MR PRIO IKUT MENGAWASI JALANNYA PENILAIAN DI-EVENT RGN


RADJA CUP 2

Calon Peserta Ada yang Mulai Resah, Kasak-Kusuk Pengin “Nitip”, Mau Tahu Bocoran Juri yang Akan Bertugas?

Meski digelar di tengah situasi yang tidak normal, Radja Cup 2 pada Minggu 2 Agustus di Cibubur tetap akan dibanjiri kicaumania. H-3, calon peserta ada yang mulai resah, pengin “titip’ biar bisa juara. Itu artinya harus tahu siapa-siapa juri yang bakal bertugas. Mau bocorannya, baca sampai tuntas ya.

Benarkah pihak panitia belum memutuskan juri-juri yang bakal bertugas, atau sudah mengantongi nama-nama dan sudah ditandatangani tapi masih disimpan?

Sekjen RGN Asep DM membenarkan bila sampai hari Kamis 30 Juli, para juri memang belum ada yang menerima SK atau Surat Tugas. “Kalau tanya saya, juga sama, tidak tahu siapa-siapa yang bakal bertugas,” jelasnya.

 

 

Terus kapan Surat Tugas itu bakal dikirim ke para juri? “Itu saya tidak dalam kapasitas untuk memberitahu. Yang jelas di RGN, Surat Tugas selalu diberitahukan kepada juri yang bersangkutan mepet hari H,” ujarnya diplomatis.

Mekanisme penentuan juri di RGN adalah, tiap Pengurus Daerah mengajukan nama, lalu Ketua Umum yang kemudian menyeleksi dan memutuskan siapa-siapa yang akan tugas. “Dalam membuat keputusan, bisa saja beliau akan meminta pendapat atau nasehat kepada pengurus yang lain, atau siapa saja yang menurut beliau bisa memberikan nasehat yang pas. Tapi keputusan akhir tetap pada beliau,” imbuh Asep.

Di tingkat daerah, juri yang tidak diajukan mungkin sudah tahu, misalnya karena pertimbangan rotasi atau bergantian. Karena dia sudah bertugas di event sebelumnya, maka yang besuk giliran yang lain. Artinya, kemungkinan besar dia tidak akan tugas.

 

Hari ini belum pakai TWISTER? Segera merapat di kios-kios / agen terdekat, bila belum ada mintalah untuk menyediakan, biar Anda dan para kicau mania lainnya lebih mudah mendapatkannya. Coba dan buktikan kualitasnya, dan berikan respon melalui hotline 08112663908.

 

Ada pun juri yang diajukan Pengurus Daerah, juga belum otomatis akan bertugas. “Karena semua tergantung keputusan Ketua Umum, yang tentunya melalui pertimbangan yang matang dan objektif, bukan berdasarkan suka dan tidak suka.”

Namun, Asep sedikit membuka “rahasia”. “Biasanya pemberitahuan apakah seorang juri dapat Surat Tugas atau tidak, berdasarkan domisili, atau jarak dari tempat tinggal yang bersangkutan ke lokasi lomba. Semakin jauh, akan diberitahukan lebih awal. Tujuannya, agar yang bersangkutan cukup waktu untuk sampai lokasi setelah mendapat pemberitahuan tersebut.”

Lalu, bagaimana dengan sejumlah calon peserta yang tampak sudah gusar tak sabar pengin segera tahu juri yang bertugas agar bisa segera mengkondisikan burungnya?

 

 

“Jadi begini, pesan saya ini boleh dianggap serius, juga boleh tidak. Anda para calon peserta Radja Cup yang merasa punya banyak duit dan tidak sayang menghambur-hamburkan uang dengan tujuan mempengaruhi penilaian agar bisa dibela dan diamankan juaranya, silakan saja. Mungkin merasa dekat dengan juri tertentu, pengurus tertentu, atau ada pihak lain di luar team juri atau pengurus RGN tapi mengaku bisa jadi perantara juara, ya silakan saja. Tapi bila di lapangan Anda merasa burung Anda kok tidak mendapat perlakuan lebih, diperhatikan lebih, dibela lebih, tidak diistimewakan, sementara Anda merasa sudah mengeluarkan banyak uang, ya jangan salahkan kami,” tegasnya.

 

 

Bagaimana mekanisme penugasan juri di lapangan, bisakan melakukan request untuk bertugas di kelas / sesi tertentu. Bagaimana dengan penilaian love bird, apakah juri bisa memilih nomor gantangan yang hendak ia nilai?

“Sistem di RGN, juri tidak bisa meminta atau memilih kelas atau sesi tertentu. Dia baru tahu apakah dapat tugas menilai sesi tertentu ya saat dipanggil untuk menilai sesi yang akan berlangsung. Bahkan seorang juri yang sudah diplot untuk menilai sesi atau kelas tertentu, ketika kita ada menaruh curiga saja dia ada kepentingan, bisa saja kita batalkan, kita istirahatkan dulu di sesi tersebut, atau geser menilai di sesi atau kelas lain.”

 

Yang di desa, di kota. Yang ikut lomba atau sekadar didengar suaranya di rumah. Dari generasi ke generasi sudah memakai TOPSONG.

 

Dalam hal menilai love bird, juri juga tidak bisa memilih. “Kita bisa undi juri dapat nomor mana. Ya di tengah-tengah sambil jalan bisa saja juri tertentu memaksa bertukar tempat dengan yang lain. Tapi setelah mereka bersiap, kan masih ada mekanisme geser, bisa ke kanan, ke kiri, ke depan, ke belakang. Gesernya bisa hanya satu langkah, bisa dua langkah. Pergeseran posisi juri di kelas love bird itu bisa saja kita lakukan lebih dari sekali, tergantung situasi di lapangan. Pola pergeserannya juga berubah-ubah, jadi juri tidak bisa mengantisipasi. Dia berpikir akan geser ke kiri, ternyata kita ubah ke depan,  dan seterusnya.”

Juri yang dapat Surat Tugas jumlahnya juga selalu lebih dari kebutuhan. “Karena kita juga harus menyiapkan cadangan, termasuk untuk rotasi saat yang lain istirahat. Meski tidak kita inginkan, kita juga harus antisipasi, misalnya ada yang sakit atau kondisi kurang fit. Atau ada juri yang saat bertugas kita ditemukan melakukan tindakan tidak profesional, ya kita tidak segan-segan untuk mempersilakan dia duduk manis.”

 

Sebagai obat, terbukti efektif. Sudah sering mampu mengatasi kondisi kritis, apalagi cuma sakit "biasa". Di saat perubahan musim dari kemarau menuju penghujan seperti sekarang, juga sangat baik untuk mencegah dan menjaga agar burung tetap sehat dan selalu dalam kondisi fit, siap tempur. Bisa diberikan secara rutin 2-3 hari sekali sesuai kebutuhan. LEMAN'S, satu-satunya obat burung dengan formula + vitamin.

Lemans bisa dibeli lewat bukalapak, tokopedia, atau hubungi 08113010789, 0822.4260.5493 (Jatim Tapalkuda), 0813.2880.0432 (Jogja dan sekitar), 0815.4846.9464 (Solo Raya dan sekitar), 0813.2799.2345 (Banyumas dan sekitar)

 

Dengan berbagai cara dan langkah yang tampak rapat dan rapi untuk menghindari atau setidaknya mengurangi sejauh mungkin ada juri yang main mata dengan peserta, masihkan Anda yang biasa main kondisian yakin bisa “bermain” di Radja Cup dengan cara menelikung burung lain yang semestinya lebih berhak jadi juara?

Yang jelas, persaingan bakal berlangsung sengit. Kelas atau jenis burung favorit dan prestis seperti murai batu, cucak hijau, anis merah, kacer, kenari, serta kelas-kelas komunitas, banyak yang sudah sold out, atau setidaknya tinggal menyisakan beberapa lembar tiket saja. Modal burung dengan materis bagus saja, tanpa dibarengi kinerja maksimal dari awal sampai akhir, mungkin belum cukup untuk mengantarkan jadi juara.  [maltimbus]

AGENDA & BROSUR LOMBA, KLIK DI SINI

 

 

KATA KUNCI: radja cup 2 prio sutrisno asep dm sekjen rgn rgn radja company

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp