ROBERT PANTAU DAN KRU. AM RA UMUM BORONG TROPI


PIALA RAJA KE-21, #29

Anis Merah RA Umum, Konsisten No KKN Tetap Borong Juara, Incar d’Pongs dan Kerajaan Kediri + VIDIO

Aksi borong juara sedang menjadi trend bahkan keniscayaan bagi anis merah Ra Umum. Banyak yang dibuat geleng-geleng kepala oleh power dan materi lagunya.

Gaco milik Robert Pantau dari Jogja ini, dalam beberapa bulan terakhir memang selalu memborong juara di event-event akbar nasional, lintas blok dan lintas EO. Beberapa di antaranya, Piala Pasuruan, The Premier of Java, Piala Pariwisata Magelang, Balekambang Kumandang, dan terakhir di Piala Dunia-nya lomba burung berkicau, Piala Raja Yogyakarta ke-21 (28/11).

 

 

TOPO KEDIRI, ITOK SOLO, DAN ROBERT PANTAU

 

Hebatnya, semua itu diraih secara apa adanya, murni dari perfoma dan kualitas burung. Sejak awal memutuskan untuk melanjutkan kiprah sang bapak, Anton Yuwono, Robert memang bertekad untuk bermain dengan sportif dan fairplay.

“Kalah dan menang itu soal biasa, namanya kompetisi. Yang kalah pasti jauh lebih banyak dari yang menang. Begitu kan hukumnya lomba. Bagi saya, lebih baik kalah secara terhormat, daripada juara tapi dengan cara yang merugikan orang lain, melanggar hak orang lain. Kita mungkin bisa bergaya bak juara, padahal jadi gunjingan dan dicibir orang banyak. Kalau saya, itu malu, pantangan. Mohon doanya supaya bisa tetap menjaga sikap seperti ini selamanya,” begitu Robert sering mengulang-ulang pernyataannya.

 

ROBERT PANTAU DAN SEBAGIAN TROPI YANG DIDAPAT AM RA UMUM

 

Dengan cara Robert, cara sportif dan fairplay, ternyata tidak menghalangi untuk tetap bisa merebut juara. “Sebenarnya, tidak selalu manis seperti itu. Kalah juga sering loh, baik karena memang kalah, atau dari sudut pandang saya lebih karena dikalahkan, dirugikan, dilanggar hak burung saya untuk menang. Jujur pada situasi seperti itu memang tidak enak, bagaimana rasana begitu.”

Bercermin dari tahu dan paham rasanya ketika jadi “korban” atau penyintas di lomba burung, Robert pun tidak mau dirinya menjadi “pelaku” yang melanggar atau menjadikan peserta lain dirugikan olehnya.

 

KEGEMBIRAAN ROBERT KETIKA RA UMUM KONCER A

 

“Sebenarnya, hanya ingin menjalankan konsep yang sederhana. Kalau tidak mau disakiti, ya jangan menyakiti. Jangan mentang-mentang sedang punya kuasa. Kuasa itu kan macam-macam, bisa karena jabatan, dan terbanyak biasanya karena merasa punya uang. Saya secara sadar selalu berusaha untuk lepas atau menghindar dari itu semua itu.”

Setiap burung, punya kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Tidak ada yang sempurna. Demikian pula dengan anis merah Ra Umum. Bahkan, pada saat awal dibeli, banyak yang meremehkannya. Hal ini juga diakui dan pernah dirasakan oleh Rico, sang mekanik.

 

RICO. SUKSES KAWAL RA UMUM

 

Setahun lebih jadi burung “rumahan” barulah Ra Umum mulai menunjukkan potensi yang sesungguhnya. Powernya benar-benar top, kalau menggelontorkan suara benar-benar los, ngeblong tanpa “rem”, sehingga volumenya terdengar lantang sampai jauh ke luar pagar tempat para penonton menyaksikan. Materi lagunya juga cukup komplet, juga terdengar jelas. Ini tak bisa dicuri.

Tentu juga ada kritik. Orang menyebut gaya kurang mewah, teler kurang mentok, kurang pules, dan semacamnya. Rico, juga Robert sang bos, mengakui, secara gaya, memang banyak lawan yang bisa menunjukkan show dengan lebih baik.

 

Burung yang sebelumnya bunyi tiba-tiba MACET dan memBISU? Berikan MONCER-1 selama beberapa hari, lihat perbedaannya dalam 5-7 hari, dijamin langsung JOSS kembali.

 

“Kalau kita mau mengacu pada pakem awal lomba burung berkicau yang saya kira berlaku umum di semua EO, bobot tertinggi kan pada variasi atau materi lagu dan volume. Gaya itu sifatnya pendukung. Tentu saja, semua berharap bisa punya burung yang sempurna, lengkap baik dari sisi materi lagu, volume, gaya, dan fisik. Mungkin ada, tapi sulit tampil, puluhan kali digantang hanya mau tampil sekali dua kali. Kan tetap saja itu namanya sisi lemah,” jelas Robert lagi.

Apa pun, Robert mengaku tetap terbuka dengan segala kritik tersebut. “Ya saya oke saja, tidak baper, faktanya memang begitu, dengan segala kelebihan Ra Umum ya tetap punya sisi lemah. Pun dengan burung-burung top lainnya. Penting kembali saya tekankan dan garis bawahi, ketika Ra Umum juara, itu sepenuhnya keputusan dan pertimbangan para juri. Saya tidak pernah intervensi baik langsung atau tidak langsung.”

 

 

Robert kembali mengulang sikapnya. “Saya ingin mengulangi lagi, meski sudah sering saya katakan, berkali-kali bahkan. Saya lomba tak pernah main titip, bisik-bisik, atau cara-cara lain yang lebih senyap, halus, dan tak terlihat oleh orang lain. Apa adanya saja. Apa pun hasilnya jadi lebih plong, tidak punya beban kepada siapa pun. Terpenting tidak berbohong pada hati nurani, tidak pongah dan menyakiti diri sendiri. Coba renungkan, masa sih kita tega membohongi diri sendiri. Tahu burung kita sedang tidak kerja, tidak layak, tapi tetap terlihat bangga ketika dijuarakan. Sekali lagi, mohon doanya supaya hal seperti ini tidak terjadi pada diri saya.”

Itulah yang terjadi di Piala Raja. Robert masih kekeh dan konsisten menjalankan sikap dan prinsipnya. Hanya bermodal tiket dan penampilan burung semata. Hasilnya, Ra Umum membawa pulang 3 kali juara 1 dan 2 kali runner up. Sesuatu yang sangat membanggakan untuk gelaran sekelas Piala Raja, yang diakui secara luas oleh publik kicaumania sebagai Piala Dunia-nya lomba burung berkicau.

Di penghujung tahun 2022, Robert sudah kembali merencanakan jago-jagonya untuk kembali berlaga dan meramaikan sejumlah gelaran, mulai d’Pongs Bird Festival di Semarang (12/12), hingga Piala Kerajaan Kediri (19/12).

 

TWISTER GOLD, salah satu pakan burung yang disebut paling cocok untuk murai batu, hwamey, anis merah, kacer oleh para kicaumania yang sudah mencoba dan kemudian terus memakainya, termasuk untuk jenis burung pemakan serangga lainnya. Tersedia juga TWISTER SEAWEED, ANTI STRES, MASTER, serta TWISTER TROTOLAN untuk meloloh pemakan serangga dan TWISTER BUBUR untuk meloloh pemakan bijian.

INGAT! Sekarang sudah tersedia kupon/voucher hadiah langsung tanpa diundi dalam kemasan semua varian TWISTER (burung berkicau, lovebird, perkutut, merpati) dan/atau NICE (anjing, kucing). Dapatkan ratusan hadiah menarik seperti kompor gas, kulkas, TV LCD, sepeda MOTOR, hingga MOBIL baru. Berlaku sampai 31 Desember 2021. (Kupon yang baru diterima setelah 31 Desember, tetap berlaku, hadiah bisa diurus lewat kios/agen tempat membeli pakan tersebut)

 

Bagi Anda para pembaca burungnews.com, kabar gembira senantiasa disampaikan terus menerus. Saat ini, kesempatan semakin terbuka luas bisa meraih MOBIL, MOTOR, dan ratusan hadiah menarik lainnya, langsung tanpa diundi.

Beli terus TWISTER (burung berkicau, lovebird, merpati) dan/atau NICE (kucing, anjing). Perhatikan baik-baik saat membuka kemasan, siapa tahu Anda yang beruntung mendapatkan kuponnya. Kupon yang diterima setelah 31 Desember 2021 tetap berlaku. [team pr burungnews]

 

BROSUR EVENT PBI PASCA PIALA RAJA:

PIALA BUPATI JEPARA, 5 DESEMBER 202I, KLIK DI SINI

D'PONGS BIRD FESTIVAL SEMARANG, 12 DESEMBER 2021, KLIK DI SINI

PIALA KERAJAAN KEDIRI, 19 DESEMBER 2021, KLIK DI SINI

BROSUR DAN AGENDA LOMBA LAINNYA, KLIK DI SINI

 

VIDIO-VIDIO AKSI ANIS MERAH RA UMUM DI PIALA RAJA:

 

KATA KUNCI: piala raja ke-21 ra umum robert pantau

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp