PEDRO DAN MUKHLAS. SUKSES GELAR KENDURI KENARI SOLO BERSERI #2


KENDURI KENARI SOLO BERSERI #2, #1

Kelas Kenari Komunitas Membludak, Sejumlah Nama Baru Hiasi Podium Puncak

Mendapatkan dukungan penuh dari komunitas kenari se-Solo Raya, Kenduri Kenari Solo Berseri #2 yang digelar pada Minggu, 20 Juni 2021 menjadi pestanya kenarimania nusantara. Di kelas Kenari Komunitas, sejumlah nama baru berhasil mencuat dan hiasi podium puncak. Siapa saja?

Usung tema “Murwo Bumi Titi Wanci”, Kenduri kenari Solo Berseri #2 diharapkan menjadi sebuah awal yang baik untuk memulai perubahan dalam penyelenggaraan event-event kenari di Solo Raya. “Murwo Bumi itu maksudnya mengawali sesuatu kehidupan di muka bumi. Niti Wanci itu artinya setiap hal yang akan dimulai itu ada saatnya, jadi memulai sesuatu itu pada saatnya, intinya gitu,” papar Muchlas, salah satu punggawa Komunitas Kenari Solo Berseri (K2SB).

 

 

KOMUNITAS KENARI SE-SOLO RAYA

 

Pedro, ketua panitia mengungkapkan apabila salah satu tujuan Kenduri Kenari Solo Berseri #2 ini adalah mengubah image event/lomba burung. “Tujuan kita adalah mengubah image event/lomba burung yang selama ini selalu teriak. Kita ingin mengadakan sebuah lomba yang benar-benar non teriak sehingga kita semua bisa menikmati suara burung yang kita gantangkan. Selain bisa dinikmati oleh pemain, juri dapat bekerja lebih maksimal dalam menilai burung,” ungkapnya.

Selain itu, Pedro juga berharap dengan adanya Kenduri Kenari Solo Berseri #2 ini bisa mengangkat nilai jual burung kenari supaya naik daun lagi sehingga peternak dan pedagang kenari lebih semangat dalam mengembangkan materi yang lebih berkualitas. Meski sempat berpindah lokasi dari yang direncanakan oleh panitia, Pedro mengaku puas event kali ini berlangsung sukses.

 

 

Kekhawatiran akan kondisi cuaca dan angin di Gantangan Pradana BC yang berada di tengah sawah pun diantisipasi dengan membuat padok, spanduk, dan MMT di sekitar gantangan. Panitia pun memanjakan peserta dengan menyediakan kursi untuk melihat dan memantau gaco-gaco yang sedang bertanding.

Penataan kursi yang berjauhan, penyediaan tempat cuci tangan, serta wajib pakai masker menjadi bukti keseriusan panitia dalam mematuhi protokol kesehatan. “Kita tahu di masa pandemi ini sulit menggelar lomba, tapi kita sudah berupaya mematuhi semua protokol kesehatan. Tempat cuci tangan ada, masker wajib dipakai, jaga jarak juga sudah kita usahakan dengan kursi-kursi itu. Kalau tertib kayak ini saja tetap nggak boleh, nggak tahu seperti apa nasib gantangan di masa mendatang,” lanjutnya.

 

 PATUHI PROTOKOL KESEHATAN, PANITIA SEDIAKAN KURSI BERJARAK

 

Diawali dengan sambutan dan prosesi potong kue oleh Pedro selaku ketua panitia, Kenduri Kenari Solo Berseri #2 dimulai pukul 11:00 WIB dengan melombakan kelas Kenari Komunitas. Sebagaimana konsep tahun lalu, kelas Kenari Komunitas dibuat berdasarkan kota-kota di Solo Raya seperti Komunitas Kenari Solo, Klaten, Boyolali, Sragen, Karanganyar, dan Wonogiri.

Di kelas Kenari Komunitas Solo yang mempertemukan gaco-gaco tuan rumah, Seruling Asmara andalan Diana Ridho keluar sebagai pemenang diikuti oleh Limbizkid Jr dan Teguh. Di kelas lainnya, nama-nama baru seperti Stress, Wifi, German, Generasion, dan CN-01 juga berhasil meraih podium pertama.

 

FAREXSA CANARY. KENARI STRESS JUARA KELAS BATTLE OF KOMUNITAS

 

Pertemukan pemenang kelas komunitas dari berbagai kota di Solo Raya, laga seru tersaji di kelas Battle Of Komunitas. “Khusus untuk kelas Battle Of Komunitas, kita ambil peringkat 1-6 untuk bertanding lagi. Kuotanya kita ambil bedasarkan jumlah burung yang digantang di kelas sebelumnya,” ungkap Pedro.

Di kelas Battle Of Komunitas, kenari Stress yang sebelumnya menduduki podium pertama di kelas Kenari Komunitas Klaten akhirnya keluar sebagai yang terbaik diikuti oleh Bomber dan Bolopati. Tampil ngedur, ngawet satu titik, kenari kuning ini mampu mencuri perhatian juri dengan durasi panjang dan buka tutup rapat.

 

 

Selain sukses menghadirkan pertarungan berkelas di kelas Kenari Komunitas, sistem penilaian di kelas ini juga mendapat pujian dari sejumlah punggawa komunitas. Andi Wonogiri mengungkapkan apabila event kemarin sudah bagus baik dari segi penjurian maupun penataan panitia.

“Event kemarin sudah bagus, Bang. Baik dari sisi penjurian maupun penataan panitia sudah bagus. Cuma kemarin ada kendala di lapangannya, intinya ada badai sedikitlah. Burunge sudah disetel maksimal tetapi memang ada kendala cuaca,” ungkapnya saat dihubungi burungnews.

 

YUDHA KLATEN (BAJU HITAM). EVEN SUKSES, TAPI TERLALU BANYAK HAKIM GARIS

 

Hal senada juga diungkapkan oleh Yudha Klaten yang mengakui kesuksesan even kali ini. “Even kemarin berjalan lancar, sukses, cuma kendala di angin. Pakem dan penilaiann masuk, tapi terlalu banyak hakim garis. Mosok setiap sesi dua puluhan orang yang jadi juri, korlap, dan hakim garis. Keramenen, Jhon,” kelakarnya.

Ferry K2BT juga memberikan apresiasi dan pujian setinggi-tingginya pada panitia.  “Alhamdulillah, event Kenduri Kenari Solo Berseri #2 sesuai dengan harapan. Apresiasi untuk panitia dan teman-teman kenari Solo yang berhasil menyelenggarakan event full kenari, full peserta, nggak pakai teriak. Untuk penjurian, alhamdulillah puas. Burung yang juara memang burung yang layak,” jelas punggawa K2BT Boyolali ini.

 

H. ANANG. KENARI GERMAN JUARA PERTAMA KELAS KOMUNITAS BOYOLALI

 

Di kelas Komunitas Kenari Boyolali, kenari German andalan H. Anang akhirnya keluar sebagai pemenang setelah tampil maksimal dengan durasi mumpuni dan jeda rapat. Kemenangan ini menjadi bukti apabila kenari warna panda ini memang salah satu kenari yang sedang onfire dan langganan juara.

Seringai, amunisi andalan Buzzer Team juga berhasil membuktikan kualitasnya sebagai salah satu kenari yang tak boleh dipandang sebelah mata setelah menduduki peringkat kedua di kelas Komunitas Boyolali. Prestasi ini melanjutkan trend positif yang diraih oleh kenari milik Yosef Adi ini setelah beberapa minggu terakhir selalu masuk nomor kecil.

 

BUZZER TEAM. KENARI SERINGAI. RUNNER UP KELAS KOMUNITAS BOYOLALI

 

Kurang beruntung di kelas komunitas, Pedet akhirnya bisa tersenyum lega setelah Queen Thalasa (Andy Jogja) berhasil menduduki podium pertama di kelas Kenari Standar Kecil C. “Sakjane nggak kurang sakti, tapi nak manuke nggak kerjo piye meneh. Kalau penilaian kelas komunitas, sesuai fakta lapangan, tetapi kalau kelas umum masih ada mblesetnya, siji loro ya wajarlah,” selorohnya.

 

PEDET. KURANG HOKI DI KELAS KOMUNITAS, MONCER BERSAMA KENARI QUEEN THALASA

 

BARU... TOPSONG PREMIUM, mengandung enzim alami serangga, burung lebih gacor, daya tahan lebih tinggi. Tersedia TOPSONG PREMIUM ANIS MERAHMURAI BATUHWAMEY (PREMIUM GOLD), LARK / BRANJANGANMINI PELETBEO.

Segera dapatkan di kios langganan Anda, buktikan perbedaannya.

 

Nasib yang sama dialami oleh Pelung E.S.C yang kurang hoki di kelas komunitas namun berhasil mencuri kemenangan di kelas Yorkshire B. Berikan perlawanan sengit pada Neymar Jr, Big Show finish di podium kedua setelah tampil spartan dengan durasi kerja nutup. “Namanya juga burung, kalau pas kerja ya bisa jadi juara. Kalau pas lagi ngambek ya begitulah,” selorohnya.

 

PELUNG E.S.C. KENARI BIG SHOW RUNNER UP KELAS YORKSHIRE B

 

Menurunkan kenari Gemilang, Julang Pesona SF harus puas di posisi keempat di kelas Kenari Komunitas. Nekat turun di kelas reguler, kenari kuning ini justru tampil maksimal dan berhasil menduduki peringkat kedua kelas Kenari Standar Kecil C. “Ini pertama kalinya Gemilang main di kelas yang bandrol tiketnya di atas 100 ribu. Alhamdulillah, Gemilang masih tanggung jawab dan kebagian juara dua,” ungkapnya.

Dengan durasi di atas rata-rata dan jeda rapat, Gemilang yang mempunyai ciri khas gaya patah ekor dan ngawin pangringan ini mampu membuat kejutan dengan penampilan maksimalnya. Pencapaian ini tentu membuat Pesona SF makin percaya diri untuk membawa Gemilang ke even-even besar lainnya.

 

PESONA SF. KENARI GEMILANG RAIH RUNNER UP DI KELAS KENARI STANDAR KECIL C

 

Kedatangan Mr. King Tangerang bersama Edo NEF di Kenduri Kenari Solo Berseri #2 ini menjadi kejutan tersendiri bagi kenarimania. Kalau Edo memang sebelumnya dikenal sebagai pemain kenari, tujuan Mr. King hadir di gelaran kali ini adalah untuk menggalang dukungan kenari mania untuk meramaikan Piala Cisadane Jilid Duo.

 

Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.

 

“Untuk minggu ini, agenda kita memang ke blok tengah. Awalnya kita mau tur di Anniversary KHI sama Kenduri Kenari. Aku ke KHI, Edo sama Rivai kusuruh ke Kenduri Kenari. Berhubung Anniversary KHI-nya ditunda, Aku langsung merapat ke sini. Kaget juga tadi lihat even kenari bisa seramai ini, jangan lupa ya kenarimania wajib merapat ke Piala Cisadane Jilid Duo besok bulan Agustus. Kelas kenari ada lima kelas, ada juga tiket 20 ribu hadiahnya 2 juta tanpa syarat,” terangnya.

 

DUTA PIALA CISADANE. GALANG DUKUNGAN

 

Secara keseluruhan, Kenduri Kenari Solo Berseri #2 telah menjadi contoh sebuah perlombaan yang ideal di masa pandemi Covid-19 ini. Pakem dan penilaian bisa diterima oleh semua pihak, protokol kesehatan dapat ditegakkan, peserta senang, panitia pun ikut senang. Kurang apa lagi? [danu/asept]

 

#bersambung

 

DATA JUARA KENDURI KENARI SOLO BERSERI #2, KLIK DI SINI

AGENDA DAN BROSUR LOMBA, KLIK DI SINI

 

TWISTER GOLD, salah satu pakan burung yang disebut paling cocok untuk hwamey, murai batu, anis merah, kacer oleh para kicaumania yang sudah mencoba dan kemudian terus memakainya termasuk untuk jenis burung pemakan serangga lainnya. Tersedia juga TWISTER SEAWEED, ANTI STRES, MASTER, serta TWISTER TROTOLAN untuk meloloh pemakan serangga dan TWISTER BUBUR untuk meloloh pemakan bijian.

INGAT! Sekarang sudah tersedia kupon / vocher hadiah langsung tanpa diundi dalam kemasan semua varian TWISTER. Dapatkan ratusan hadiah menarik seperti kompor gas, kulkas, TV LCD, sepeda motor, hingga mobil baru. Berlaku sampai 31 Desember 2021.

 

BERITA LAINNYA

KATA KUNCI: kenduri kenari solo berseri 2

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp