ROBERT DIAPIT ALDO (MEWAKILI DEKI) DAN MR KING


ROBERT PANTAU PEDULI COVID-19, #4: Take Over Dua Burung, Cara Robert Pantau Gairahkan Hobi Burung di Tengah Pandemi

Di tengah-tengah gelaran Robert Pantau Peduli Covid, diam-diam Robert juga memantau jago dan kemudian memutuskan untuk take over. Ada dua jago yang kemudian dilipatnya, masing-masing burung bahan milik Mr. King Kawaguci, dan satu lagi peraih juara 2 yaitu Siluman milik Mr. Deki Sutriyo.

Nilainya pun lumayan. Jago milik Mr. King yang masih bahan, tapi sudah memiliki panjang ekor sekitar 23 cm, dilego 75 juta rupiah, sementara jago milik Deki yang sudah memilik jam terbang lumayan tinggi, dimahar 125 juta.

 

 

Mungkin Anda bertanya, kok nilainya tidak fenomenal, termasuk “biasa” saja, kok seorang Robert Pantau beli burung “hanya segitu”.

Robert melakukan take over ini memang bukan semata ingin memperkuat amunisi yang sudah cukup banyak. Ada tujuan lain yang langsung atau tidak langsung ingin ia capai.

“Biar kondisi hobi burung bisa bergairah lagi. Saya berharap transaksi ini sedikit banyak bisa menyegarkan suasana, kelesuan yang selama ini dikeluhkan banyak pihak, sedikit demi sedikit bisa terurai.”

 

Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.

 

Robert berharap baik Mr. King maupun Deki juga menggunakan sebagian uang itu untuk kembali berbelanja burung. Apalah itu, mau yang masih bahan atau yang sudah setengah jadi.

“Jadi biar di pasar muncul permintaan baru. Kita harapkan ada efek karambolnya, transaksi kecil ini bisa jadi pemicu untuk transaksi-transaksi berikutnya. Transaksi itu mungkin kecil nilainya, tidak masalah, yang lebih penting itu bagaimana agar ada transaksi yang meluas dan melibatkan banyak pihak. Insya Allah akan ramai lagi hobi burung berkicau.”

 

Hari ini belum pakai TWISTER? Segera merapat di kios-kios / agen terdekat, bila belum ada mintalah untuk menyediakan, biar Anda dan para kicau mania lainnya lebih mudah mendapatkannya. Coba dan buktikan kualitasnya, dan berikan respon melalui hotline 08112663908.

 

Tak over total senilai sekitar 200 juta mungkin dianggap masih kecil oleh sebagian pihak, atau setidaknya belum dianggap mencapai level fenomenal. Tapi ingat, di gelaran ini semua biaya ditanggung oleh Robert, seperti uang untuk hadiah, tropi, kepanitiaan, publikasi, serta perangkat dan perabot lomba lainnya. Robert harus menggelontorkan biaya yang cukup besar, sehingga memungkinkan semua hasil penjualan tiket 100 persen didonasikan untuk mereka yang terdampak Covid-19.

Hasilnya pun membuat kita geleng-geleng kepala dan layak untuk mengacungi jempol kepada Robert. Dari 1.187 lembar tiket seharga 30, 50, 100, dan 150 ribu, terkumpul dana sebesar Rp 100.050.000,00 (-seratus juta lima puluh ribu rupiah-). Seluruhnya benar-benar akan disalurkan untuk donasi, tidak akan dipotong sepeser pun untuk biaya ini itu.

 

 

Menurut Agung Qpit selaku penyelenggara lomba dari BnR Magelang, serta Tobil Nanang Kusuma yang dipercaya menjadi Ketua Panitia, nantinya penyalurannya mau dalam bentuk apa dan dikirim ke mana, juga akan dilaporkan kepada publik.

“Kami masih terus kerja secara maraton untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Semoga amanah dari seluruh peserta yang telah mendonasikan uangnya sesuai tiket yang sudah dibeli ini, bisa kami jalankan dengan baik. Mohon doa dan dukungannya,” ujar Tobil yang diiyakan oleh Agung. [maltimbus]

 

DATA JUARA ROBERT PANTAU PEDULI COVID-19, KLIK DI SINI

 

Yang di desa, di kota. Yang ikut lomba atau sekadar didengar suaranya di rumah. Dari generasi ke generasi sudah memakai TOPSONG.

KATA KUNCI: robert pantau peduli covid-19 robert pantau mr king deki sutriyo

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp