KAKI PIYIK LUMPUH, KASUSNYA SERING TERJADI


PIYIK LUMPUH, INDUKAN MAKAN TELUR ATAU ANAK SENDIRI, Ini Sebab dan Solusinya

 

 

 

Kasus kaki lumpuh pada pada anakan burung, seperti murai batu, cucak rawa, dan lainnya, sering terjadi. Kalau sudah telanjur kena, sulit penyembuhannya. Pencegahan, itu kuncinya.

Rangga, salah satu breeder yang ada di kawasan Turi, Sleman begitu gembira saat salah satu indukan andalan murai batunya kembali bertelur, dan kemudian menetas. Dari beberapa indukan, yang paling diandalkan ini termasuk sulit, ada saja masalahnya. Padahal kalau jadi, selalu jadi incaran konsumen.

Namun kegembiraan itu berubah jadi kebingunganan dan kesedihan. Saat piyik usia belajar terbang, ternyata kakinya nekuk kaku, tidak bisa digerakkan, alias lumpuh. Rangga mengira itu karena burung dibiarkan diloloh indukan, dan sering terlalu lama “ditindih”atau dierami oleh indukan.

Saat mencoba curhat pengalaman dengan kawan-kawan penangkar lain yang lebih senior, penyebab itu dibantah. Menurut rekan-rekannya, burung yang diambil saat indil dan diloloh di inkubator pun, sering kena seperti itu. Artinya, alasan karena ditindih indukan, mungkin salah.

Beberapa teman penangkar punya analisa lain. “Kemungkinan karena waktu belajar terbang atau lompat, saat mau nangkring tidak sempurna, terpeleset, dan jatuh. Tulang masih belum kuat untuk menahan tubuh saat jatuh. Itu mungkin jadi sebab,” ujar Rangga menirukan jawaban rekan-rekannya. Alasan itu, sepertinya juga masuk akal.

 

KAKI LUMPUH, KAKU DAN SULIT DITEKUK

Drh. Jatmiko, salah satu dotker hewan specialis burung di Jogja, ternyata juga sangat sering menangani burung yang kakinya lumpuh. Menurut Jatmiko, penyebab kaki lumpuh dan semacamnya, secara medis bisa saja disebabkan karena kekurangan asupan kalsium.

Pada indukan, bila kekurangan kalsium bisa dilihat dengan beberapa ciri. Mulai dari makan telurnya sendiri, motong bulu besar, bisa juga makan anakannya sendiri.

Asupan kalsium bisa didapat dengan beberapa cara. Seperti produk Calvit yang sudah dipadu dengan vitamin. Bisa juga didapatkan antara lain dari asinan. Penjemuran walau pun sebentar juga diperlukan, dan bisa mengurangi risiko di atas.

Dipasaran, asinan bisa didapat dalam bentukan kerang-kerangan laut. Selama ini, asinan lebih banyak diterapkan oleh para breeder perkutut, dan merpati. Sementara pada jenis ocehan, masih banyak yang belum memberikan.

 

ASINAN HALUS + VITAMIN DAN MINERAL. COCOK UNTUK INDUKAN, ANAKAN, & BURUNG LOMBA

 

Asinan yang sudah ditumbuk halus dan dibersihkan, juga sudah ditambah dengan vitamin dan mineral lainnya, juga dikeluarkan oleh Topsong, nama produknya Top Grit. Lagi lagi, produk ini juga banyak dimanfaatkan oleh para peternak merpati, khususnya merpati balap. Baru beberapa breeder ocehan seperti murai batu yang memanfaatkannya dengan baik. Memang di pasaran belum begitu luas peredarannya.

Pada indukan, asinan bisa meningkatkan produksi, telur bisa lebih banyak, juga lebih “ngisi”, lebih berdaya tetas, dan piyikan disebutkan lebih tahan juga. Tingkat kematian menurun, selain itu, juga terhindar dari kemungkinan kaki lumpuh.

Seperti disebutkan oleh Drh. Jatmiko, juga bisa menghindarkan dari indukan memakan telur sendiri, mematuk dan motong bulu besar, sampai menyerang dan memakan anak sendiri.

Pemakaian awal asinan Top Grit, bisa dicampur dengan pakan atau kroto yang disuka oleh si burung. Bisa tidak diganti-ganti, asal tidak basah. Begitu basah, harus diganti, sebab bisa mengganggu pencernaan.

 

 

[Yuk berbagi cerita dan berita terkait hobi burung berkicau. Barupa hasil lomba, profil, tips, brosur lomba, breeding, dan lainnya. Foto pendukung jelas / tidak pecah. Untuk brosur juga tidak pecah, minimal 500 kb. Emailkan ke burungnews@gmail.com, redaksi@burungnews.com, fb burungnews]

BERITA LAINNYA

Copyright BurungNews @ 2014 - 2017 Developed by JogjaCamp