JALAN JALAN KE MALAYSIA BERSAMA BURUNGNEWS


JALAN-JALAN BARENG BURUNGNEWS

Malaka, Kota Mungil Nan Cantik

Salah satu kota kecil yang menarik dikunjungi bagi backpacker pemula adalah Malaka. Banyak bangunan tua bersejarah yang terawat sampai kini. Banyak juga mural di dinding bangunan, yang cantik dan kekinian.

Minggu lalu BurungNews mendapatkan kesempatan untuk mengawal serombongan anak muda yang ingin belajar traveling ala backpacker ke Malaysia. Destinasi tepatnya adalah Malaka dan Kualalumpur. Jumlah pesertanya 32 orang. Separohnya baru pertama kalinya memiliki paspor.

Kenapa harus Malaka dan Kuala Lumpur? Simpel saja alasannya. Karena pergi ke Malaysia itu cukup dengan membawa Paspor saja. Tidak memerlukan ijin Visa bepergian ke negara tersebut. Sebab, sesama anggota Asean terikat dengan perjanjian kerjasama miltilateral bahwa  masing-masing warga dari negara tersebut bisa saling mengunjungi negara lainnya cukup dengan membawa Paspor tanpa harus mengurus visa kunjungan turis.

 

 

Bagaimana dengan negara-negara lainnya? Sebagian besar jika kita harus berkunjung negara tersebut, misalnya ke Eropa, Australia, Amerika, Korea, atau juga Mekkah, selain harus punya Paspor, pelancong harus terlebih dahulu mengurus visa kunjungannya ke kedutaan bersangkutan.

Jadi, selain Paspor itu sendiri, harus ada pula tempelan Visa pada Paspor sebagai penanda bahwa yang bersangkutan sudah memenuhi syarat untuk masuk ke negara tersebut. Surat ijin Visa Turis ini bisa kita urus dan dapatkan di kedutaan negara-negara yang kita kunjungi. Prosesnya biasanya dua mingguan. Jadi, sebulan sebelum berangkat sebaiknya Visa sudah diurus.

Nah, karena ke Malaysia dan negara Asean lainnya tidak memerlukan Visa maka jika berpergian ke sana cukup dengan membawa Paspor dan Tiket penerbangan saja.  Tentu saja juga harus bawa duit karena selama di sana  kita butuh beli makan, beli souvenir, bayar taksi atau tiket bus, dan lain-lainnya. Atau bayar hotel tempat menginap jika kita belum memesan hotel secara online. Kalau sudah pesan hotel lewat agoda, traveloka atau bookingcom, yang dibawa cukup print bookingan hotelnya. Sehingga kalau ditanyakan petugas imigrasi akan menginap di mana, langsung bisa ditunjukkan bukti pesanan kamar hotelnya.

 

 

Alasan kedua kenapa tujuannya Malaysia, karena biaya hidup murah dan bahasanya masih sama dengan bahasa kita. Jadi, tidak ada yang perlu dikuatirkan dalam hal apapun. Andaipun tertinggal dari rombongan atau tersesat ketika jalan sendirian akan lebih mudah kembali ke hotel karena bisa bertanya ke siapa pun di jalan dengan menunjukkan alamat hotel tempat menginap.

Malaka menjadi tujuan kita pertama kali mendarat. Waktu itu Citilink sedang mengobral tiket promo di harga Rp 800.000,- pergi-pulang jurusan Surabaya -  Kualalumpur. Bulan sebelumnya ada AirAsia yang mengobral tiket promo lebih murah, hanya Rp 480.000,- pergi-pulang.

Maka rombongan terbang dari Surabaya pagi dan tiga jam kemudian sudah mendarat di bandara KLIA Malaysia. Begitu sampai dan lolos pintu imigrasi tanpa hambatan (karena biasanya ada yang diintrograsi lebih dahulu karena dicurigai mau menjadi TKI ilegal, bukan turis), peserta langsung kita ajak berjalan ke pintu kedatangan dan naik lift ke lantai Ground, tempat di mana terminal bis berada ke berbagai jurusan di Malaysia.

 

 

Sampai di lantai G, kita langsung menuju konter agen tiket yang ada dan membeli tiket bus jurusan Malaka. Harganya hanya 12 RM per orang. Satu ringgit sekitar Rp 3.500,-. Perjalanan ke Malaka ditempuh selama 1,5 jam saja.  Sopir kita minta agar diturunkan di pusat wisatanya dekat Jonker Street.

Karena hotel sudah kita pesan sebelumnya maka begitu  turun bus, peserta langsung kita ajak menuju hotel Caravan yang tarifnya hanya seratus ribu per malam. Jika di hari Sabtu dan Minggu tarifnya bisa naik dua kali lipatnya.

Setelah semua mendapatkan jatah kamar dan mandi agar badan segar, petualangan traveling segera dimulai. Yang pertama diburu adalah tempat kuliner karena kita semua sudah pada kelaparan.

 

MENIKMATI KULINER CENDOL KAMPUNG HULU

 

Di sekitar hotel banyak sekali warung makan. Ada beberapa kantin di Lorong Kampung Jawa. Ada foodcourt di lorong Kampung Hulu. Ada juga di kedai makan warung India yang menyediakan nasi biryani atau tandori di kawasan Taming Sari dekat tepian Sungai Malaka.

Semua bisa ditempuh dengan jalan kaki. Masing-masing  peserta akhirnya berburu makanan sesuai kesukaannya dan ketika bertemu lagi mereka saling menceritakan kisah petualangan kulinernya yang pastinya berbeda.

 

 

Setelah perut kenyang, acara dilanjutkan dengan petualangan menelusuri titik-titik menarik di Malaka. Dan tentu saja mengambil foto-foto dokumentasi pribadi di sudut-sudut yang paling fotogenik. Dengan berbagai background yang ada di berbagai tempat.

Malaka adalah kota kecil. Sekecil kota Yogyakarta. Tapi sangat menarik dan tenang untuk dikunjungi. Rata-rata orang yang sudah pernah ke Malaka akan kangen untuk kembali ke sini lagi di lain kesempatan.

Masih banyak bangunan-bangunan tua yang dibangun sejak jaman Portugis di tahun 1700-an yang masih utuh sampai sekarang. Bahkan masih ada perkampungan khusus yang semua warganya adalah orang Portugis asli. Yang bangunannya masih khas Portugis, bahasanya juga Portugis, dan segala aktivitas budayanya masih asli Portugis.

Mereka adalah anak keturunan dari awak-awak kapal yang tidak bisa balik ke Eropa pada masa penjajahan Portugis ke Malaysia, sehingga akhirnya menetap dan beranak pinak di Malaka.

Ada juga kawasan pecinan yang terdapat banyak kios cinderamata. Kita bisa membeli banyak oleh-oleh di kawasan ini dengan harga yang murah meriah.

Ada juga berbagai mural yang cantik yang tergambar di dinding-dinding bangunan kantor atau rumah penduduk. Semuanya unik, penuh warna, dan sangat instagramable. Biasanya turis pada betah jika berlama-lama menyusuri lorong-lorong kawasan ini.

Hari pertama petualangan ini dihabiskan hanya untuk mengeskplor kota Malaka yang mungil tapi eksotik. Ada yang jam sembilan malam langsung balik ke hotel. Ada yang lanjut dengan mencari kafe dan berbincang tentang berbagai tema hingga jam satu malam.

Semua terserah peserta. Yang jelas, setelah jam sembilan malam adalah acara bebas. Yang penting bisa menjaga stamina karena besok siangnya harus meneruskan perjalanan lagi selama dua jam menuju Kualalumpur, ibukota negara Malaysia.

Jadi, bagaimana sekarang? Tertarik mengunjungi kota tua Malaka? Jika ingin, maka sering-seringlah memantau situs tiket pesawat semacam traveloka atau skyscanner. Atau jika jika di instagram bisa dipantau di traveloke.co atau tiket pesawat murah.co dan banyak lagi.

Enaknya adalah, kalau hari ini dapat tiket, hari ini juga kita bisa terbang. Mengapa? Sekali lagi karena ke Malaysia itu tidak butuh mengurus Visa. Cukup bawa Paspor dan tiketnya saja. Rasakan sendiri petualanganmu mengunjungi Malaka. (Among Kurnia Ebo).

 

Sambut kehadiran TEAM PROMO TWISTER di event-event terpilih. Terima sampelnya, coba dan buktikan, berikan respon melalui hotline 08112663908.

AGENDA LOMBA,  KLIK DI SINI

 

 

KATA KUNCI: among kurnia ebo jalan-jalan bareng burungnews jalan-jalan ke malaysia melaka burungnews.com

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp