HOLLAND ATAU BELANDA YANG RAMAH DAN AMAN. Tidak seram seperti yang dibayangkan orang.


JALAN-JALAN BERSAMA BURUNGNEWS

Mekrok Tiga Bulan, Tulips Jadi Andalan

Jika Paris dikenal sebagai kota yang Romantis, Italia sebagai kota Mode, semua dengan kesan yang positif, tidak demikian dengan Belanda. Orang justru lebih teringat dengan konteks yang negatif. Pusat pelacuran terbesar di Eropa yang terletak di kawasan Damrak dan pusat peredaran drug dengan bebas, terutama ganja, yang mudah ditemui di mana-mana, termasuk kafe-kafe kecil pinggir jalan. Ingatan orang langsung pada yang yang "menyeramkan" seperti itu. Apalagi ada dua museum sex yang terbuka untuk umum di Damrak. Belanda jauh dari kesan indah dan romantis.

Benarkah demikian?

Sebetulnya Amsterdam, yang jadi kota turisnya Belanda, adalah kota yang tenang dan nyaman. Sangat sedikit ada kejahatan. Bahkan konon beberapa penjara di Belanda sudah ditutup karena tidak menerima lagi penjahat yang divonis pengadilan. Penjara tak berpenghuni, sepi, lalu ditutup. Tak ada kejahatan berarti di negara kincir ini. Jadi, tidak seseram yang dibayangkan orang.

Beruntungnya, Belanda punya tempat wisata yang tak kalah menariknya dari ikon Paris atau Itali. Yakni, Kekeunhoff. Kebun bunga tulip seluas 40 hektar. Yang membuat orang jika ke Belanda pada musim semi pasti mengunjungi tempat ini. Melihat hamparan bunga tulips yang menakjubkan. Sepanjang mata memandang.

 

 

Musim semi adalah musim bunga tulips bermekaran. Waktunya antara Maret hingga Mei. Pada saat itulah bunga tulips mekrok dengan warna warni yang indah. Pertengahan April biasanya mekrok secara merata. Tak kurang dari satu juta wisatawan datang ke kebun Tulips dalam waktu empat bulan di musim semi itu.

Sebenarnya bunga tulips itu  bukanlah bunga asli dari Belanda. Konon dari sejarahnya, Tulips aslinya  berasal dari Iran atau Turki. Belum jelas benar mana yang lebih dahulu. Tapi, yang jelas dari Asia. Kebanyakan literatur menyebut dari Turki.

Tapi ada seorang petani bunga dari Lisse, Amsterdam, yang justru kemudian berhasil membudidayakan secara intensif di lahannya. Pada tahun 1949. Mula-mula di kebun rumahnya sendiri, kemudian bertambah dan dikembangkan lebih luas hingga mencapai tujuh hektar dan hasil petik bunganya diperjualbelikan sebagai komoditas.

 

PROV AMONG KURNIA EBO

 

Walikota Lisse kemudian menjadikannya sebagai objek wisata. Lalu lambat laun menjadi ikon wisata baru di Amsterdam sampai sekarang.

Kini tak kurang dari satu juta wisatawan setiap bulan Maret hingga Mei berbondong-bondong mengunjungi Kebun Tulips Kekeunhoff, tempat di mana tujuh juta tanaman tulip terhampar dengan aneka rupa yang indah. Sedap dipandang mata. Konon kabarnya belum disebut pernah ke Belanda kalau belum mengunjungi tempat ini.

Saya sendiri memang secara rutin mengadakan tour ke Eropa setiap musim semi. Dan destinasi wajibnya ke Kebun Tulips ini. Selebihnya, mengunjungi tempat lain secara bebas sesuai kesepakatan peserta. Agenda bisa dibuat fleksibel sesuai keinginan peserta. Tak ada jadwal baku atau kaki. Karena Belanda adalah kota kebebasan maka peserta pun dibebaskan jalan sendiri atau jalan bersama.

 

Burung mau tampil maksi dan stabil di segala cuaca, serta terjaga kesehatannya. Berikan LEMAN'S secara teratur, cukup 1 tetes untuk harian, bisa dicampur pada minuman, atau oleskan pada EF. Sudah banyak yang membuktikannya, jangan sampai ketinggalan...

 

Untuk program Eurotrip #8 rencananya akan diadakan pada 3-12 April 2020. Trip musim semi ini bisa diikuti oleh siapapun yang suka petualangan atau traveling gaya bebas. Yang membutuhkan informasinya bisa kirim email ke matapenaku@gmail.com

Selain Belanda, perjalanan trip akan dilanjutkan ke Belgia, lanjut ke Paris, kemudian berakhir di Jerman. Masing-masing kota selama dua hari. Berakhir di Berlin, ibukota Jerman. Tempat di mana kekejaman Hitler atau Nazi sering disebut-sebut. Setelah itu langsung balik ke tanah air.

Jika sudah berada di Belanda, kesan yang tadinya negarif, langsung seketika berubah. Karena warga Belanda relatif lebih ramah, dibandingkan orang Jerman atau Italia yang dingin. Apalagi tahu kalau kita turis dari Indonesia, mereka akan friendly sekali. Apalagi jika mereka bisa berbahasa Indonesia, maka otomatis akan mengajak berbincang lama.

 

BUNGA TULIPS MULAI BERMEKARAN

 

Nyatanya, banyak orang Belanda yang punya sejarah emosional dengan Indonesia. Ada yang neneknya jaman Belanda dulu dari Surabaya atau Jawa Tengah dan keluarganya sekarang masih melestarikan berbahasa  Indonesia atau sesekali datang ke Indonesia melihat leluluhurnya.

Proses ke negara Eeopa, visa yang paling mudah untuk mendapatkannya juga paling mudah lewat kedutaan Belanda. Entah mengapa prosesnya tidak seribet jika mengurus Visa Schengen dari kedutaan negara Eropa lainnya.

Visa Schengen adalah visa kunjungan turus ke Eropa. Diurus tiga bulan sebelum kita mendarat ke benua biru itu. Jika sudah mendapatkan Visa Schengen dari salah satu negara Eropa, maka kita boleh mengunjungi 32 negara Eropa lainnya dengan bebas. Kecuali mau ke Inggris, kita harus mengirus Visa yang berbeda lagi. Negara dengan mata uang poundsteerling itu tidak mau masuk kesepakatan Visa Schengen.

Ada yang mau ikut ngebolang ke Eropa? Kita berpetualangan dengan gaya backpacker yang bebas merdeka. Fun, flow, and freedom.* (Among Kurnia Ebo)

BROSUR LOMBA,  KLIK DI SINI

 

 

KATA KUNCI: jalan-jalan bersama burungnews tulips

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp