ROMBONGAN APCR JAKARTA DI TEMPAT WISNU


APCR BIRD FARM TOUR

Dua Hari yang Mencerahkan, Bertambah Saudara dan Saling Berbagi Ilmu

Selama dua hari, 14-15 Maret, rombongan APCR dari Jakarta yang diikuti langsung oleh ketuanya Bapak Yuen Yuwono dan dipimpin ketua rombongan Darmanto Maskuri menjalani tour ke Jawa Timur dan Yogyakarta. Mereka mendatangi sejumlah breeder untuk bersilaturahmi, sekaligus berbagi pengalaman.

Hari pertama pada Sabtu 14 Maret, mereka mendatangi tiga penangkar di kota Malang, Pandaan, dan Surabaya. Hari Minggu pagi, langsung merapat ke bapak Agus Barokah Yogyakarta, disambung ke peloloh burung Wisnu Pamungkas di Sleman, Yogyakarta.

Yuen Yuwono dan rombongan mengaku sangat takjub dengan sambutan hangat penuh persaudaraan dari semua tuan rumah yang dikunjunginya. “Sambutan yang luar biasa sekali. Ibarat pepatah lama, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Kami dapat saudara, sekaligus juga dapat banyak pengetahuan baru,” ujar Yuen, diiyakan Darmanto.

 

Hari ini belum pakai TWISTER? Segera merapat di kios-kios / agen terdekat, bila belum ada mintalah untuk menyediakan, biar Anda dan para kicau mania lainnya lebih mudah mendapatkannya. Coba dan buktikan kualitasnya, dan berikan respon melalui hotline 08112663908.

 

HARI I: MALANG, PANDAAN, SURABAYA

Kunjungan pertama adalah ke Pak Anang Malang. Rombongan mendapati kandang cucak rawa pak Anang yang cukup gelap. Dari hasil pemantauan yang dilanjutkan diskusi, kondisi kandang yang terlalu gelap dianggap kurang ideal.

Dengan kandang yang terlalu gelap, daya tahan produksi cucak rawa diperkirakan tidak akan bisa bertahan lama.

Pak Singgih yang tinggal di Pandaan, menjadi kunjungan berikutnya. Yang ditangkar pak Singgih tenryata banyak ragamnya. Selain beragam burung pemakan serangga dan bijian (paruh bengkok), juga ada jenis binatang lainnya seperti rusa.

Lingkungan seperti ini membuat cucak rawa perlu adaptasi yang lebih lama untuk ditangkarkan.

 

DI USBC MILIK KOMBESPOL MASHUDI

 

Sosok berikut yang menjadi tujuan kunjungan ke tiga rupanya sudah cukup familiar buat rombongan dari Jakarta ini. Pak Kombespol Mashudi yang saat ini bertugas di Mabes Polri Jakarta, tapi breedingnya di Surabaya. USBC namanya.

“Saat beliau masih banyak tinggal di Jakarta, setiap Minggu rajin menyempatkan diri bersilaturahmi ke anggota APCR di Jabodetabek. Beliaulah yang selalu berinisiatif dan mempelopori untuk mengajak ngumpul, ngopi bersama, pokoknya kami jadi lebih rajin bertemu dan saling bersilaturahmi,” ujar Yuen mengenang.

Kepada rombongan, Pak Mashudi mengakui, produk ternak cucak rawanya berkembang pesat setelah aktif silaturahmi dengan anggota APCR.

“Melihat keberhasilan beliau, kami semua teman-teman APCR dari Jakarta jadi ikut senang dan bangga,” imbuh Darmanto.

 

 

HARI II: YOGYAKARTA

Minggu, 15 Maret 2020. Hari masih pagi, sekitar jam 07.00, rombongan bus berisikan 27 orang itu sudah sampai di kediaman bapak Agus “Barokah”, tak jauh dari Pasar Burung dan Tanaman Pasty. Tuan rumah sudah menyiapkan sajian pembuka dengan wedang uwuh, minuman tradisional khas Jogja.

“Beliau rupanya sangat paham betul, kami habis berjalan semalaman dengan bus dari Surabaya badan penat dan pegel-pegel. Kami harus beristirahat tidur dengan posisi kaki ditekuk semalaman,” Darmanto menceritakan awal kunjungannya di Yogyakarta.

“Langsung mak pyarr, segar sekali. Badan lesu jadi terasa bugar dan setelah meneguk wedah uwuh. Habis, langsung ditambah, dituang lagi. Apalagi, pak Agus juga sudah siaga menyiapkan terapis pijat capai, pijat syaraf, bekam dan terapi listrik buat mengurangi kepenatan rombongan. Benar-benar sambutan yang sangat luar biasa,” tandas Yuen lagi.

 

DI TEMPAT PAK AGUS BAROKAH

 

Setelah cukup berbasa-basi, acara obrolan pun mulai masuk ke intinya. Pak Agus pun mencoba menyampaikan paparan terkait teknis penangkaran cucak rawa yang selama ini ia geluti.

Cukup lengkap dan sangat terbuka, dari A-Z, semua yang ita ketahui disampaikan dengan sangat baik.

“Sudah jadi tugas kita untuk membagikan atau menularkan ilmu pengetahuan tentang Penangkaran kepada sesama Penangkar maupun kepada calon Penangkar sehingga kelak kita bisa mewariskan burung endemik Indonesia kepada anak cucu kita nanti,” begitu alasan Pak Agus membagikan semua yang ia ketahui, tanpa ada yang ditutup-tutupi.

 

 

“HIDANGAN” PENUTUP YANG ISTIMEWA

Dari pak Agus Barokah, rombongan makan siang dulu di Soto Kadipiro. Makan siang ini dijamu oleh Ir. H. Agus Gamping, juga peternak cucak rawa, murai batu, dan kacer.

Awalnya, rombongan juga berencana mengungjungi kandang AGP BF milik Agus Gamping, namun urung sehingga langsung menuju ke Wisnu Pamungkas.

Ia bukan penangkar, tetapi kehidupannya bergantung dari para penangkar. Sebaliknya, para penangkar juga banyak yang merasa terbantu olehnya.

 

MAKAN SIANG DI SOTO KADIPIRO

 

Wisnu adalah peloloh burung cucak rawa, sejak usiah pecah telur atau indil satu hari. Wisnu keliling dari satu penangkar ke penangkar lainnya, membeli indil cucak rawa yang baru pecah telur atau umur sehari atau DOB (day old bird), lalu diloloh, setelah umur setidaknya 15 hari dijual kembali.

Margin keuntungannya cukup besar, tapi ini juga sebanding dengan risikonya. Ia membeli indil seharga 5 juta, dan kelak setelah makan sendiri dijual kembali 8 juta.

Bisa dijual kembali ke si peternak awal, atau kepada siapa pun yang berminat. Untungnya banyak, di atas 50 persen, bahkan mendekati 100 persen, tapi risikonya juga besar. Mati, berarti hilang modalnya.

Di luar soal teknis meloloh, Wisnu sendiri awalnya mengaku pernah gagal dan nyaris menghabiskan semua modal awalnya. Namun tidak menyerah hingga akhirnya menemukan “resep” meloloh hingga sebagian besar yang ia loloh bisa hidup dan dijual kembali.

 

Produk ini logonya MIRIP, dibaca / dilafalkan dengan cara yang SAMA, tetapi ditegaskan BUKAN produk yang dikeluarkan TOPSONG. Lihat selengkapnya DI SINI.

 

Menariknya, sewaktu rombongan datang, di tempat Wisnu ada sekitar 60 anakan yang sedang diloloh, dengan umur bervariasi. Tontonan yang benar-benar menggairahkan, seakan menjadi “hidangan” penutup yang istimewa.

Kunjungan yang terakhir ini, bisa disebut benar-benar menjadi gong. Rombongan dari Jakarta ini begitu takjub melihat ada salah satu mata rantai dari penangkar yang terasa “aneh” tapi nyata. Jenis pekerjaan yang belum banyak menekuninya.

“Banyak di antara rombongan yang sebelumnya pernah mendengar cerita tentang peloloh, sekarang bisa melihat langsung. Bisa belajar langsung, termasuk melihat kesuksesan Wisnu yang menjadi bagian dari rantai perdagangan hasil penangkaran,” jelas Yuen kepada burungnews yang menyertai ke tempat Wisnu.

Wisnu, antara lain juga membagikan moto hidupnya. Ia yakin dengan prinsip Man jadda wa Jada, barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka pasti akan berhasil. Inilah yang mengantarkan ia menjadi peloloh yang sukses.

 

AGUS BAROKAH DAN MR YUEN YUWONO

 

Sementara itu, Agus Barokah mewakili Keluarga Besar Cucakrawa DIY yang bertindak sebagai tuan rumah, merasa tersanjung mendapatkan kunjungan anjangsana dari Keluarga Besar APCR Jabodetabek.

“Tamu kita ini berkunjung selain silaturahmi, sebenarnya lebih tepat disebut dalam rangka membagikan ilmu, memberikan nasehat dan rekomendasi ketika melihat langsung kondisi kandang,” ujar Agus.

Pak Darmantao dan kawan-kawan rata-rata sudah berpengalaman breeding Cucak Rawa dari tahun 1982. “Usianya memang sudah tidak muda lagi, tapi semangatnya untuk bersilaturahim, kekompakan dan sharing ilmunya sangat luar biasa. Ini benar-benar patut diteladani, smoga selalu terjaga tali silaturahim di kemudian hari dan selamanya.”

Agus pun kembali menggarisbawahi, tugas kita para penangkar yang sudah lebih dulu adalah menularkan ilmu pengetahuan tentang penangkaran kepada sesama penangkar maupun kepada calon Penangkar sehingga kelak kita bisa mewariskan burung endemik Indonesia kepada anak cucu kita nanti. [busro, maltimbus]

 

Sebagai obat, terbukti efektif. Sudah sering mampu mengatasi kondisi kritis, apalagi cuma sakit "biasa". Di saat perubahan musim dari kemarau menuju penghujan seperti sekarang, juga sangat baik untuk mencegah dan menjaga agar burung tetap sehat dan selalu dalam kondisi fit, siap tempur. Bisa diberikan secara rutin 2-3 hari sekali sesuai kebutuhan. LEMAN'S, satu-satunya obat burung dengan formula + vitamin.

Lemans bisa dibeli lewat bukalapak, tokopedia, atau hubungi 08113010789, 0822.4260.5493 (Jatim Tapalkuda), 0813.2880.0432 (Jogja dan sekitar), 0815.4846.9464 (Solo Raya dan sekitar), 0813.2799.2345 (Banyumas dan sekitar)

KATA KUNCI: apcr bird farm tour apcr breeding cucak rawa agus barokah wisnu pamungkas peloloh cucak rawa

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp