AJI WATUJAGAT BF


WATUJAGAT BF COLOMADU: Berawal dari Murai Batu Trah Lapangan, Mulai Lirik Murai Batu Trah Ekor Panjang

Berawal dari menangkarkan murai batu trah lapangan (eks prestasi), Watujagat BF makin tumbuh dan berkembang. Penangkaran murai batu binaan PMBS yang berdiri sejak tahun 2014 ini kini mulai melirik trah ekor panjang, apa alasannya?

Di kalangan penggemar murai batu Solo Raya, nama Aji Watujagat BF mulai dikenal seiring dengan berbagai prestasi yang ditorehkan di sejumlah even regional. Penangkar murai batu yang berhomebase di Sanggir, Paulan, Colomadu, Karangnyar ini juga dikenal loyal dalam memberikan support ke berbagai even yang membuka kelas murai batu.

 

 

AJI WATUJAGAT. SUPPORT EVEN-EVEN DI SOLO RAYA

 

Doorprize satu ekor trotol murai batu ring Watujagat di Piala Pradana menjadi bukti keseriusan Aji dalam mendukung salah satu even akbar di blok tengah ini. “Kebetulan Aku dan Agus Warna Warni kan dekat, pas ketemu itu sempat ditawari bagaimana kalau Watujagat BF ngasih doorprize trotolan murai batu di Piala Pradana. Itung-itung bagi-bagi rejeki, kuiyakan saja. Aku nggak nyangka doorprizeku malah untuk kelas utama. Sebuah kehormatan dan kebanggaan tersendiri buat Watujagat BF,” ungkapnya.

 

 

Berdiri sejak tahun 2014, Watujagat BF yang merupakan penangkar binaan PMBS memang tumbuh dan berkembang seiring berjalannya waktu. “Watujagat itu berasal dari istilah watu (batu) dan jagat (dunia), maksudnya semua yang berhubungan dengan batu, termasuk murai batu. Dulu pas tahun 2014 itu mulai iseng-iseng belajar ternak, anakannya kukasih ke temen-temen yang pengen melihara murai batu. Mulai tahun 2018 baru kepikiran buat mengembangkan breeding untuk bisnis, di jual ke umum. Pas itu ketemu sama teman-teman PMBS (Paguyuban Murai Batu Solo Raya –red) ,” bebernya.

 

KANDANG MURAI BATU WATUHAGAT BF

Upgrade materi indukan pun mulai dilakukan dengan mencari pejantan dan betina berkualitas dari para penangkar kawakan, salah satunya adalah Pak Cipto AKSI Kartasura. “Pejantanku yang Ring AKSI 008 ini, anaknya murai batu Firdaus milik Pak Cipto. Kalau sepengetahuanku, Firdaus itu termasuk murai jawara dan sudah banyak prestasinya di lomba nasional. Nggak heran kalau anakan Ring Aksi 008 (cucu Firdaus) juga bagus-bagus. Itu nanti yang buat doorprize di Piala Pradana nanti,” lanjutnya.

 

 

Dari iseng-iseng hingga memiliki 10 kandang saat ini, sarjana arsitektur ini mengaku kalau modal utama untuk tumbuh dan berkembang adalah sabar, telaten, dan harus kuat (pantang menyerah). “Kalau ditotal-total, anakan sudah 80 ekor lebih, itu belum termasuk yang mati. Kuncinya kudu kuat, sabar, telaten, Inshaallah, Gusti maringi rejeki… amin,” paparnya.

 

ANAKAN KANDANG WATUJAGAT BF

 

Keberhasilan Watujagat BF ini rupanya diapresiasi dan didukung penuh oleh H. Andri Budiono, anggota DPRD Karanganyar Fraksi PKS. Ia berharap akan muncul watujagat-watujagat lain sehingga Colomadu bisa menjadi sentra produksi (penghasil) murai batu berkualitas sehingga ekonomi masyarakat pun ikut terangkat.

 

 

Mulai piawai dalam menangkar murai batu eks lapangan rupanya membuat Aji tak berdiam diri. Harga murai batu trah ekor panjang yang sangat fantastis dan banyak dicari rupanya membuatnya tertantang dan tertarik untuk mengembangkannya. Selain nilai ekonomisnya lebih mahal, Ia juga ingin melengkapi koleksi kandangnya.

 

MULAI LIRIK MURAI BATU TRAH EKOR PANJANG

 

“Mulai tahun 2021 ini Watujagat BF berencana untuk breeding murai batu ekor panjang juga, murai batu dengan ekor 30 cm up. Sekarang ini sudah mulai beli 3 trotol ekor panjang dari indukan 33 cm x 19 cm. Harapannya besok trotol yang kubeli ini bisa tembus 30 cm, jadi bisa dijadikan indukan ekor panjang di Watujagat BF. Posisi sekarang lagi sudah ganti bulu, baru dorong ekor. Kalau mau fokus di galur murni atau silangan, nanti kita lihat saja. Semua wajib dicoba!,” pungkasnya. [asept]

 

 

 

KATA KUNCI: murai batu penangkar murai batu watujagat bf

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp