PENGURUS DAN TEAM JURI SPM. SELAMAT DATANG DI IWAN CUP

IWAN CUP TANGERANG

SPM Masih Eksis Gais, Kini Punya Gantangan Sendiri

Bagi Anda kicaumania yang tinggal di blok timur dan tengah, mungkin mulai lupa dengan nama “SPM” (Silaturahmi Pecinta Murai). Penyelenggara lomba seri “G” ini awalnya memang tumbuh dan berkembang di blok timur, kemudian melebar ke blok tengah (Jogja), namun di dua wilayah itu kini seakan menghilang.

Ternyata, SPM tetap eksis, dikembangkan di blok barat oleh H. Iwan Sofyan, Ketua NZR Indonesia. Bila melihat sejarahnya, SPM memang lahir dari perut NZR Indonesia. Nama SPM sendiri usulan dari H. Iwan, lalu dikembangkan oleh Romo Aswindra Tumin di seputar Surabaya.

Setelah konsep dan usulan diterima, Tumin mencoba memberikan warna baru. “Ya harus mengikuti zaman, mesti dibatasi gantangan, dengan ajuan terbuka. Terus kami diberi keleluasaan dalam merekrut juri-juri dari dalam NZR, yang sekiranya sesuai dengan visi kami. Pengocokan gantangan dan rekap ajuan mulai memanfaatkan aplikasi atau IT. Ternyata bisa jalan dan cukup berkembang.”

 

TOPSONG dengan bangga memperkenalkan TOPSONG PREMIUM kemasan baru dengan botol, dengan tambahan pengaman. Infomasi, hubungi 0813.2941.0510.

 

Di kemudian hari, Tumin dan kawan-kawan mencoba merambah ke luar daerah. Yogyakarta jadi pilihan berikutnya. Event semacam “launching” pun digelar di Taman Kuliner, dengan tajuk Fair Battle Yogyakarta (24/7/22). Kemudian menggelar laga rutin, mulai dari nDalem Notoprajan, kemudian juga ada beberapa event reguler di Pradana Stadium Klaten hingga Garasi Arena. SPM bahkan juga sempat mengelola member dan membuat sangkar seragam.

Beberapa faktor membuat sinar SPM di blok timur dan tengah meredup, hingga seperti menghilang. H. Iwan akhirnya “mengabil alih”, mengebangkannya di blok barat yang dekat dengan tempat tinggalnya. SPM pun kerap menggelar event rutin di gantangan GnT, Pondok Cabe.

 

EVENT SPM DI YOGYAKARTA. SUDAH MEMAKAI SANGKAR SERAGAM

 

“Jadi, SPM itu khusus untuk event-event yang sering di sebut sebagai lomba “G”, atau gantangan dengan jumlah terebatas. Team juri kita seleksi dari juri-juri NZR yang terbaik,” tandas H. Iwan.

Meskipun di Tangerang dan sekitarnya, termasuk kawasan Jabodetabek, banyak event serupa yang digelar, ternyata SPM kemudian juga memiliki pasar tersendiri. “Alhamdulillah, sejauh ini kami bisa berjalan dengan baik. Kami punya massa tersendiri, sehingga meskipun banyak gantangan, tetap banyak yang setia hadir ke event-event kami.”

 

Burung yang sebelumnya bunyi tiba-tiba MACET dan memBISU? Berikan MONCER-1 selama beberapa hari, lihat perbedaannya dalam 5-7 hari, dijamin langsung JOSS kembali.

 

Sementara itu, Tumin ketika dijumpai burungnews.com di tengah-tengah event Anniversary SMM (2/6), mengakui SPM saat ini yang masih aktif adalah di blok barat, yang diurus oleh H. Iwan. “Kalau di timur dan tengah, sementara masih mati suri. Kalau yang dibarat, secara teknis saya memang tidak ikut terlibat langsung, tapi sejauh ini masih tetap komunikasi dan koordinasi dengan H. Iwan.”

Bukti bila SPM masih eksis, bahkan berkembang cukup pesat, bukan sekadar bisa “jalan”, kini sudah memiliki gantangan sendiri. “Insya Allah, mulai gelaran Iwan Cup pada 23 Juni besok, kami sudah menggunakan gantangan milik sendiri, King Land Arena di Tangerang,” imbuh H. Iwan.

 

KATA KUNCI: iwan cup tangerang h iwan sofyan h iwan nzr nzr indonesia king land arena romo aswindra tumin tumin spm

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp