
ILUSTRASI. PAMAN DICKO SERING KUMPUL DI JOGJA BIRD ARENA
JELANG GRAND LAUNCHING JOGJA BIRD ARENA
Cerita Paman Dicko Tak Boleh Lomba di Sini
Beredar kabar Paman Dicko “diblokir”, supaya tidak bisa ikut lomba yang digelar oleh Jogja Bird Arena, termasuk Grand Launching pada Minggu 5 April 2026. Seperti apa larangan dan latar belakangnya?
Jogja Bird Arena yang berada di dalam area Monumen Jogja Kembali, diinisasi oleh berapa orang yang tak lain adalah juga para sohib atau sahabat-sahabat dekat Paman Dicko, mulai dari Toto Gudeg, Agung Seturan, Ungki, hingga Gentur Prakoso.
Sejak awal, Paman Dicko pun sering ikut diajak kumpul-kumpul dan dimintai pendapatnya soal bagaimana gantangan ini dibuat dan nantinya penyelenggaraan seperti apa, termasuk kemasan yang sekiranya menarik hingga team juri yang kompeten dan berintegritas. Selama proses pembangunan, Paman Dicko pun kerap diundang untuk meninjau serta memberikan masukan, apa-apa yang belum lengkap atau perlu dibenahi.
Dengan kata lain, Paman Dicko juga bagian dari pendukung utama keberadaan gantangan yang kini disebut paling megah di Jogja bahkan juga blok tengah. Bukan sebatas bangunan gantangannya, tapi juga daya dukung lingkungan sekitarnya, seperti pepohan besar yang rindang, lingkungan yang tertata rapi dan bersih, area parkir luas tentunya juga aman, dan faslitias pendukung lainnya seperti toilet yang represtatif, tentu juga penyediaan kebutuhan kicaumania yang lain.
TOPSONG dengan bangga memperkenalkan TOPSONG PREMIUM kemasan baru dengan botol, dengan tambahan pengaman. Infomasi, hubungi 0813.2941.0510.

Bagaimana kemudian ada semacam larangan Paman Dicko tak boleh ikut menjadi peserta di event yang digelar sendiri oleh Jogja Bird Arena?
Pada Senin, 16 Maret 2026, para inisiator dan kawan-kawan dekat berkumpul di lokasi Jogja Bird Arena. Paman Dicko termasuk salah satu yang diundang untuk ikut hadir dan diminta masukannya, terutama terkait dengan rencana gelaran Grand Launching, bahkan untuk semua gelaran lainnya yang akan digelar di sini.
Ketika ditanya atau dimintai masukan terkait kekurangan dari gantangan ini pandangannya ke depan, termasuk persiapan menjelang laga penting Grand Launching, paman menyebut belum bisa menilai. “Soalnya ini kan belum jalan, kita baru bisa menilai fisik bangunannnya. Bangunan yang megah seperti ini, memang jadi salah satu daya tarik dan daya pikat, ditunjang dengan lokasi yang secara umum sangat nyaman seperti ini, tapi pada akhirnya itu semua bukan segala-galanya.”

JOGJA BIRD ARENA TAMPAK SAMPING. RINDANG DAN TERTATA RAPI
Paman Dicko berharap Jogja Bird Arena bisa menjadi barometer (baru) bagi para kicaumania, khususnya di Jogja dan sekitarnya. “Supaya semua kalangan kicau mania, terutama para akar rumput, mau dan berani datang ke sini, merasa nyaman seperti di rumah sendiri, bukan hanya pada setingkat Latber dan Latpres, tapi pada akhirnya juga berani turun di tiket-tiket menengah ke atas.”
Menurut Paman, itu tidak cukup dengan memberikan lokasi yang megah dan nyaman. “Semua itu hanya bisa terjadi kalau di sini bisa menunjukkan dan membuktikan penyelenggaraan yang profesional, dan terutama penjurian yang apa adanya, amanah, fair play. Itu yang tentunya jadi harapan bersama.”
Bicara kelemahan secara pribadi Paman Dicko, adalah karena dirinya tidak boleh ikut partisipasi dalam event yang digelar sendiri oleh Jogja Bird Arena. “Sayangnya saya tak boleh ikut lomba di sini, besok pas Grand Launching dan seterusnya …,” ujarnya sambil tertawa, tapi juga terlihat rona sedihnya.
Hati-hati, makin gencar beredar produk PALSU! Pastikan anda mendapatkan produk SUPER-N asli. Jangan ragu memastikan kepada kios/toko, minta ditunjukkan kardus yang ASLI adalah seperti di bawah ini. Perhatikan juga warna, bentuk, dan ciri BOTOL SUPER-N yang asli.

Namun, Paman memahami alasan yang mendasarinya. “Kalau saya turun, kebetulan burung tampil bagus dan juara, kekhawatirannya atau hampir pasti nanti akan jadi bahan omongan. Harus diakui hubungan kita memang sangat dekat dan erat, semua orang juga tahu itu. Nanti terus ada celotehan, Ohh… Paman juara ya pantesan, kan orang dalam. Atau, … hadiahnya ngantong, kembali ke (teman) panitia. Semacam itulah kira-kira. Padahal memang bagus dan layak juara, kalau dikalahkan demi tidak jadi bahan omongan, kan jadinya tidak apa adanya dan tidak fair play juga kan. Ya memang serba salah.”
Pada akhirnya, Paman sangat menyadari hal itu. “Saya sadar dan demi dukungan dan kebaikan serta kemajuan gantangan ini di masa mendatang, biar tidak ikut menjadi beban, saya dan team akan turun di lomba yang lain. Tapi saya akan tetap memberikan dukungan penuh supaya event di sini harus sukses, baik secara partisipasi peserta maupun penyelenggaraan, saya akan tetap aktif colak-colek teman termasuk yang dari luar kota supaya ikut berlomba di sini.”
Sementara itu, Inu Santoso, punggawa Jogja Bird Arena (JBA), menjelaskan, ada beberapa pihak yang terkena larangan atau berkomitmen tidak main di JBA. “Selain Paman Dicko, juga Teddy BKS. Tentu saja, para owner dan panitia, juga tidak akan menurunkan burung. Kalau ketahuan dan bisa membuktikan burung owner turun, itu silakan burung boleh diambil dibawa pulang. Itu catatannya, kalau evennya JBA sendiri, tapi misalnya pas dipakai EO lain, aturannya mengikuti EO tersebut. Misalnya pada 19 April, kan yang pakai PBI Sleman, jadi aturannya yang bikin juga panitia Piala Sleman Vaganza.”
Terakhir, waspada penipuan. Admin Grand Launching Jogja Bird Arena hanya 0812.2860.3075 Saudara Ronny Koncer, rekening juga hanya satu yaitu BCA 037.549.1872 atas nama Ronny Trisno Saputro. Selain itu dipastikan penipuan. [maltimbus]

Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.


BERITA LAINNYA
KATA KUNCI: jba jogja bird arena grand lauunching jogja bird arena paman dicko













