
RAHMANTO TOTOK (d/h ABC TEAM JOGJA) DKK KOBUCIK KARAWANG
PIALA PAKUALAM 12, #3
Mengapa Totok Kobucik Tetap Pengin Datang Terus, Padahal Sulit Juara
Banyak kicaumania menganggap istilah silaturahmi dalam lomba burung sudah tidak cocok lagi di era sekarang. Kalau ada yang menyebutnya, kerap dituduh hanya pemanis lidah, gimik, dan semacamnya.
“Ah lomba itu sudah ngitung peluang juaranya, pengin juara, pengin hadiahnya. Silaturahmi, omong kosong, itu hanya omon-omon,” begitu kira-kira omongan warganet di media sosial ketika mengomentari kicaumania yang menyebut datang ke lomba dengan tujuan utama silaturahmi.
Rahmanto Totok, kini tinggal di Karawang dan bergabung dengan Kobucik BC, tentu paham itu, atau sering membaca komentar semacam itu. “Ha ha ha, ya bebas saja, namanya netizen, bisa ngomong apa saja semaunya,” katanya di sesi-sesi akhir gelaran Piala Pakualam 12, Minggu 14 Juni 2026.

SAHABAT DI ABC TEAM. TOTOK DAN H. BAGYA RAKHMADI
Nyatanya, Totok bisa dikatakan rutin datang ke Jogja tiga kali dalam setahun, mulai Jogja Istimewa di bulan Februari, Piala Pakualam antara bulan Juni-Juli, hingga Piala Raja biasanya di beberapa bulan akhir tahun. Piala Pakualam tahun ini digelar 14 Juni, dan Piala Raja rencana akan digelar pada 20 September 2026.
“Kalau tidak ada halangan yang benar-benar berarti, selalu berusaha datang. Kalau dibilang pengin juara, ya siapa yang tak ingin juara ketika ikut lomba. Tetapi itu tidak kami jadikan sebagai target utama, satu hal yang lebih penting, maaf kalau terasa tidak biasa, ya lebih karena ingin nostalgia dan silaturahmi.”
Mengapa nostalgia, Totok pernah tinggal di Jogja aktif lomba di akhir dekade 90an hingga awal 2000an. Totok bergabung dengan ABC Team, kerap ikut lomba ke mana-mana bersama mereka, seperti H. Bagya Rahmadi yang kini Ketum PBI Pusat, Bambang Wisnu, Surono, Samsulhadi, Alm. Budiharjo, YR Handoko, Ibu Ida, dan banyak lagi.
“Itu kenangan yang tak bisa dilupakan. Itu sebabnya saya masih merasa jadi bagian dari mereka, termasuk event-event terkait seperti Piala Raja, Piala Pakualam, Jogja Istimewa atau dulu dikenal sebagai event Valentine. Masih merasa memiliki. Keinginan untuk selalu hadir masih sangat kuat, bahkan seandainya tidak ada burung yang siapa hanya datang sekadar main.”
Totok mengaku, selama ini mau ke Jogja buat lomba ya hanya pesan tiket, bayar, kemudian datang dan menggantang. “Menjelang berangkat lomba, hingga setelah di Jogja, tidak pernah itu memberitahu teman-teman di Jogja saya hadir, tidak juga sampai menemui, apalagi untuk sahabat yang ikut dalam kepanitiaan, seperti misalnya H. Samsulhadi, atau pak Ketum H. Bagya. Baru ketemu, kadang juga tidak sempat, ya setelah di lapangan, biasanya menjelang lomba berakhir, sekalian pamitan.”
Selama mengikuti event-event tersebut, Totok juga mengaku belum pernah yang benar-benar juara, sebutlah 2 besar. “Di Piala Raja, beberapa kali masuk peringkat 4 atau 5. Tapi kami sudah senang dan bangga, pulang ke Karawang bawa tropi.”
Jago yang dibawa sebenarnya juga tidak remeh. “Kali ini di Piala Pakualam, kami bawa kacer dan cucak hijau ya boleh dibilang terbaik di Kobucik. Di blok barat yang persaingan kacer dan cucak hijau sangat ramai dan ketat, ketimbang di blok tengah sini misalnya, sudah kerap juara. Ada loh yang dalam sebulan satu burung bisa ngumpulin hadiah sekitar 10 juta. Tapi di sini belum hoki, mungkin lelah karena kami datang hari Sabtu. Besok ke Piala Raja pada 20 September kami akan berusaha datang lebih awal, Jumat lah paling tidak.”
Totok pun menyebutkan alasan kenapa tidak memberitahu teman-teman di Jogja ketika hendak hadir ke event seperti Jogja Istimewa, Piala Pakualam, hingga Piala Raja. “Kalau yang kebetulan panitia, kawatir kalau jadi beban. Saya ingin los saja, lawaran, lomba itu ya apa adanya saja. Juara ya karena memang juara. Kalah, meski ada yang mbisiki burung layak, ya gak papa, kan masih ada lomba lain berikutnya. Kalau selalu mikir burung kita seharusnya bisa juara, wah saya malah tidak bisa ikut lomba lagi. Ya los saja, mau kalah atau menang ya serahin saja ke juri. Selalu legowo.”

DARI KIRI: TOTOK, ROBERT PANTAU, H. BAGYA, MAMAT BAKSO, AMBON, ABAH YOSI
BERITA LAINNYA
KATA KUNCI: ramhanto totok totok abc totok ec abc totok kobucik kobucik totok karawang piala pakualam 12











