DIMA IN ACTION


LB DIMA MILIK RIZAL HIMALAYA SF JEMBER

Tolak Tawaran 40 Juta Dari Kaji Jaddab, Akankah Jadi Pesaing Ferguso dan Cemplux ? Tonton Vidio Aksinya

Siapa yang tidak kenal Kaji Jaddab ? Pria asal Mojokerto ini dikenal suka boyong gaco yang berhasil mencuri perhatiannya. Kemarin saat turun di M1 Subdenpom BC Jember (5/7), Kaji Jaddab terpukau dengan aksi LB Dima milik Rizal Himalaya SF yang tampil fighter. Sodorkan 40 Juta, Rizal menolaknya. Kenapa ?

Karakter love bird ngekek sambil mentil, ternyata bukan jadi penghalang untuk dihargai mahal. Meski beberapa EO tidak menilai love bird berkarakter ngekek sambil mentil. Setelah Ferguso dan Cemplux yang nominalnya diangka ratusan juta, ada pendatang baru dari Jember yang menolak diboyong dengan harga 40 juta.

 

 

Melihat kualitasnya, love bird ini mampu bersaing dengan dua nama besar di atas. Love bird itu adalah Dima milik Rizal dari Himalaya SF Jember.

H. Andre Dwi S atau akrab dipanggil Kaji Jaddab asal Mojokerto, adalah salah satu yang terpikat untuk memboyong Dima dengan mahar 40 Juta saat turun di gelaran M1 Subdenpom BC Jember pada Minggu, 5 Juli 2020. Tapi pinangan itu ditolak Rizal. Pasalnya, Dima sudah pernah ada yang menawar 50 juta saat jadi terbaik di gelaran Subdenpom BC sebelum ada wabah Corona. Tawaran 50 juta itu, juga ditolak Rizal.

 

KAJI JADDAB

 

“Saya tidak menawar, tapi saya mau beli love bird itu 40 juta sekarang langsung. Kalau menawar mungkin hanya omongan, tapi kalau saya akan banyar langsung,” ujar Kaji Jaddab.

Ngebetnya Kaji Jaddab ingin memboyong Dima, karena performa Dima yang bisa dikatakan edan. Kekeannya stabil disebutan over, jedanya juga sangat rapat. Turun 3 sesi, performanya tidak sekalipun menurun. Bahkan juri yang menilai Dima, mengaku kewalahan.

 

Hari ini belum pakai TWISTER? Segera merapat di kios-kios / agen terdekat, bila belum ada mintalah untuk menyediakan, biar Anda dan para kicau mania lainnya lebih mudah mendapatkannya. Coba dan buktikan kualitasnya, dan berikan respon melalui hotline 08112663908.

 

“Untung saja tadi saya hanya bertugas mengawal Dima. Andai saya mengawal 2 burung saja yang sama-sama kerja, bisa keteteran. Jeda dan durasinya benar-benar dahsyat,” kata Yudi, juri di Subdenpom BC.

Saat burungnews meminta keterangan dari Rizal sang pemilik, ternyata pria ini masih mengaku sayang untuk melepas Dima. “Hampir tiga tahun Dima sama saya. Dan nama saya dibesarkan oleh Dima. Dulu waktu ditawar 50 juta saya buka harga 75 juta. Untuk sekarang dengan performa yang makin bagus, 100 juta saya rela melepas Dima,” jelas Rizal.

 

RIZAL KEBANJIRAN TAWARAN UNTUK LEPAS DIMA

 

Dima didapat Rizal dari jual beli online di FB. Niatannya love bird warna biru Cobalt ini, mau dibuat untulan gacoannya. Harganya juga di bawah pasaran. Dimana dulu harga pasaran love bird warna biru Cobalt masih di angka 400 ribu, Dima didapat di harga 300 ribu.

“Dulu belinya masih usia baby, niatnya buat untulan. Setelah beberapa hari, malah gacor dan durasinya panjang. Saya coba gantang di kelas paud, malah keluar jadi juara 1. Durasi panjangnya keluar dan stabil. Dari situ Dima saya jadikan gaco hingga saat ini.”

 

Sebagai obat, terbukti efektif. Sudah sering mampu mengatasi kondisi kritis, apalagi cuma sakit "biasa". Di saat perubahan musim dari kemarau menuju penghujan seperti sekarang, juga sangat baik untuk mencegah dan menjaga agar burung tetap sehat dan selalu dalam kondisi fit, siap tempur. Bisa diberikan secara rutin 2-3 hari sekali sesuai kebutuhan. LEMAN'S, satu-satunya obat burung dengan formula + vitamin.

Lemans bisa dibeli lewat bukalapak, tokopedia, atau hubungi 08113010789, 0822.4260.5493 (Jatim Tapalkuda), 0813.2880.0432 (Jogja dan sekitar), 0815.4846.9464 (Solo Raya dan sekitar), 0813.2799.2345 (Banyumas dan sekitar)

 

Meski dalam masa jatuh bulu, Dima tetap dilombakan oleh Rizal. Bahkan selama jadi gaco andalan Himalaya SF, tidak ada masa-masa rewel Dima dari usia paud hingga dewasa. Ratusan trophy sudah dikoleksi Dima dari paud hingga dewasa. Perubahan karakter terjadi saat Dima turun di kelas dewasa. Yang mana di usia paud ngekek berkarakter semi, tapi setelah dewasa karakter fighternya muncul.

Saat libur gantang kemarin karena wabah Corona, Rizal memasukkan Dima ke Glodok untuk diternak. Usahanya berhasil, Dima menetaskan 3 anakan. Tapi sayangnya saat dibantu loloh, ke tiga anakannya mati.

 

VIDIO AKSI DIMA

 

Seminggu setelah dipisah dari anakannya, Dima kembali bertelur. Karena gantangan Subdenpom BC mulai buka lagi, Rizal terpaksa cabut Dima dari glodok. Ke tiga telurnya terpaksa dibuang. Hanya 3 hari proses jemur untuk mengurangi gembolnya, Dima langsung mengukir juara 1 1 1 1 di dua tempat pada hari yang sama.

Performanya makin menjadi-jadi saat turun di M1 Subdenpom kemarin. Poin maksimal yang biasanya Dima ukir di Subdenpom di angka 200an, kemarin tembus poin 650an. “Ini peningkatan performa yang sangat signifikan. Mungkin bisa lebih, kalau kondisi bulunya sudah tuntas dorong,” ujar Rizal.

Dengan kondisi Dima yang makin garang, Rizal berencana ingin membawa Dima ke laga-laga bergengsi. “Kalau belum laku dengan harga yang saya katakan tadi, InsyaAllah Dima mau saya ajak jalan-jalan ke even-even luar kota,” pungkas Rizal. [VILMANZ]

AGENDA & BROSUR LOMBA, KLIK DI SINI

 

KATA KUNCI: lb dima rizal himalaya sf jember kaji jaddab ferguso cemplux

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp