YUDHA KETUA CIMANTUL BC MULAI TEKAN TERIAKAN DARI PESERTA


KONTES CIMANTUL BC JEMBER

Mulai Dijadikan Barometer Kicaumania, Mulai Berbenah Tekan Teriakan Peserta

Setelah mendapat banyak saran paska Latpres Jum’at Legi kemarin (22/11), kini arena Cimantul BC mulai berbenah menekan peserta untuk tidak teriak. Itu terbukti di latber Selasa (26/11), peserta mulai menahan teriakannya sehingga lomba berjalan tertib.

Yudha pengelola arena Cimantul BC, mengucapkan banyak terimakasih kepada kicaumania yang telah memberi banyak masukan, kritik, dan saran untuk Cimantul BC. Menurutnya dengan banyaknya saran dan masukan, itu sebagai tanda kicaumania peduli dengan arena yang Ia kelola dalam kurun waktu setahun ini.

 

Lemans bisa dibeli lewat bukalapak, tokopedia atau hubungi 08113010789

 

“Setelah latpres Jum’at legi kemarin, banyak yang telpon, inbox di FB, dan chat WA masuk ke saya. Banyak yang menyayangkan dengan teriakan peserta yang terlalu berlebihan, sehingga suara burung tidak terdengar dan mengurangi kenyamanan saat berlomba. Mereka meminta agar di Cimantul teriakannya di minimalisir,” ujar Yudha sambil membuka beberapa chat di HPnya dari kicaumania yang meminta tekan teriakan.

Dengan banyaknya kritik masalah teriakan itu, menandakan kalau arena Cimantul adalah arena yang mereka sukai dari segi penjurian sekaligus kemasan lombanya. “Teman-teman tidak ada yang mengeluh tentang penjurian, hadiah atau yang lainnya, hanya teriakan saja yang dikeluhkan. Itu tandanya berarti panitia dan juri yang bertugas, sudah mampu memuaskan peserta,” imbuh Yudha.

 

EMONS DAN AVATAR KONCER DI KELAS DEWASA

 

Saat Latpres Jum’at Legi kemarin, peserta di semua kelas terbilang full. Hadiah juga selalu diambil 10 kejuaraan. Banyak peserta yang dari Jember kota, meluruk ke Cimantul BC untuk menguji gaco-gaco andalannya. Bahkan penuturan Yudha, latpres kemarin adalah latpres dengan peserta terbanyak selama Ia mengelola arena Cimantul BC. Penjurian saat latpres, juga nyaris tanpa komplain dari peserta. Semua berjalan lancar tanpa hambatan.

Untuk memulai agar peserta tidak teriak, Yudha mulai turun langsung ke lapangan sekaligus menyapa beberapa pemain yang mencoba teriak. Itu Ia lakukan di latber Selasa (26/11), saat penjurian di kelas cucak hijau dan murai batu. Terbukti dengan pendekatan yang dilakukan Yudha ke beberapa pemain yang melakukan teriak, semua bisa diatasi tanpa harus memberi peringatan atau bertindak keras.

 

P IMRON KEMBALIKAN PERFORMA LB NIKI SAE PASCA DITERNAK

 

“Yang kita atur manusia, jadi saya melakukan pendekatan dengan bicara baik-baik. Alhamdulillah teman-teman bisa langsung mengerti, dan langsung sadar untuk tidak teriak. Sebenarnya mereka semua ingin lomba tanpa teriak, karena bisa mengerti kualitas dari lawan-lawannya. Dan juga membantu juri untuk menilai burung lebih maksimal tanpa gangguan suara dari peserta. Mereka semua ingin lomba itu fair play, makanya mereka kami ajak juga menjadi peserta yang fair play,” jelas Yudha.

Di kontes Selasa kali ini, ada love bird dewasa yang tampil cemerlang dengan meraih dobel winner. Ternyata gaco itu milik P Imron dari TB SF yang bernama Niki Sae. Sebenarnya gaco berwarna pastel biru ini bukanlah pendatang baru, hanya saja beberapa bulan menepi karena diternak.

 

Yang di desa, di kota. Yang ikut lomba atau sekadar didengar suaranya di rumah. Dari generasi ke generasi sudah memakai TOPSONG.

 

Kekean berdurasi sebutan panjang, kerap dipemerkan saat Niki Sae berada di atas arena. Jeda bunyinya juga rapat, nyaris seperti love bird konslet. “Ini perdana main. Baru ngangkat dari glodok karena dua kali gagal menetas. Ternyata mainnya malah tambah bagus,” ujar P Imron yang langsung menyiapkan Niki Sae turun di M1 Subdenpom BC Jember besuk Minggu, 1 Desember 2019.

Selain Niki Sae, juga ada 3 gaco di kelas dewasa yang mencuri perhatian. Itu terjadi di sesi love bird dewasa C. Emons, Maria Ozawa, dan Avatar, saling tikung untuk meraih podium puncak dengan melepas kekeannya yang panjang. Tapi Emons milik Udin dari MBR BC, akhirnya berhasil menjuarai sesi C setelah menang dengan poin tipis dari Mariz Ozawa dan Avatar.

 

PAUD BINTANG BERHASIL MENGORBIT

 

Di kelas love bird paud, Nobita milik Putra Umbulsari, Soimah besutan Ardi Kren, dan Bintang polesan Yudi, saling bergantian mencicipi manisnya sebagai juara 1. Nobita sukses di sesi A setelah mampu menaklukkan Garuda Muda dan Brio. Sedangkan Soimah sempat kewalahan di sesi B saat melayani Katana dan Garuda Muda. Bintang yang di sesi A dan B gagal juara, akhirnya mampu melejit di sesi C dengan rajin ngekek sebutan L2.

Kopral milik Ja’far yang kali ini mencoba setingan baru, tampil ciamik saat berlaga di kelas cucak hijau A. Besetan kapas tembak disambung dengan crecetan gereja tarung, bertubi-tubi Ia suguhkan saat juri menilai aksinya.Gaya trokbulnya juga tampil hiper hingga membuat badannyabergetar dengan setingan tanpa mandi ini.

 

KOPRAL MASIH OTAK ATIK SETINGAN

 

Tampil menjanjikan di sesi A yang berujung juara 1, ternyata di sesi B penampilannya justru anjlok. “Kemarin mandi tiap hari malah ngempet, ngentrok jambu tapi gak nembak-nembak. Sekarang gak pakai mandi, sudah tampil bagus, tapi hanya 1 sesi. Masih banyak PR,” ujar Ja’far yang mendukung Yudha untuk menjadikan arena Cimantul non teriak.

Sedangkan di kelas murai batu, ada gaco lama yang sempat rusak, kembali tampil garang. MB Sayang yang baru sepekan ditangani Irfan dari WF BC, tampil diluar dugaan saat diturunkan di sesi A. Tembakan cililin sambung kenari dan ngetir ciblek betina, tak terhitung lagi berapa kali murai batu ekor putih ini lepaskan.Volumenya juga tembus dan Kristal, sehingga mampu membungkam lawan-lawannya di atas arena.

 

Sambut kehadiran TEAM PROMO  TWISTER  di event-event terpilih, termasuk BnR Award 15 Desember. Dapatkan sampelnya, coba dan buktikan kualitasnya, berikan respon melalui hotline  08112663908.

 

 

Di latber kali ini, Juri mutlak memberinya koncer juara 1 di sesi A setelah sekian lama murai batu ini vakum lomba. “Enak juga ya kalau lomba tanpa teriak, tadi Sayang bisa fokus tarung tanpa takut dengan gangguan teriakan peserta. Karena kabarnya burung ini dulu stress, sehingga sulit tampil di atas gantangan,” kata Irfan yang mulai banjir tawaran untuk melepas Sayang.

Di akhir laga, Yudha mengucapkan banyak terimakasih kepada kicaumania yang hadir di latber Selasa kali ini. “Terimakasih atas kerja samanya untuk tidak teriak. Saya minta ini awal untuk membantu Cimantul BC menjadi arena barometer kicaumania. Untuk selanjutnya kita ciptakan lomba yang nyaman di arena Cimantul BC,” tegasnya lewat pengeras suara.

AGENDA LOMBA,  KLIK DI SINI

 

MB SAYANG KEMBALI TOP PERFORM

 

SELAIN MILIKI KEKEAN PANJANG MARIA OZAWA JUGA BERWARNA CANTIK

 

Ini dia asupan tambahan yang paling pas buat nyeting Paud. Sudah banyak yang membuktikannya...  Bila Anda belum bisa mendapatkannya di kios terdekat, bisa menghubungi nomor yang tertera pada baner berikut, atau langsung lewat Tokopedia / Bukalapak.

 

 

 

KATA KUNCI: tanpa teriak cimantul bc jember

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp