FOTO ILUSTRASI. RIUH PESERTA BEREBUT BELI TIKET, RAWAN KESELIP.


WASPADA

Ada Maling Spesialis Tiket dan Hadiah Lomba Burung

Ada beragam modus “mencuri” tiket lomba burung, juga hadiah. Pelakunya bukan pemain kemarin sore. Sesungguhnya ini cerita lama, namun sampai sekarang masih kerap terjadi. Mungkin Anda juga pernah menjadi korbannya. Apa antisipasinya?

Di antara kerumunan kicaumania yang sedang membeli tiket, C sebut saja begitu, ikut berbaur. “Saya beli 5 tiket,” ujarnya kepada petugas sambil merinci kelas dan jenis burungnya. Si petugas pun memberikan tiket yang diminta, tanpa meminta uang terlebih dahulu.

C sigap mengambil tiketnya. Ia sebenarnya sudah menyiapkan uang tiketnya. Namun setelah tiket di tangan, dan situasi di bagian tiketing cukup sibuk, timbulah niat jahatnya. Apalagi petugas juga tidak buru-buru meminta uang pembayaran, malah perhatiannya teralih melayani peserta lain yang sudah antri. Ia pun mencoba mundur sedikit. Si petugas tetap tidak memperhatikannya. Ia lalu bergegas meninggalkan tempat dengan tenang.

 

Untuk mendapatkan kualitas dan khasiatnya, pastikan mendapatkan barang yang ASLI. Super N, jelas sudah teruji, terbukti paling banyak  dipercaya kicaumania dari generasi ke generasi.

 

Aksi “jahat”-nya belum berhenti sampai di situ. Agak siang, ia gantian menyuruh anak buahnya untuk mengembalikan sebagian besar tiketnya, dengan alasan ada acara mendadak. “4 dari 5 tiket saya kembalikan, dan diterima. Saya dapat uang kembali 600 ribu,” ujarnya sambil tertawa. Maaf, ia tampak bangga bisa mengelebuhi panitia, sambil mengolok-olok kalau panitianya masih belajaran.

Berarti dia telah “mencuri” dua kali. Pertama sudah mengambil tiket tanpa bayar. Ke dua, sebagian besar tiketnya dikembalikan dan ia dapat “pengembalian” uang sesuai harga tiket.  

Situasi seperti ini bisa terjadi, biasanya karena urusan tiketing ditangani oleh orang-orang baru yang belum berpengalaman. Waktu itu, lagi ngetren tiketing menggunakan SPG. Nah, panitia di event itu rupanya juga tak mau ketinggalan, pengin tampil perlente karena juga bisa menggunakan dara-dara cantik di bagian tiketing.

 

EVENT AKBAR, PENGAMBILAN TIKET MULAI HARI SABTU

 

Nah, panitia di event itu rupanya lalai, tidak memberikan briefing yang cukup tentang prosedur pengambilan atau pembelian tiket.

Si SPG yang bertugas di bagian tiketing (tentu sudah lolos standar kecantikannya) sepertinya masih lugu dalam urusan melayani tiket untuk para kicaumania. Ia begitu yakin, kalau sudah terima tiket, pasti akan diikuti dengan pembayaran. Sementara yang dihadapi adalah peserta yang sudah lihai dalam membaca dan memanfaatkan situasi.

Tidak diketahui apakah di event yang sama ada C lainnya yang juga sama-sama memanfaatkan situasi dengan mengambil tiket tanpa membayar. Tapi cerita panitia yang mengalami kerugian karena mis pada bagian tiketing  sering terjadi. Sebagian, boleh jadi karena kasus seperti ini, ada tiket yang diambil tanpa bayar. Sebagian lainnya karena faktor mismanajemen.

 

 

Ada juga loh modus “curi” tiket yang lain. Pada lomba yang diketahui  tidak terlalu ramai, atau yang dipastikan tiketnya tidak habis, si peserta sengaja tidak membeli tiket lebih dahulu. Ia langsung menggantang burungnya. Kalau mau tampil bagus dan berpeluang juara, atau menunggu burungnya bisa masuk nominasi kejuaraan, ia baru segera lari membeli tiket.

Di sisi lain, laporan soal hadiah yang hilang ternyata juga kerap terjadi. Pelakunya pun ditengarai pemain lama yang sudah berpengalaman dan profesional. Modus yang kerap terjadi, mengatakan pindah nomor gantangan. Ia akan segera mengurus hadiahnya, selagi si juara yang sebenarnya masih dalam suasana eforia merayakan kemenangan.

Begitu juri menancapkan koncer, ia langsung mencoret nomor gantangan pada tiket/struk yang dipegangnya, lalu ditanda tangani seakan itu adalah acc dari panitia. Struk sengaja dikosongi, terus diisi sesuai nama burung dan nama pemilik yang sesungguhnya (ini mudah diperoleh dengan bertanya saat burung baru diturunkan). Ia kemudian buru-buru mengurus hadiah, mulai piagam yang biasanya sebagai syarat mengambil hadiah tropi dan (terutama) uang pembinaan.

 

 

Biasanya, si pemilik burung juara malah santai tidak buru-buru mengurus hadiah. Begitu mau ambil, barulah kaget karena hadiah sudah tidak ada. Panitia bagian pengambilan hadiah, akan menjelaskan, bila hadiah sudah diambil oleh kru yang lain. Pernah ada juga cerita yang cukup ekstrim, satu orang yang dapat juara 1 hingga 5 kali, saat mau diambil di akhir lomba menjelang pulang, semua hadiahnya sidaj diambil orang lain!

Lalu?

Ada panitia yang tetap bertanggungjawab, dengan mengganti hadiah, setidaknya uang yang hilang tadi. Sebagian yang lain, ada yang kekeh bahwa itu tidak hilang, tapi sudah diambil oleh kru dari si pemenang. Meskipun tidak bisa menunjuk secara jelas kru yang mana.

Pada beberapa lomba yang gaduh bahkan bisa disebut chaos, kasus “pencurian” hadiah bisa menjadi begitu massif. Para juara, atau mungkin sebenarnya juga tidak juara, ikut-ikuta berbaur di bagian pengambilan hadiah, lalu menyerobot hadiah yang bisa diraih, paling tidak tropinya.

Lalu apa yang bisa dilakukan agar hal-hal seperti ini tidak terulang lagi?

Untuk bagian tiket, sebaiknya diisi oleh mereka yang kompeten. Waspada bila menugaskan orang-orang baru, apalagi hanya karena ingin memamerkan para SPG cantik. Berikan briefing dan tanggungjawab yang jelas.

Selain ada SOP, misalnya tidak boleh memberikan tiket sebelum uang diterima dan jumlahnya sesuai, juga bertanggungjawab atas sejumlah tiket yang ia pegang. Kalau memengang tiket kelas D sejumlah 60 misalnya, kalau habis berarti harus menyerahkan sesuai harga tiket dikalikan 60. Kalau ada yang hilang, menjadi tanggungjawabnya untuk mengganti.

Event-event besar yang melalui proses pemesanan dan membayar di depan, proses pengambilan / penukaran tiket sebaiknya sebagian besar sudah selesai pada hari Sabtu. Kalau terlalu banyak yang baru diurus Minggu pagi, bisa ada penumpukkan orang terlalu banyak sehingga potensi rawannya lebih besar. Setidaknya, jadwal lomba bisa molor terlalu siang.

Untuk event besar yang melibatkan peserta dalam jumlah banyak, pagar juga perlu yang kuat. Atur jarak meja dengan pagar, pastikan tangan peserta tidak bisa menjangkau tiket dan /atau hadiah secara langsung, tanpa bantuan uluran tangan dari petugas. Untuk jaman maju seperti sekarang, bila perlu dipasang kamera CCTV.

Untuk pengambilan hadiah, bila perlu, standar pengambilan hadiahnya diperketat. Terutama bagian yang pertama kali menerima struk, mungkin di divisi penulisan piagam. Misalnya, dengan menunjukkan KTP kepada petugas, untuk dicocokkan fotonya.

Lebih lengkap lagi kalau setiap pengambil hadiah, selain menunjukkan KTP, juga bersedia difoto untuk bukti serah terima, sebagai alternatif dari pemasangan CCTV. Lebih ribet, tetapi juga lebih aman.

 

 

Di luar prosedur itu, para juara sebaiknya juga segera mengurus dan mengambil hadiahnya begitu lomba berakhir. Memang ini butuh kesiapan lebih panitia, yaitu menyediakah hadiah sebelum lomba dimulai. Pada sejumlah kasus, mereka yang mau ambil haidah menumpuk di akhir lomba, pada waktu yang hampir bersamaan, karena beberapa saat setelah penilaian selesai, panitia belum siap dengan hadiahnya.

Harus diakui, kadang ada pula juara yang nakal. Modusnya begini. Awalnya akan menyuruh salah satu krunya mengambil hadiah dengan bukti struk yang aspal tadi. Ia memiliki tiket cadangan, yang kemudian diisi sesuai nama burung dan pemilik, nomor gantangan dicoret dan diparaf ACC. Yang ditugaskan untuk mengurus pertama, adalah kru yang belum dikenali oleh para panitia. Bila suasana di pengambilan tiket sedang ramai, lebih disukai. Kalau ini berhasil, si kru tadi akan disuruh pergi atau pulang lebih dulu, menjauh dari lapang pokoknya.

Selang satu dua jam, ia akan kembali mengutus anak buah lainnya, untuk mengambil hadiahnya. Kalau si panitia bilang sudah diambil oleh kru lainnya, ia akan ngotot karena bukti pengambilan yang sah masih ia pegang, bagaimana bisa hadiah sudah tidak ada. Pada situasi yang tertekan seperti itu, panitia yang merasa bersalah karena meloloskan hadiah pada yang bukan berhak, akhirnya akan mengganti, paling tidak hadiah uangnya.  

KATA KUNCI: pencuri tiket dan hadiah lomba antisipasi pencurian tiket lomba antisipasi pencurian hadiah lomba hilang

BERITA LAINNYA

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp