HUSIN BANGKA (KIRI) DAN HENDRA SURABAYA (KANAN), PETERNAK SUKSES MURAI BATU

TIPS MENCEGAH PROBLEM BERULANG MERAWAT PIYIK

Sakit-Sakitan, Pertumbuhan Lambat, Tetelo, Kaki Pengkor

Merawat burungg yang masih piyik memang tak mudah. Selain butuh ketelatenan dan keajegan, juga harus awas terhadap berbagai masalah yang sering muncul secara berulang. Apa saja dan bagaimana mencegahnya

Bila Anda seorang peternak, tentu cukup paham dengan beragam problem yang kerap muncul secara berulang. Mulai sakit-sakitan yang acapkali berakhir dengan kematian, nyilet (kurus), pertumbuhan yang terhambat, tetelo, hingga cacat pada kaki (pengkor).

Namanya usia piyik, usia bayi, tentu masih lemah, masih rentan. Kita mesti menjaga lingkungan supaya tetap nyaman dan tidak mudah berubah apalagi secara ekstrim, selain selalu memberikan asupan makanan dengan gizi yang cukup sesuai kebutuhan.

 

TORY, pakan premium untuk Anda yang benar-benar menyayangi burungnya, menyediakan varian sesuai kebutuhan. Bila di kios burung terdekat belum tersedia, hubungi agen dengan KLIK DI SINI

 

Itu sebabnya, burung piyik bila diloloh di luar (diambail dari sarang/induknya), perlu ditempatkan di ruang khusus yang diberikan penghangat. Bisa pada kotak yang dibuat khusus dengan pengatur suhu otomatis, atau pada sangkar yang selalu dikerodong dan diberi lampu penghangat.

Pintu kotak atau kerodong sangkar dibuka pada saat memberi makan atau mengecek keadaan. Pemberian pakan diberikan secara rutin dan ajeg dalam periode tertentu, misalnya setiap dua jam.

Pakan juga tidak sembarangan. Kandungan nutrisi harus cukup, selain untuk pertumbuhan, menjaga kondisi supaya tidak mudah sakit, juga untuk kecerdasan supaya kelak bisa menyanyikan aneka lagu dengan baik dan merdu.

 

HENDRA MELOMBAKAN HASIL BREEDING SENDIRI. TORY FIGHTER DICAMPUR DENGAN HARIAN

 

Sejumlah peternak atau peloloh, seringkali meramu pakan lolohan sendiri. Bisa campuran antara pakan pabrikan dengan ekstra fooding alami, juga dipadu dengan vitamin atau obat tertentu. Sejauh ini, banyak yang berhasil dengan metode ini.

Hal ini antara lain diceritakan oleh Husin dari BTM BF Pangkal Pinang, Bangka. Husain sudah 9 tahun menjalankan breeding, dengan jumlah kandang/indukan saat ini ada 25 pasang. Hendra dari Satria BF Surabaya, dengan jumlah kandang di atas 40, juga menceritakan pengalamannya.

Keduanya mengaku, selama ini memang punya ramuan sendiri sebagai pakan lolohan, ketika masih loloh basah, loloh kering, hingga ketika mulai belajar bunyi. Selain pakan burung pabrikan, ada campuran susu bubur, hingga dipadu dengan serangga alami, pada periode tertentu diberi tambahan vitamin, tentu juga sedia beberapa jenis obat sebagai antisipasi.

 

HUSIN BANGKA. 9 TAHUN BREEDING, KINI MAKIN PRAKTIS DENGAN TORY

 

“Sekitar 4 bulan lalu, ada teman yang merekomendasikan menggunakan Tory Junior. Awalnya dikirim sampel. Langsung kami coba, hasilnya ternyata bagus juga, tidak kalah dengan ramuan. Tentu ini sangat praktis, sebab tidak perlu ribet membuat campuran lagi, tinggal kasih air hangat secukupnya untuk loloh basah, siap diberikan,” ujar Husin.

Diamati dari hari ke hari, piyik tampak sehat, pertumbuhan baik bahkan cenderung lebih cepat bongsor. Suaranya lebih keras dan bening. “Harapan kami, barangnya bisa lebih cepat nyebar sehingga kami bisa lebih mudah mendapatkannya tidak perlu pesan jauh dan makan waktu.”

Hendra juga mengungkapkan hal yang sama. “Untuk piyik, secara hasil bagus. Memang sedikit kurang cepat mengembang ketika kita kasih air. Perkembangan piyik terlihat bagus, sehat dan tidak mudah sakit-sakitan.”

 

KATA KUNCI: tory pakan burung premium tory junior mencegah masalah berulang pada burung piyik burung nyilet burung tetelo burung kaki pengkor husing bangka hendra satria bf surabaya

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp