RIBUAN BURUNG PIPIT MATI MENDADAK (ig. infobadung)


RIBUAN BURUNG PIPIT MATI MENDADAK DI BALI

Meski Dianggap Hama, Ini Pentingnya Kita Tetap Menjaga Keberadaannya

“Ah hanya burung pipit atau emprit, tidak ada harganya, lagian itu juga hama buat pak tani, paling dijaring, diwarnai, dijual buat mainan anak kecil.” Mungkin itu yang ada di benak kita saat beberapa hari lalu viral matinya ribuan burung pipit di Gianyar Bali.

Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi Sukabumi, akhir bulan Juli yang lalu. Benarkah burung pipit tak ada manfaatnya bagi lingkungan, bagi manusia, atau lebih sempit lagi untuk para petani? Burungnews mencoba menelusuri, termasuk mewawancarai ahli.

Vidio yang menyiarkan ribuan burung pipit mati berjatuhan dari pohon asam di Gianyar Bali, kemudian viral. Hampir semuanya kemudian mati. Hal ini pun lantas menjadi perhatian pihak-pihak yang berkompeten.

 

 

BURUNG PIPIT, DIANGGAP HAMA OLEH PETANI (dok. istimewa)

 

Ada beragam penjelasan dan dugaan mengenai matinya ribuan burung yang secara salah kaprah sering dianggap sebagai “hama” oleh para petani, khususnya petani padi. Mulai dari cuaca ekstrim, hingga kemungkinan keracunan pestisida.

Pihak berwenang sendiri sudah memberikan respon dan mengaku segera meneliti sampel agar tahu pasti penyebabnya. Baik dari Dinas Kesehatan Hewan maupun BKSDA setempat, tetap menyebutkan dan menggarisbawahi pentingnya menjaga keberadaan burung pipit dan hewan liar lainnya untuk menjaga keseimbangan lingkungan.

Bagi sebagian besar petani, keberadaan burung pipit dalam jumlah yang besar memang dirasa mengganggu dan merugikan. Mereka butuh pekerjaan ekstra untuk menjaga padi-padi yang mulai menguning agar tetap bisa panen.

Beragam cara dilakukan, seperti cara lama secara manual dengan membuat “memedi”, sampai bunyi-bunyian untuk menakut-nakuti atau mengusir burung pipit bila mendekat ke area sawahnya. Di masa pertanian modern, sebagian petani yang bermodal memasang jaring atau net agar burung-burung pipit tidak sampai menembus dan memakan bulir padi.

Bila di satu sisi burung ini dianggap sebagai salah satu “musuh” petani, apa pentingnya kita harus menjaga keberadaan burung pipit, apa burung ini juga punya sisi lain yang memberikan manfaat? Burungnews mencoba memewancari ahli satwa liar dan keanekaragaman hayati dari Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada, Dr. Sandy Nurvianto, S. Hut, M.Sc.

“Pada dasarnya, Tuhan menciptakan segala sesuatunya pasti ada manfaatnya, bukan suatu kebetulan semata. Demikian pula pada beragam binatang dan tumbuhan, bahkan yang selama ini dianggap sebagai pengganggu atau hama sekalipun. Di balik itu pasti ada manfaatnya, baik secara langsung atau tidak, baik terlihat atau terpendam,” ujarnya memulai penjelasan.

 

Dr SANDY NURVIANTO (dok. pribadi)

 

Sandy tidak menampik bila keberadaan burung pipit dalam jumlah yang besar, terutama bila sudah over populasi, sangat mengganggu para petani. Menurutnya, semua itu bukan alasan untuk membasmi atau memusnahkannya.

“Sekarang mungkin belum terasa, tapi nanti bila benar-benar burung pipit atau beberapa jenis burung pemakan bijian lainnya punah, pasti akan terasa ada yang berubah, termasuk bagi para petani.”

Ditekankan oleh Sandy, yang perlu dilakukan adalah pengendalian, dan itu bisa dilakukan secara alami. “Cara mengendalikan hama termasuk burung pipit secara alami sebenarnya bisa berkaca kembali pada bagaimana orang tua kita dulu bertani.”

 

TWISTER GOLD, salah satu pakan burung yang disebut paling cocok untuk murai batu, hwamey, anis merah, kacer oleh para kicaumania yang sudah mencoba dan kemudian terus memakainya termasuk untuk jenis burung pemakan serangga lainnya. Tersedia juga TWISTER SEAWEED, ANTI STRES, MASTER, serta TWISTER TROTOLAN untuk meloloh pemakan serangga dan TWISTER BUBUR untuk meloloh pemakan bijian.

INGAT! Sekarang sudah tersedia kupon / vocher hadiah langsung tanpa diundi dalam kemasan semua varian TWISTER. Dapatkan ratusan hadiah menarik seperti kompor gas, kulkas, TV LCD, sepeda motor, hingga mobil baru. Berlaku sampai 31 Desember 2021. (Kupon yang diterima konsumen setelah 31 desember, tetap berlaku, bisa diurus hadiahnya lewat kios/agen tempat membeli pakan tersebut)

 

Sandy kemudian mengajak untuk mengingat keberadaan tanaman lain di pematang sawah, atau paling tidak di pinggiran sawah yang sekarang mulai menghilang. “Coba perhatikan di area persawahan sekarang, sepanjang mata memandang hanya melihat tanaman padi saja. Secara teori pertanian, keberadaan tamanan sela mungkin memang bisa mengurangi produktivitas panen, dia mungkin ikut “nyerobot” menyerap kesuburan tanah dan menghalangi sebagian sinar matahari yang seharusnya sepenuhnya untuk padi. Bila dihitung lebih dalam dan luas, belum tentu sesederhana itu.”

Keberadaan tanaman lain di pematang atau pinggir sawah, termasuk tanaman yang memiliki tegakan, secara langsung atau tidak juga akan membantu para petani dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Dulu di pematang juga ada banyak tanaman lain, baik tanaman pangan seperti jagung, kacang-kacangan, umbi-umbian, atau berupa tegakkan lainnya seperti pohon turi. Di bagian pinggir sawah bahkan tanaman yang lebih besar seperti pisang, kelapa, hingga yang lebih teduh.

 

BARU... TOPSONG PREMIUM, mengandung enzim alami serangga, burung lebih gacor, daya tahan lebih tinggi. Tersedia TOPSONG PREMIUM ANIS MERAHMURAI BATUHWAMEY (PREMIUM GOLD), LARK / BRANJANGANMINI PELETBEO.

Segera dapatkan di kios langganan Anda, buktikan perbedaannya.

 

“Keberadaan pepohonan, akan menjadi rumah bagi jenis burung yang lain. Area persawahan tidak semata menjadi habitat bagi burung pipit dan pemakan bijian lain. Di situ juga ada predator alami burung pipit seperti pentet atau cendet. Kita tahu, sekarang semakin sulit menjumpai burung pentet di area persawahan. Selain karena “rumah”-nya sudah tidak ada, juga karena banyak diburu dan ditangkap.”

Keberadaan tanaman apakah itu perdu atau tegakan, juga akan menjadi tempat hidup bagi jenis burung pemakan serangga lainnya, misalnya kutilang, trucukan, dan banyak jenis lainnya. Bila di area yang sama banyak dijumpai jenis burung lain, setidaknya gerombolan pipit tidak merasa sendirian dan paling “berkuasa”.

Tanpa ada tanaman lain, area sawah seakan menjadi lumbung pangan atau “restoran” bagi burung pipit dan sejenisnya. Kita membiarkan mereka berpesta tanpa ada yang menjadi pesaing atau mengganggu.

“Kalau manfaat langsung, burung pipit itu kan juga makan biji-bijian gulma yang mengganggu tanaman padi, selain juga menyebarkan ke tempat yang lain. Artinya, burung pipit sebenarnya juga membantu para petani mengendalikan pertumbuhan gulma.”

Dari berbagai publikasi ilmiah, Sandy menyebutkan bila di area sawah yang jarang burungnya, termasuk burung pipit, akan ditemui banyak hama lainnya, seperti wereng. Sebaliknya bila beragam burung masih banyak dijumpai, keberadaan wereng berkurang signifikan.

 

Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.

 

“Tidak hanya pada tanaman padi sebenarnya, pada kontek pertanian di negara lain, juga pada tanaman bijian seperti gandum.”

Ini baru sebagian contoh yang gampang saja, betapa pentingnya kita menjaga keberadaan burung-burung liar tetap ada dan lestari, selain itu keseimbangannya juga harus tetap dijaga. “Terlalu banyak mengambil apalagi sampai memunahkan salah satunya, misalnya burung pentet tadi, juga tidak baik, karena membuat jenis lain seperti pipit berpotensi over populasi sehingga meningkatkan gangguan pada tanaman padi atau jenis bijian lainnya. Intinya, manfaat yang kita peroleh dari menjaga keragaman hayati itu sangatlah besar, karena itu harus harus tetap kita jaga, demi masa depan anak cucuk kita,” tandas Sandy. [maltimbus]

AGENDA & BROSUR LOMBA, KLIK DI SINI

 

ARTIKEL DAN VIDIO TERKAIT:

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Info Badung Bali (@infobadung)

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Info Badung Bali (@infobadung)

 

ARTIKEL TERKAIT:

FENOMENA MISTERIUS BURUNG PIPIT DI SUKABUMI MATI MASAL

KESAKSIAN PEREKAM VIDIO VIRAL BURUNG PIPIT BERJATUHAN DI BALI, JUMLAHNYA RIBUAN BUKAN RATUSAN

ANILISIS BKSDA MATINYA RATUSAN BURUNG DI BALI, KERACUNAN PESTISIDA

 

 

KATA KUNCI: burung pipit ribuan burung pipit mati keanekaragaman hayati keseimbangan ekosistem dr. sandy nurvianto ahli hewan liar ugm predator alami

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp