
PEMENANG KELAS UTAMA SOLO VAGANZA VI
SOLO VAGANZA VI, #1
MB Kenziro Double Winner, MB Yakuza Nyaris Jadi Korban VAR
Kenziro, amunisi milik Andri Bolang kembali menunjukkan kestabilan dan konsistensinya di jalur prestasi setelah berhasil meraih dua kali juara pertama alias double winner di Solo Vaganza VI. Tampil mencolok, Kenziro meraih juara pertama Murai Batu Solo dan Murai Batu Vaganza.
Solo Vaganza VI yang diadakan pada Minggu, 24 Mei 2026 di Solo High Class Stadium berlangsung tertib dan kondusif. Event tahunan Radja Garuda Nusantara ini diikuti oleh pemain Solo, Karanganyar, Sragen, Ngawi, Nganjuk, Klaten, Boyolali, Jogja, Salatiga, Semarang, Kudus, bahkan Pekalongan.

SUASANA KELAS MURAI BATU DI SOLO VAGANZA
Salah satu pemain yang berpartisipasi di Solo Vaganza kali ini adalah Andri Bolang, pemain dan spesialis murai batu asal Ngawi. Menurunkan Kenziro, Andri Bolang memilih hanya main di kelas-kelas bergengsi seperti Murai Batu Solo dan Murai Batu Vaganza.
Bersaing dengan gaco-gaco hebat lain di kelas Murai Batu Vaganza, Kenziro berhasil menduduki podium pertama setelah tampil mencolok dengan membawakan materi lagu variatif dan durasi kerja utuh, awal sampai akhir penilaian. Setiap kali melesatkan tembakan panjang dan tembus, Kenziro selalu dilirik oleh juri.

ANDRI BOLANG. MB KENZIRO CETAK DOUBLE WINNER
Kembali tampil mencolok di kelas utama Murai Batu Solo, Kenziro berhasil menggandakan kemenangan dan mencetak double winner. Di kelas utama ini, penampilan Kenziro terlihat lebih ngotot, lebih tandes, dan lebih mencolok sehingga tak terbendung oleh lawan-lawannya. Kenziro akhirnya berhasil mengunci podium pertama setelah diganjar bendera koncer A mutlak.
Meski jumlah peserta kelas Murai Batu Solo dan Murai Batu Vaganza tidak terisi penuh, Kenziro berhak membawa pulang hadiah 2 unit sepeda motor Honda Beat. Keberhasilan meraih dua kali juara pertama di Solo Vaganza VI menjadi bukti kestabilan dan konsistensi Kenziro karena sebelumnya meraih prestasi di 1st Anniversary SMR (10/5).

BANDAR ASU. MB YAKUZA DIGANJAR BENDERA B3 DI KELAS UTAMA
Berbeda dengan Kenziro yang menang mutlak, perebutan posisi kedua di kelas utama benar-benar seru dan menegangkan. Pertarungan antara Banaspati (4) dan Yakuza (9) yang sama-sama mendapat 3 ajuan memang terlihat ketat. Awalnya Yakuza (9) dinobatkan sebagai juara kedua setelah diganjar bendera B3, tapi protes yang dilakukan oleh Rudi, pemilik Banaspati (4) yang hanya mendapat bendera B1 membuat penentuan juara kedua harus dilakukan dengan membuka VAR (Video Assistant Radja).
Salah satu ketentuan untuk memakai VAR adalah pemain yang melakukan protes harus membayar uang jaminan senilai harga tiket. Apabila VAR berhasil, uang tersebut dikembalikan ke pihak yang memprotes dan hasil kejuaraan langsung direvisi. Apabila VAR gagal, uang tersebut diberikan ke pihak yang diprotes dan hasil kejuaraan tidak berubah. Untuk event kali ini, Rudi harus menyerahkan uang 2,4 juta rupiah ke panitia untuk membuka VAR.

JURI VAR MELAKUKAN REVIEW KE GANTANGAN 04 DAN 09


REKAPITULASI HASIL VAR
Setelah video VAR dibuka dan dilakukan review oleh juri VAR, kesimpulan akhirnya adalah Gantangan 09 dianggap lebih unggul dari Gantangan 04 (sesuai dengan keputusan juri di lapangan). Karena protes VAR gagal, hasil kejuaraan tidak berubah. Yakuza (09) tetap juara kedua, Banaspati (04) juara ketiga. Uniknya, selain hadiah kedua, pemilik Gantangan 09 juga berhak mendapatkan hadiah tambahan berupa uang 2,4 juta rupiah karena menang VAR.
Meski awalnya merasa deg-degan, Joko Ananda mengaku yakin amunisi yang dikawalnya akan menang. “Aku yo wis kondo bos e, wis tenang. Menang, menang. Seko pengamatan kene wis mantep sik. Selama penilaian 10 menit, aku kan nggak hanya melihat burungku sendiri, aku juga tetap banding-banding kan. Lha kok ada kejadian VAR yaw is mantep wae. Alhamdulillah cair. Sudah dapat hadiah, masih dapet duit VAR. Minggu depan agendanya ikut tiket mobilan,” ungkap Joko dengan logat jawa kental.

BANDAR ASU. RUNNER UP KELAS UTAMA, BAWA PULANG HADIAH PLUS UANG VAR
Meski masih menjadi gimmick marketing dan menuai pro kontra, penggunaaan teknologi seperti Video Assistant Radja (VAR) barang kali bisa menjadi solusi dan jawaban untuk protes yang dilakukan pemain yang tidak terima dengan keputusan juri. Melalui video dan dibandingkan satu lawan satu, pemain bisa mengetahui keunggulan dan kelemahan gaco masing-masing. [asp]
BERITA LAINNYA
KATA KUNCI: solo vaganza vi kenziro yakuza












