
PANITIA DAN JURI ROAD TO PIALA RAJA FEAT KOPDAR AKAR RUMPUT
ROAD TO PIALA RAJA FEAT KOPDAR AKAR RUMPUT WONOGIRI
Gandeng Kicaumania Akar Rumput, Sejumlah Gaco Curi Perhatian
Menggandeng kicaumania akar rumput, Road To Piala Raja Feat Kopdar Akar Rumput yang diadakan pada Selasa, 25 Agustus 2026 di Kolam Keceh Bulusulur, Wonogiri berlangsung sukses. Di gelaran ini, sejumlah gaco berhasil mencuri perhatian. Siapa saja?
Road To Piala Raja Feat Kopdar Akar Rumput Wonogiri yang diadakan pada Selasa, 25 Agustus 2026 di Kolam Keceh Bulusulur, Wonogiri berlangsung ramai dan meriah. Event yang diprakarsai oleh Mr. Agus Black Jazz dan kawan-kawan ini diikuti oleh pemain Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, Karanganyar, Sragen, Ponorogo, dan Pacitan.

SUASANA LOMBA DI ROAD TO PIALA RAJA FEAT KOPDAR AKAR RUMPUT
Menggandeng kicaumania akar rumput dan sejumlah komunitas, lomba kali ini diharapkan menjadi bukti kalau event-event PBI bukan hanya milik pemain besar atau kalangan tertentu saja. Penuhnya peserta di kelas cucak hijau, cendet, dan kenari komunitas merupakan bukti betapa besarnya animo kicaumania akar rumput untuk mengikuti gelaran kali ini. Kelas anis merah dan kacer komunitas pun terpantau lumayan ramai.
Selain untuk pemanasan ke Piala Raja yang akan diselenggarakan pada Minggu, 20 September 2026, Agus Black Jazz mengungkapkan tujuan diadakannya lomba ini adalah mengembalikan kepercayaan kicaumania akar rumput ke PBI. “Kalau selama ini ada kesan yang bisa juara di PBI hanya itu-itu saja, dengan adanya lomba ini kita buktikan kalau PBI sudah berubah. Semua punya kesempatan menjadi juara di PBI, termasuk pemain akar rumput. Kita tunjukkan lomba-lomba PBI untuk semua kalangan, semua punya kesempatan menang,” tandasnya.

PEMBERIAN TALI ASIH UNTUK MASYARAKAT
Dibuka dengan seremonial menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PBI, lomba kali ini dilanjutkan dengan pemberian tali asih kepada masyarakat dan perwakilan gantangan lokal. Momentum berbagi ini menjadi salah satu ciri khas event-event yang diinisiasi oleh Agus Black Jazz.
Diikuti oleh gaco-gaco prospek dari berbagai daerah, salah satu laga yang menarik perhatian di event kali ini adalah kelas utama Murai Batu Ring Black Jazz. Andalas, amunisi andalan Hengky TFTT meraih juara pertama di kelas ini setelah bersaing sengit dengan Alexis (Aripin / Probo) dan Hanilo (H. SWD). Di kelas lain, Andalas berhasil meraih juara 2 Murai Batu Ring Aji Somo A dan juara 1 Murai Batu Ring Aji Somo B.

PAG SF. MB AMOZ JUARA MURAI BATU RING AJI SOMO A
Amoz, amunisi milik Mr. R - PAG SF berhasil menduduki podium pertama di kelas Murai Batu Ring Aji Somo A yang merupakan kelas pembuka. Tampil maksimal dengan membawakan materi lagu rancak dan durasi kerja tuntas, Amoz terlihat paling mencolok dan tak terbendung oleh rival-rivalnya. Team asal Solo ini juga berhasil menempatkan cucak hijau Holden di posisi kedua Cucak Hijau Konservasi.
Gaco lain yang berhasil mencuri perhatian di kelas murai batu adalah Anak Rantau, amunisi andalan Aud-Zigg - Black Team yang berhasil menduduki peringkat ketiga Murai Batu Ring Wonogiri Bersatu. Tampil mencolok dengan membawakan seabreg materi lagu rancak dan gaya tarung menekan, gaco di Gantangan 17 ini sempat digadang-gadang akan menjadi pemenang.

NEW WAHANA BC. MONCER BERSAMA MB TESLA DAN AM MAJESTIC
Di kelas Murai Batu Muda Ring Aji Somo, penampilan impresif Sakera mampu mengantarkan amunisi milik Mr. Siwin ini keluar sebagai pemenang. Meski usianya masih muda, penampilan Sakera berhasil mencuri perhatian karena pembawaan lagunya yang tertata dan rapat.
Tesla, amunisi milik Mr. Teguh New Wahana BC Baturetno berhasil meraih juara pertama Murai Batu Muda Ring Konservasi setelah tampil mempesona dengan membawakan materi lagu bagus dan gaya tarung sujud-sujud. Tim asal Baturetno ini juga berhasil menempatkan Majestic di posisi kedua kelas Anis Merah Komunitas.

KRU H. ALI. TAMPIL MENCOLOK DI KELAS CENDET KOMUNITAS, ONTOSENO TEBAR ANCAMAN
Penampilan maksimal yang diperlihatkan oleh cendet Ontoseno di kelas Cendet Komunitas berhasil mengantarkan amunisi milik H. Ali ini keluar sebagai pemenang. Membawakan materi lagu panjang dan sambung menyambung, Ontoseno berhasil mengalahkan gaco-gaco mapan lain.
Dikenal sebagai salah satu cendet prospek dengan ciri khas materi lagu panjang, Ontoseno memang menjadi salah satu kuda hitam yang harus diperhitungkan. Kalau sedang onfire dan tidak melakukan kesalahan, Ontoseno pasti akan dilirik oleh juri karena lagunya yang panjang-panjang dan mencolok.

SERDADU TEAM. KENARI BANYU LANGIT DAN MANDURO JUARA 1, 1, 3, 3, 4, 6
Penuhnya kelas kenari di gelaran kali ini tak lepas dari peran komunitas Wonogiri Canary Team yang kompak dan berkomitmen hanya mengakomodasi kenarimania lokal Wonogiri. Banyu Langit, kenari milik Reza Serdadu Perang SF sukses menduduki podium pertama Kenari Standar Allsize Wonogiri A dan podium ketiga Kenari Standar Allsize Wonogiri C.
Manduro, amunisi milik Tomin yang masih satu team dengan Reza juga berhasil menduduki podium ketiga Kenari Standar Allsize Wonogiri B dan podium pertama Kenari Standar Allsize Wonogiri C. Hal ini menjadi bukti kalau gaco-gaco yang dikawal oleh Reno dan kawan-kawan ini mempunyai kualitas mumpuni.

PANITIA ROAD TO PIALA RAJA FEAT KOPDAR AKAR RUMPUT
Di akhir gelaran, Agus Black Jazz mengucapkan terima kasih atas kehadiran peserta di Road To Piala Raja Feat Kopdar Akar Rumput dan meminta maaf apabila ada kekurangan selama berlangsungnya lomba. Sampai berjumpa lagi di Piala Raja ke-26 besok Minggu, 20 September 2026 di Taman Candi Prambanan. [asp]

AGUS BLACK JAZZ BERSAMA H. SWD BEGAL SF

ASHA SHC DAN WAHYU BAROMETER

HENGKY TFTT. MB ANDALAS BORONG JUARA

ARIPIN/PROBO. MB ALEXSIS RUNNER UP KELAS UTAMA

WINARSO JATIPURO. MB ANAK RANTAU CURI PERHATIAN

MR. SIWIN. MB SAKERA JUARA MURAI BATU MUDA RING AJI SOMO

BERITA LAINNYA
KATA KUNCI: road to piala raja feat kopdar akar rumput wonigiri













