
SALAH SATU PESERTA BERDIALOG DENGAN H. NOVI DAN DWI KAMAL, MEWAKILI SMM (dok. AHIM & BRANDY)
SMM GOES TO BENGKULU FEAT PASHA SF
Lomba Batal, Tropi Dijarah, Siapa Bertanggungjawab?
“Acara SMM di Bengkulu kacau, uang tiket dibawa kabur panitia, jadi lomba bubar,” tulis akun Purwanto di salah satu unggahan FB. Minggu siang 18 Januari 2026, dunia kicaumania dipenuhi oleh utas dari Wahana Surya Bengkulu, venue event Seduluran Murai Mania (SMM) Goes to Bengkulu Feat Pasha SF.
Para kicaumania yang hadir mulai resah, ketika menjelang jam 12, lomba belum dimulai. Padahal, team juri SMM sudah siap sejak sebelum jam 10. Merujuk pada brosur, lomba dijadwalkan dimulai jam 10.30.
Mereka rupanya masih menunggu panitia atau penanggungjawab lomba, Hadi Athaillah Pasha. Selain sebagai tajuk event, namanya juga tercantum sebagai pemilik rekening bagi yang hendak mendaftar / memesan tiket.
Awalnya, team juri dari SMM yang dipimpin H. Novi sebagai Humas dan Dwi Kamal sebagai Kabag. Juri hendak menarik diri dari lokasi lomba. Setelah berdialog dengan para kicaumania, H. Novie bersedia menunggu hingga jam 13, berharap penanggungjawab bisa hadir pada rentang itu dan lomba bisa segera berjalan.
Hati-hati, makin gencar beredar produk PALSU! Pastikan anda mendapatkan produk SUPER-N asli. Jangan ragu memastikan kepada kios/toko, minta ditunjukkan kardus yang ASLI adalah seperti di bawah ini. Perhatikan juga warna, bentuk, dan ciri BOTOL SUPER-N yang asli.

Namun, hingga jam 13.00 pun panitia tak kunjung tiba. Peserta makin gaduh, hingga mulai ada yang menjarah tropi. “Jangan salah narasi, jam 13 kami dari SMM tidak mengumumkan pembatalan lomba, tapi menarik diri, dijelaskan karena kami bukan panitia penyelenggara, tapi hanya team juri. Situasi di lapangan juga sudah kurang kondusif,” terang H. Novie ketika dikonfirmasi burungnews.com.
Dari vidio yang beredar dan sempat dilihat burungnews, ada peserta yang bertanya dengan pihak SMM, termasuk perihal siapa yang disebut panitia. Peserta tersebut ternyata Ronny Tobing, Wakil Walikota Bengkulu.
Kepada Dwi Kamal, Ronny tampak bertanya dan menganggap bila team juri adalah bagian dari panitia, sehingga menurutnya juga punya kewenangan untuk memulai atau menghentikan lomba, dan ikut bertanggung jawab atas penyelenggaraan.
“Sebagai kicaumania, kami datang mengikuti event berjudul SMM Goes to Bengkulu Feat Pasha SF. Dari judulnya, yang kami pahami dari tajuk lomba tersebut, antara SMM dan Pasha SF itu satu kesatuan. Maka kami meminta penjelasan,” ujarnya ketika dikonfirmasi burungnews.com.

Kj. NOVI DIDAMPINGI DWI KAMAL MENJELASKAN POSISI SMM, JAM 13.00 BELUM ADA PANITIA / PENANGGUNG JAWAB, IJIN MENARIK DIRI (dok. AHIM & BRANDY)
Sementara itu, Dwi Kamal dengan tegas menyebutkan bila SMM bukan bagian dari panitia penyelenggara. “Kami bukan panitia, dari SMM sebatas meminjamkan team juri saja, bertanggung jawab pada penjurian. Sampai sekarang panitia atau penanggungjawabnya tidak ada, tentu kami tidak bisa menjalankan lomba,” terang Dwi Kamal.
Pada Minggu malam 18 Januari, Ketua SMM Ko Apank akhirnya menyampaikan pengumuman dan klarifikasi resmi lewat vidio yang dibagikan ke berbagai kanal media. Isinya, selain menggarisbawahi apa yang sudah disampaikan oleh H. Novi dan Dwi Kamal, juga penjelasan ragam model kerjasama dengan SMM.
“Kabar yang sudah beredar luas dan mungkin dipahami secara gampang, disebut itu event atau acara SMM. Itu kurang tepat. Ada beberapa model kerjasama. Ada yang model feat penuh, SMM sepenuhnya ikut menjadi penyelenggara mulai pemesanan tiket dan menerima uang pendaftaran, penjurian, hingga memastikan hadiah sampai kepada yang berhak.”
Selanjutnya, ada juga model feat yang SMM hanya meminjamkan team juri saja. “Nah, event di Bengkulu itu kan model yang ke-2. Pihak panitia atau yang punya event Pasha SF. SMM hanya meminjamkan team juri, itu pun hanya 5 juri.”
Perlu diketahui, event dengan tag line Bengkulu Naik Kelas ini, menggunakan dua lapang. SMM kebagian yang lapang A, 24-G.
Ko Apank juga meminta maaf kepada semua pihak atas kejadian ini. Ke depan, SMM tentu akan lebih berhati-hati dan selektif ketika ada pihak yang mengajak kerjasama, termasuk sejak awal memberikan penjelasan secara utuh dan lengkap model kerjasama atau peran SMM di event tersebut.
KRONOLOGI
Sebagaimana juga dijelaskan dalam vidio Ko Apank, perjalanan negosiasi event di Bengkulu cukup panjang dan sempat naik-turun. Persetujuan itu akhirnya diteken pada 10 Oktober 2025.
Menurut penelusuran burungnews.com, pada 18 Oktober, pihak Pasha SF sudah membagikan brosur dan mulai membuka pemesanan. Kurang dari satu bulan kemudian, tepatnya pada 15 November, panitia melalui akun Aries Hidayat, mengumumkan tiket sudah sold out sembari menjamin hadiah DIPASTIKAN KELUAR.

WAKIL WALIKOTA BENGKULU RONNY TOBING, JUGA SALAH SATU PESERTA, BERTANYA APA TEAM JURI BUKAN BAGIAN DARI PANITIA (dok. AHIM & BRANDY)
Di bagian awal, Aries Hidayat menyebutkan bila pengumuman itu dibuat ATAS PERINTAH dari Ketua Hadi Pasha.
Keputusan SMM sampai benar-benar menyetujui dan event ini, sesungguhnya terjadi belum begitu lama, dalam sepekan menjelang hari H. “Setelah pihak Pasha membayar kewajibannya ke SMM. Sebenarnya, itu juga belum sepenuhnya beres atau baru sebagian dari nilai yang disepakati,” ujar sumber burungnews yang minta tidak disebut namanya.
Kembali pada penjelasan Ko Apank, sampai team dari SMM tiba di Bengkulu, semua tampak baik-baik saja. “Sambutan, akomodasi, hingga cek ke lapangan, semua sudah oke tinggal nunggu pelaksanaan. Hari Minggu, ditunggu-tunggu hingga batas akhir toleransi tetap tidak datang, tentu kami harus memutuskan untuk menarik diri, untuk menjaga nama baik SMM biar tidak ikut terseret terlalu jauh.”
Menurut Ko Apank, mungkin ini sejak awal memang ada niat tidak baik. “Kami mohon maaf, tentu ini jadi bahan evaluasi ke depan untuk lebih hati-hati dan selektif dalam memilih mitra kerjasama. Sekali lagi, kami perlu meluruskan beberapa hal sebab bagaimana pun kasus ini menyeret-nyeret nama SMM. Kami bukan panitia, bukan penyelenggara, hanya sebatas meminjamkan juri. Sejauh itu pula tanggungjawab kami.”
TOPSONG dengan bangga memperkenalkan TOPSONG PREMIUM kemasan baru dengan botol, dengan tambahan pengaman. Infomasi, hubungi 0813.2941.0510.

Peserta sendiri datang dari berbagai daerah, termasuk luar pulau seperti Jawa. Disebutkan banyak yang belum kebagian tiket tetap hadir, berharap bisa mendapatkan tiket cancel.
“Ini benar-benar bikin malu Bengkulu, juga daerah lain khususnya di Sumatera. Kasihan kan yang sudah terlanjur datang, banyak yang dari luar Bengkulu bahkan juga dari Jawa. Sudah bayar tiket mahal, keluar ongkos banyak, hadiahnya cuma bisa dilihat di kertas,” ujar testimoni sejumlah peserta sambil memfoto gambar panitia di brosur dan menyebut penipu yang harus diviralkan.
Salah satu peserta, Ndarboy Team dari Jogja yang dipimpin Aldo. Dalam vidio, Aldo yang sedang menelpon seseorang menyampaikan bila bersama perwakilan kicaumania atau peserta, hendak membuat Laporan Polisi dengan tuduhan penipuan. Aldo juga sempat mengabarkan bila penanggungjawab sudah terbaring di rumah sakit karena diduga meracuni diri sendiri. [maltimbus, dari berbagai sumber, terimaksih kurnia ibrahim dan brandy watch]

PESERTA MENJARAH TROPI

BANYAK PESERTA MEMOTRET WAJAH PANITIA DI PIAGAM, SEMBARI MENYEBUH PENIPU YANG HARUS DIVIRALKAN
Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.


JADWAL BURUNGNEWS AWARD FEAT KMN REBORN, KLIK DI SINI




BERITA LAINNYA
KATA KUNCI: smm goes to bengkulu feat pasha sf ronny tobing ucok tobing kicau mania bengkulu














