SELAMAT JALAN, KAWAN… Untuk Moch. Irfan Pare – Kediri

Ada orang yang hadir dalam dunia kicauan bukan sekadar untuk mengejar kemenangan. Bukan hanya soal tropi, piagam, atau nama yang terpampang di daftar juara. Ada orang-orang yang datang membawa jiwa, lalu diam-diam ikut membesarkan dunia yang dicintainya.

Moch. Irfan dari Pare, Kediri, adalah salah satunya.

Puluhan tahun kiprahnya di blantika kicauan membuat namanya bukan sekadar dikenal, tapi menjadi bagian dari perjalanan panjang dunia kicau, khususnya di Kediri hingga merambah ke berbagai kota.

Dari bawah ia berjalan.

Pernah menjadi perawat burung, joki, breeder, juri, hingga Event Organizer.

Berbagai peran pernah ia lakoni. Berbagai karakter manusia pernah ia temui. Berbagai cerita suka dan duka pernah ia rasakan.

Ia bukan cuma merawat burung agar berkualitas.

Ia juga ikut merawat semangat orang-orang yang mencintai kicauan.

Hari ini, Senin, 7 September 2026, sebuah kabar duka datang dan rasanya begitu berat untuk dipercaya.

Moch. Irfan telah menyelesaikan tugasnya di dunia.

Ia memilih pulang lebih dulu. Pulang ke rumah terakhir yang tak mengenal kata kembali. Meninggalkan sangkar, suara burung, lapangan lomba, sahabat, kawan seperjuangan, dan semua cerita yang selama ini ia bangun dengan keringat dan ketulusan.

Mungkin hari ini lapangan masih ramai.

Burung-burung masih berkicau.

Juri masih memegang bendera penilaian.

Joki masih bersiap di pinggir lapangan.

EO masih sibuk mengatur jalannya lomba.

Tapi ada satu suara yang tidak akan pernah terdengar lagi di antara riuhnya dunia kicauan…

Suara seorang Moch. Irfan.

Kawan…

 

 

Mungkin selama ini kita terlalu sibuk mengejar prestasi, mengejar juara, mengejar materi, sampai lupa bahwa hidup ini ternyata cuma sebentar.

Kita sering berkata,

"Nanti ketemu di lapangan."

"Nanti ngopi bareng."

"Nanti ngobrol lagi."

Tapi ternyata, ada kata “nanti” yang tidak pernah sempat kita tunaikan.

Dan hari ini, kita hanya bisa menatap langit sambil berbisik dalam hati:

“Selamat jalan, Irfan… maaf kalau selama hidupmu ada salah dan khilaf kami.”

Apa yang sudah engkau rintis, semoga tidak berhenti ketika langkahmu berhenti.

Apa yang sudah engkau bangun dengan jiwa dan tenagamu, semoga terus tumbuh menjadi berkah.

Semoga dunia kicauan yang pernah engkau cintai, kelak menjadi saksi bahwa pernah ada seorang Moch. Irfan yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk membuat dunia ini tetap hidup, ramai, dan terus bergerak.

Kini waktunya engkau beristirahat.

Tak perlu lagi memikirkan lomba.

Tak perlu lagi memikirkan burung siapa yang juara.

Tak perlu lagi memikirkan kelas mana yang penuh.

Tak perlu lagi mengejar waktu dan kesibukan dunia.

Biarkan kami yang meneruskan langkahmu.

Doa kami yang akan mengiringi perjalananmu.

Semoga Allah SWT mengampuni seluruh dosa dan khilafmu, menerima seluruh amal baikmu, melapangkan kuburmu, menerangi tempat peristirahatanmu, dan menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya.

 

 

Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan.

Karena kehilangan seseorang yang sudah begitu lama menjadi bagian dari perjalanan hidup, bukanlah perkara mudah.

Tapi percayalah…

Orang baik mungkin pergi dari pandangan, tapi tidak pernah benar-benar pergi dari kenangan.

Namamu akan tetap hidup dalam cerita.

Dalam obrolan para kicaumania.

Dalam lapangan-lapangan yang pernah kau singgahi.

Dalam burung-burung yang pernah kau rawat.

Dalam orang-orang yang pernah kau bantu.

Dan dalam hati mereka yang pernah berjalan bersamamu.

Hari ini kita menangis bukan karena engkau kalah.

Justru karena engkau telah menyelesaikan perlombaanmu dengan baik.

Kini waktumu pulang…

Kami yang masih berada di sini hanya bisa melanjutkan perjalanan sambil membawa kenangan tentangmu.

Selamat jalan, Moch. Irfan…

Selamat jalan, kawan seperjalanan.

Terima kasih telah menjadi bagian dari cerita panjang dunia kicauan.

Semoga di tempat yang baru, engkau menemukan kedamaian yang selama ini kita semua cari di dunia.

Al-Fatihah…

“Burungmu mungkin telah berhenti berkicau di lapangan, tapi jejakmu akan terus berkicau di hati orang-orang yang pernah mengenalmu.”

BROSUR & AGENDA LOMBA, KLIK DI SINI

 

KATA KUNCI: moch irfan pare kediri

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp