SUASANA KELAS LOVE BIRD


DARI JNJ CUP 2 CIREBON: Kelas Lovebird (Umum) Jadi Sorotan Karena Sering Ricuh, Dihapus atau Ada Solusi?

Bagaikan telur di ujung tanduk, mungkin itulah gambaran yang terjadi saat ini pada kelas lovebird. Wacana penghapusan kelas lovebird (umum) belakangan ini mengemuka lagi, setelah sejumlah kegaduhan terjadi di tahun 2020.

Yang teranyar, adalah di JnJ Cup 2 Cirebon (20/9). Rencananya, event ini memang pengin memanjakan para ngekekmania, hingga dibuka sampai 7 kelas umum. Namun baru sampai sesi ke-3 situasi dianggap tidak kondusif, pihak panitia pun dengan berat hati membatalkan 4 kelas berikutnya.

Jauh sebelum event JnJ Cup 2, kelas love bird pun sudah kerap menimbulkan kericuhan. Misalnya pada 15 September 2019 terjadi di Piala Ketua DPR RI, memasuki tahun 2020 setelah pasca libur pandemi terjadi lagi di Walikota Cup Blitar (6/9), Piala Ngapak 3 (23/8), dan sejumlah event lainnya.

 

PHOENIX Makanan Love Bird Multivitamin. Berikan yang terbaik untuk love bird kesayangan Anda, menjadik burung selalu sehat dan rajin bunyi. Mudah diperoleh di kios-kios terdekat. Informasi produk Phoenix, bisa hubungi (WA) Yovie di 0813-8378-3626.

 

Alasan klasiknya, banyak peserta merasa burung tidak mendapat pantauan maksimal dan poin yang didapat tidak sesuai dengan kerja burung. Ada juga banyak yang melontarkan kalah muatan, kalah sakti, dan semacamnya.

Hal semacam itu yang kerap menimbulkan protes keras dari oknum pemain, bahkan pada beberapa event sampai ada yang baku hantam.

Dengan konsep penilaian menghitung poin, entah dengan alat bantu stik, kartu (kertas) atau lainnya, para peserta memang cenderung ikut menghitung durasi burungnya sendiri, lalu membandingkan dengan hasil hitungan juri. Peserta jadi lupa atau abai memantau burung yang lain. Bila terjadi perbedaan hasil hitungan yang mencolok, biasanya hitungan si peserta lebih banyak dari hasil hitungan juri, terjadilah protes.

 

 

JnJ Cup 2 yang dimotori Andy JnJ dan rekan-rekan juri Radja Garuda Nusantara (RGN) bukan tidak siap dalam membuka kelas love bird. Hal ini sudah dipersiapkan matang jauh-jauh hari. Pada kelas utama misalnya, hanya menyediakan 36 gantangan, dan kelas lainnya dibatasi hanya 42 gantangan dengan satu juri menilai hanya dua burung.

Awalnya panitia menyediakan tujuh kelas love bird dan sambutan dari rekan-rekan lovebird mania tanah air pun benar-benar luar biasa. Peserta meledak, hingga banyak yang tak kebagian tiket.

 

Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.

 

Pada sesi pertama dan ke dua masih kondusif. Memasuki sesi ke tiga suasana semakin memanas. Tidak mau mengambil risiko yang lebih besar, pihak panitia pun membatalkan empat kelas yang tersisa, dengan mengembalikan uang tiket.  

“Niat kami yang utama sebenarnya ingin memfasilitasi rekan-rekan lovebird mania dan sekaligus ajang silaturahmi. Semua sebenarnya sudah kami persiapkan sebaik mungkin, sudah antisipasi juga bagaimana biar hasilnya bisa bagus dan sejauh mungkin tidak menimbulkan banyak komplain, namun melihat situasi di lapangan khususnya lovebird umum benar-benar tidak memungkinkan untuk dilanjutkan, apa boleh buat. Dari lubuk hati yang paling dalam kami mewakili panitia memohon maaf atas kejadian tersebut,” ucap Andy JnJ.

 

 

Seusai lomba, banyak pihak yang prihatin dengan kondisi ini. Kabar akan dihapusnya kelas lovebird di tubuh Radja Garuda Nusantara (RGN) mulai ramai terdengar. Abenk selaku MC JnJ Cup 2 memposting di akun fb-nya dengan awalan kata mencolok, “RGN akan menghapus kelas lovebird umum”.

Sontak postingan itu pun ramai dan banyak yang menanggapi baik lewat inboks, WA, dan vidio call.

Isu ini semakin membara setelah vidio dari Prio Sutrisno diposting pada Kamis pagi (24/9). Dalam waktu tak sampai 24 jam, vidio ini sudah ditonton lebih dari 25 ribu orang. Harap maklum, subriber om Prio sudah lebih dari 230 ribu orang.

 

Hari gini belum pakai TWISTER? Segera merapat di kios-kios / agen terdekat, bila belum ada mintalah untuk menyediakan, biar Anda dan para kicau mania lainnya lebih mudah mendapatkannya. Coba dan buktikan kualitasnya, dan berikan respon melalui hotline 08112663908.

 

Secara garis besar, dalam vidio dengan judul “Lovebird Umum Akan Dihapus?”,  ada tiga hal yang disampaikan. Bahwa banyak lomba yang ricuh, utamanya di kelas love bird umum yang pesertanya burung-burung konslet, yaitu dari sisi peserta, dari sisi penyelenggara, dan terakhir dari para youtuber ‘ompol’.

Banyak komentar terkait isu ini, baik yang langsung kepada postingan om Abenk, maupun terhadap vidio om Prio (sampai tulisan ini dibuat, tak sampai 24 jam, sudah mendapatkan 265 komentar).

Ada yang sekadar memberikan dukungan, memberikan komentar pendek, hingga mencoba mencari akar masalah dan mengusulkan solusi.

 

AKUN FB ADY R BANJARNEGARA

 

Salah satunya dari Prio RHN Salatiga yang didampingi Codot lewat vidio call dengan Abenk langsung menanggapi postingan topik dihapusnya kelas lovebird. “Ya jangan lah dihapus, yang dihapus itu yang teriak,” ucap Prio dengan nanda canda.

Sejumlah pemain love bird seperti Ari Bejo Banjarnegara, Bima Klaten, Fajar Sate, Ady PRC, Ferry Yong, dan lainnya juga menanggapi soal seringnya kegaduhan yang sering terjadi pada kelas love bird.

 

 

“Pesan aja nih buat teman-teman yang namanya lomba ada menang ada kalah, jangan ribut melulu akhirnya dibubarin kan? Yang rugi siapa? Love bird sekarang banyak pemainnya dan makin banyak burung konslet sekarang. Di mana ada gelaran dan banyak kelas love bird umum pasti full-full sampai susah cari tiketnya. Jangan sampai EO-EO mengahapus kelas love bird umum di gelaranya. #Stop anarkis,” kutipan dari postingan pemilik akun Sparingga Bima Pamungkas.

Sementara itu, Ari Bejo dalam beberapa kesempatan diskusi di grub lovebird menyebut bahwa salah satu biang ributnya kelas lovebird, karena para peserta dibiarkan masuk ke dalam lapangan, bisa berteriak lebih dekat ke juri, tentu sangat menekan dan mengganggu konsentrasi juri.

“Kalau peserta di dalam, pasti berpotensi ricuh. Jadi memang pihak panitia melalui petugas keamanan harus disiplin dan tegas mengeluarkan peserta. Baru boleh masuk setelah perhitungan poin benar-benar selesai.”

 

ARI BEJO BF BANJARNEGARA. AYO JAGA BERSAMA KELAS LOVE BIRD

 

Lain lagi dengan Ferry Yong. Kolega Ari sesama Banjarnegara ini malah mengusulkan agar hakikat lomba burung itu mesti dikembalikan ke awal, bahwa menilai burung itu mencari kualitas, bahwa menikmati suara burung itu soal seni, sehingga menilainya tidak bisa dengan cara menghitung atau dengan matematika.

Menilai dan mencari lovebird ya seperti pada burung ocehan lainnya, yang dicari adalah kualitas. “Jadi yang perlu dan menurut saya harus dihapus itu bukan kelas Lovebird Umum, tetapi penilaian stik poin. Kembali ke awal lagi saja kayak dulu. Lovebird ngecrit, kepleset, liyer-liyer, itu yang perlu dibuang jauh-jauh, kembali ke lomba yang cari burung kualitas saja lah.”

 

Drpd ngurangi/hilangkan kls lb Knp gak hilangkan saja penilain stik poin Kembali ke awal lg aja kyk dulu Lb ngecrit...

Dikirim oleh Kurnia BF pada Kamis, 24 September 2020

 

Soal ricuh, menurut Ferry Yong sebenarnya bukan hanya di lovebird saja. Di jenis burung lain juga kerap, seperti murai batu dan cucak hijau misalnya.

Penyebabnya, menurut Ferry ya bisa banyak hal. Terkadang karena si peserta yang kurang paham pakem penilaian di EO tersebut, tetapi sering karena ada oknum panitia dan atau juri yang bertindak sembrono.

Para juri itu umumnya melakukan secara berjamaah atau sistematis, seperti pasukan berani mati saat membela burung tertentu buat dijuarakan. Kalau di lovebird, selain istilah juri pelit dan juri baik hati, juga ada istilah nge-gas poin.

 

AKUN FB BIMA KLATEN

 

“Bukan rahasia lagi kalau di event gede ada tuh model pengkondisian, para pembisik juri atau kerap dijuluki striker, dan semacamnya. Owe dulu juga pernah ditawarin, apa mau buka-bukaan. Jadi, jangan lagi mengkambing hitamkan lovebird,” harap Ferry dalam status berikutnya.

Dalam situasi semacam ini agaknya harus dicari benang merahnya oleh ke dua belah pihak, baik dari EO /juri atau pun pemain. Semua harus berbenah biar semua bisa berjalan dengan baik.

 

Yang di desa, di kota. Yang ikut lomba atau sekadar didengar suaranya di rumah. Dari generasi ke generasi sudah memakai TOPSONG.

 

RGN sendiri melalui sang sekjen Asep DM beberapa waktu lalu pernah mempublish rencana pembaruan penilaian lovebird. Masih dengan konsep dasar menghitung durasi, tetapi tidak lagi memakai alat bantu stik poin.

Stik poin diganti dengan lembar kertas rekap, juri menulis/mencoret di kolom durasi, dan setelah periode waktu tertentu bergeser ke blok lain. Ada satu kali rotasi. Satu blok dinilai oleh dua juri. Ada peluang berganti dari juri "pelit" ke juri "murah hati".

“Dengan sistem ini akan lebih adil, peserta tak perlu kawatir ketemu juri yang pelit hitungannya, sementara lawannya dapat juri yang murah hati. Model ini segera diujicobakan ke semua gantangan RGN, setelah itu kami tunggu masukan dari mereka untuk dikaji penerapannya di semua jenjang lomba RGN,” jelas Asep DM.

 

BACA: RGN AKAN HILANGKAN STIK POIN, DIGANTI LEMBAR REKAP DAN ADA ROTASI JURI

 

Namun di JnJ Cup 2, sistem baru itu belum diterapkan, sehingga masih tetap memakai sistem lama dengan menerapkan stik poin.

Sebenarnya, apa pun sistemnya, asal para juri bisa menerapkan penilaian yang adil, hal-hal buruk bisa dihindari. Ini memang tak mudah, apalagi bila peserta satu dan lainnya relatif berimbang, sementara model perhitungan secara manual dengan “ketukan” mulut tetap memiliki kelemahan melekat, karena satu dan juri yang lain tidak bisa sama persis hitungannya.

 

AKUN FB FAJAR SATE KUNINGAN

 

Perlu kerja keras para EO, agar setidaknya hitungan satu juri dengan juri lainnya bisa saling mendekati, termasuk dengan para peserta. Mungkin perlu ada simulasi menilai lovebird, melibatkan juga wakil pesertanya, sampai mengerucut mendekati titik temu.

Kita semua pasti mengharap, adanya lomba yang fairplay, nyaman untuk ditonton, tak hanya di kelas lovebird, juga kelas-kelas lainnya. Semua itu butuh pemahaman dan kesadaran dari kita masing-masing, dari semua pihak. [anton kendor, maltimbus].  

AGENDA & BROSUR LOMBA, KLIK DI SINI

 

 

KATA KUNCI: jnj cup 2 cirebon kelas lovebird umum rusuh kelas lovebird umum akan dihapus prio sutrisno prio excelent

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp