ERWIN (KIRI) & EDY SOE. SAAT MERAIH JUARA 1 DI GARUT


ERWIN DJAYA ZEUS BF BANDUNG

Penantian Setahun Ternak, Produknya Moncer di Garut

Tepat setahun menjalani ternak perkutut, Erwin Djaya mendapat kado terindah, yakni salah seekor produk ternaknya yang bernama Tunggorono, berhasil meraih juara pertama di kelas piyik hanging, pada gelaran Kota Intan Cup di lapang P3SI Garut, Jl. Babakan Loa Garut, Minggu, 22 Juli 2018.

“Hadiah terindah perjalanan satu tahun ternak perkutut. Alhamdulillah, Tunggorono menjadi yang terbaik di kelas piyik hanging lomba regional di Garut,” ujar Erwin Djaya, kungmania asal Bandung.

Erwin menambahkan, Tunggorono yang merupakan anak dari kandang Zeus 579, yang bermaterikan jantan Jimat JP. 015 x Tunas, tampil dominan di Garut, kemarin. Dari babak ke babak penampilannya stabil, sehingga memperoleh nilai tertinggi dari juri.

 

PENGHARGAAN JUARA 1 DI GARUT

 

Bagi pemain pemula seperti Erwin, prestasi ini terbilang istimewa. Pasalnya, menekuni hobi perkutut tidak lah mudah. Butuh waktu untuk bisa mencapai ke level prestasi. Namun, Erwin mampu merealisasikannya hanya dalam jangka waktu setahun.

“Perjalanan ternak mulai di bulan Juli 2017, belajar ke beberapa pemain senior tentang teori breeding, pemahaman tentang suara perkutut dan cara perawatan perkutut secara baik dan benar. Alhamdulillah ada hasilnya,” ungkapnya.

 

SUDAH SAATNYA JAGOAN MAU TAMPIL MAKSI. Gunakan Moncer1 dari Super Kicau, asupan paten para juara. Bisa diberikan dengan beragam cara, bisa teteskan langsung pada paruh (bila burung terbiasa dipegang tangan), teteskan pada minuman, oles dan campur dengan makanan atau EF, atau suntikkan pada EF seperti jangkrik.

Untuk tahap awal, berikan setiap hari selama sepekan. Lihat dan perhatikan perubahan yang terjadi. Selanjutnya bisa diberikan mulai H-2 atau sesuai kebutuhan. HATI-HATI BARANG TIRUAN.

 

Sebelum serius beternak, Erwin sudah mendalami hobi ini terlebih dahulu. Karena, untuk bisa menjiwainya, kita harus benar-benar hobi. Berawal dari hobi perkutut, terus ketemu kang Edi Soe dan disarankan untuk ternak perkutut.

Lalu dibimbing oleh salah satu senior Bandung, kang Doyo Campus BF dan Kang Doni Tigadara BF. Kedua senior tersebut jadi tempat curhat saya. Dan saya banyak belajar dari mereka.

“Motivasi utama adalah menjalani hobi perkutut dan ikut melestarikan perkutut di Indonesia. Perkara hasil saya serahkan kepada Allah SWT. Ikhtiar dan usaha yang ulet, InsyaAllah diberi rejeki yang lancar. Aamiin,” katanya.

 

MATERI INDUKAN TUNGGORONO, ZEUS K.579

 

Erwin menambahkan, ia menjalani hobi perkutut sambil bekerja sebagai sales marketing bahan bangunan sehingga mempunyai kesempatan untuk sering singgah ke beberapa peternak di daerah.

“Sampai akhirnya diberi support materi unggulan oleh H. Nurjaman, pemilik Jimat Perkutut BF Ciamis,” tambahnya.

Selama setahun terakhir, Erwin juga banyak menorehkan prestasi di berbagai gelaran. Ia mengusung produk-produk peternak lain, di antaranya Campus BF Bandung, Soe BF Bandung dan Jimat BF Ciamis.

“Beberapa prestasi yang diraih juara 3 Parman Cup kelas piyik yunior di PPI, juara 4 piyik yunior di Majalengka, juara 5 dewasa bebas dan juara 5 piyik yunior di LPJB,” pungkasnya.

KATA KUNCI: perkutut erwin djaya zeus bf tunggorono kota intan cup

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp