedikit membantu baik secara moril maupun materiil,” jelasnya.

 

 

Bila menengok event-event lain, cerita lokasi lomba cukup besar pada 6 Juni yang dipindah sebenarnya bukan hanya terjadi di Piala Canting saja. Bank De Reborn yang direncanakan digelar di Batu Malang, bergeser ke Kota Blitar, Kopdar Konslet Fighter dan Anis Merah yang awalnya akan berlangsung di Purwokerto, bergeser ke Banjarnegara. Murai Batu Bird Champion yang semula akan digelar di Cibubur, juga pindah lokasi ke Bekasi.

Dari semua cerita perpindahan itu, Piala Canting 6 memang terlihat paling dramatis. Yang lain hanya sekali pindah, Piala Canting harus dua kali pindah, yang terakhir bahkan pada saat last minute, hal yang tentu saja sangat mempengaruhi moral dan keyakinan calon peserta sehingga banyak yang memilih tidak jadi datang.

Namun, sejumlah peserta yang dari jauh tetap datang. Selain Ir. Heru Kediri, datang juga dari Depok, Indramayu, Bandung, Majalengka, Cirebon, dan masih banyak lagi. Tentu yang dari Tegal, Pemalang, Pekalongan, Kendal, Semarang, Solo, Yogyakarta, Magelang, dan sekitarnya juga banyak. [maltimbus]

 

Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.

 

ARI UDEL, LB RASAN-RASAN NYERI DI KELAS FIGHTER

 

CH GUNDALA, SUKMA TITUT SEMARANG

 

DENCAS PEMALANG, BERSAMA MB TALIBAN JUARA 2

 

JUARA CENDET, DARI UNGARAN

 

 

JUARA KENARI

 

JUARA TLEDEKAN DARI MAGELANG

 

KRU ANDI JNJ CIREBON

 

MB GUNDALA, IRWAN UNGARAN

 

MB MARCO MILIK BOSS DESY, REGAZ TEAM DEPOK, JUARA 1 KATA HATI

 

Ingat, ingat, rugi dan menyesal kalau sampai melewatkan yang satu ini... Piala Cisadane Jilid Duo Tangerang, Minggu 22 Agustus 2021.

Tersedia TIKET 20 RIBU hadiah 2 JUTA utuh tanpa potongan (anis merah, murai batu, cucak hijau, kacer, kenari, murai batu ring silver). Kelas lainnya tiket mulai 100 ribu, 200 ribu, 300 ribu, 500 ribu, 1 juta, 1,5 juta, dan 2 juta.

Murai batu main 8 kelas, cucak hijau dan anis merah 7 kelas, kacer 6 kelas, jenis burung lain masing-masing 3 kelas.

Tunggu informasi lebih lanjut!

 

KATA KUNCI: piala canting 6 egih sugiharja

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp