BREEDING KARENA PENGGEMAR PLECI


PIALA KETUA DPR RI

Di Sini Terbuka Mata Kita, Para Breeder Pleci Ternyata Sudah Hasilkan Ribuan Anakan

Banyak dari kita memandang sebelah mata peran para penggemar pleci dalam pelestarian. Kita beranggapan, sebagian besar dari mereka hanyalah pemanfaat dari hasil buruan di alam liar. Ternyata, sudah ribuan anakan dihasilkan, 300an di antaranya sudah aktif ikut lomba.

Di antara puluhan stand yang berderet di event Piala Ketua DPR RI, mereka yang menempati booth APBUI paling banyak menyita perhatian. Dari pagi hingga sore, pengunjung terus mengalir tak berhenti.

Burungnews, menjadi satu di antara yang jador di gelaran prestis ini yang penasaran dan ikut mendekat. Ada beberapa kandang berisi pleci, branjangan, dan beberapa jenis burung kecil lainnya. Tapi paling banyak dan lengkap alat peraganya memang dari jenis pleci. Ada pasangan indukan, anakan yang di kakinya sudah ada ring, contoh sarang untuk bertelur, contoh telur, bahkan juga beberapa buku. Sebagian malah ada yang dibagikan secara gratis.

 

AKDIATMOJO, DR DRH LIGAYA ITA T, DEWAN PEMBINA DARI IPB, DAN PARA PENANGKAR PLECI

 

Banyak yang mengambil foto dari HP, juga banyak pertanyaan yang dilontarkan pada para penjaga yang berbaju hitam. Setelah melihat-lihat sepintas lalu, harus diakui apa yang dipamerkan memang cukup menarik. Karena suasana ramai, burungnews memilih menepi dulu, menunggu situasi agak lengang agar ada kesempatan bertanya lebih banyak.

Tapi suasana lengang itu tidak kunjung tiba. Burungnews akhirnya bergabung bertanya-tanya bersama pengunjung lainnya, juga sempat mengambil beberapa foto dengan para punggawa yang berjaga. Dalam situasi seperti ini, memang belum bisa menggali informasi secara detil dan dalam,sehingga meminta nomor kontak dari mereka yang berjaga.

Salah satunya adalah Said, seorang penggemar sekaligus breeder pleci asal Indramayu. “Kami datang salah satunya karena difasilitasi ruang atau stan untuk berpameran oleh APBUI. Hari itu juga saya juga langsung terdaftar secara resmi menjadi anggota penangkar di APBUI,” jelasnya.

 

 

Said mengaku diajak oleh rekannya dari Bogor, Rediana. “Ia sudah lebih dulu bergabung dengan APBUI, lalu cerita-ceritalah. Saya tertarik, terus dia kasih rekomendasi untuk pendaftaran dan proses verifikasi. Kan di APBUI tidak asal daftar terus diterima. Dicek, verifikasi, atau semacam seleksi dulu. Sebelumnya juga sudah ngomong dulu pengin ikut dukung dan mengisi stand di sini ke teman-teman di Josterops dan PCMI, karena kebetulan saya kan tergabung di keduanya.”

Menurut Said, ada komunitas Josterops yang memang lebih mengkhususkan diri untuk para breeder pleci. “Di Josterops, sudah ada ratusan saya kira yang berhasil. Saya salah satu pengurus di grup itu. Saya juga bergabung di komunitas PCMI, anggota divisi Konservasi chapter Indramayu.”

Rediana, nama rekannya asal Bogor yang sudah disebutkan oleh Said, disebutnya sebagai Ketua Koloni daerah Josterops Bogor. “Alasan saya tertarik ikut bergabung dengan APBUI, karena jiwa saya sendiri dari tahun 2014 sebagai peternak pleci yang sekarang sudah termasuk kategori langka, berharap bisa terwadahi dengan adanya APBUI.”

 

ANAKAN PLECI 10 HARI

 

Sejak tahun 2014, Said mengaku sudah punya 20an anakan yang hidup sampai usia dewasa, dari indukan berjumlah 5 pasang. “Yang mati sudah tidak terhitung om. Dalam artian kadang induk eror tidak mau meloloh. Kalau telur tidak mau netas karena tidak dierami, juga ratusan mungkin. Tapi itulah tantangan dari kami sebagai breeder untuk mencari dan menemukan solusi.”

Beberapa anakan Said juga sudah ikut lomba di kelas konservasi. “Salah satu burung saya bernama DCOE juara 3 sebanyak 2 kali saat turun di OSP V tahun 2017 lalu di Yogyakarta, nama pemilik U.S.A, alamat Josterops Kota Mangga Indramayu. Bangga juga karena juga bawa harum tempat tinggal saya Indramayu di event pleci paling akbar.”

Said juga yakin breeding pleci punya masa depan dan potensi ekonomi yang sangat baik. “Karena penggemar pleci lama-lama juga sadar untuk lebih memanfaatkan burung hasil breeding dan mulai meninggalkan tangkapan alam. Apalagi aturan dari pemerintah juga akan semakin ketat terkait larangan atau pembatasan perburuan burung di alam.”

Saat ini, anakan pleci hasil breeding umur sekitar satu bulan (sudah makan sendiri), kisaran 500 ribu. “Itu harga termurah, kalau misal ada yang mau jual. Kalau indukannya berkualitas, bisa lebih tinggi lagi.”

 

 

Dari Said, selain nama Rediana selaku Ketua Koloni daerah Bogor yang sudah tergabung lebih dulu dengan APBUI, juga diarahkan untuk menuju Bapak Waskito. Dialah salah satu pendiri Josterops dan oleh para koleganya dianggap sebagai guru dalam hal breeding pleci.

Burungnews pun menghubungi pak Waskito, yang tinggal di Yogyakarta. Kami menyambangi tempat tinggalnya yang berada di pinggir jalan besar Ring Road Maguwoharjo, tepatnya di depan/seberang supermarket perangkat rumah tangga Mitra 10 yang belum lama dibuka.

Kami diterima di ruang depan, ruang tamu yang juga sekaligus menjadi ruang breeding. “Jadi banyak yang datang ke sini, setelah ngobrol agak panjang, terus minta ijin pengin lihat kandang penangkaran. Ya saya jawab di sini ini tempatnya, itu saya gantung-gantung di kandang harian biasa. Dikiranya ada banyak kandang kotak di ruang khusus, ha ha ha.”

 

WASKITO, PENDIRI JOSTEROPS. GURUNYA BREEDER PLECI

 

Sebenarnya soal model kandang tidak harus seperti ini. “Kenapa saya pilih seperti ini, seperti ternak burung kenari di kandang gantung, karena alasan kepraktisan. Banyak kan penggemar pleci yang pengin jadi penangkar, tidak punya cukup lahan kalau harus bikin sangkar breeding khusus petak-petak. Dengan cara ini, masalah ruang tidak ada masalah. Tentu saja, akan ada masalah lain yang perlu kita cari solusinya. Setiap pilihan pasti punya masalahnya sendiri-sendiri, tetapi juga pasti ada solusinya.”

Menurut Waskito, bila memang tersedia ruang yang cukup, kandang model petak-petak sesungguhnya malah lebih mudah secara teknis. “Contoh ada anggota kita yang di Purwokerto. Bangun sekitar 20an kandang. Belum begitu lama, 13 kandang di antaranya sekarang sudah produksi.”

Bersama dua penggemar pleci lainnya, Waskito mendirikan Josterops pada 2013. “Kami sepenuhnya berangkat dari penggemar. Bersama-sama belajar dan mengedukasi para penggemar pleci lainnya untuk melakukan kegiatan breeding.”

 

Burung mau tampil maksi dan stabil di segala cuaca, serta terjaga kesehatannya. Berikan LEMAN'S secara teratur, cukup 1 tetes untuk harian, bisa dicampur pada minuman, atau oleskan pada EF. Sudah banyak yang membuktikannya, jangan sampai ketinggalan...

 

Saat ini, anggota yang aktif sekitar 500-600 orang. “Itu yang aktif dan bisa dikatakan berhasil secara breedingnya. Biasanya kalau yang belum berhasil, kan belum melapor.”

Dari ratusan para peternak itu, sudah dihasilkan ribuan anakan pleci beragam umur. “Sudah banyak aktif lomba. Setahun sekali kami gelar lomba, pesertanya berkisar 300an ekor. Jadi bolehlah itu angka yang kita sebut anakan yang sudah aktif ikut lomba. Saya berani katakan itu real anakan hasil breeding, ringnya asli bukan bodong. Jumlah sesungguhnya lebih besar saya kira, karena kalau lomba kan tidak semua bisa ikut karena berbagai kendala.”

Josterops secara organisasi juga netral. “Kami siap mendukung siapa saja, apalagi kalau yang sifatnya pengin belajar breeding. Mau perorangan atau lembaga, siap dan pada prinsipnya tidak dipungut biaya karena Josterops memang bukan organisasi atau komunitas komersial,”

 

RUANG TAMU PUN BISA UNTUK BREEDING PLECI

 

Waskito juga mengaku apresiasi dengan organisasi seperti APBUI yang mau membuka diri dan mewadahi para penggemar dan breeder pleci. “Secara organisasi, Josterops tidak bergabung atau bukan bagian dari APBUI, tapi kami apresiasi. Secara pribadi-pribadi, para anggota Josterops boleh saja bergabung dengannya, seperti Om Rediana di Bogor yang kemudian juga mengajak-ajak yang lain. Tidak ada masalah. Pun dengan organisasi lainnya, pada prinsipnya kami terbuka dan siap saling mendukung, dengan harapan bisa saling memberikan manfaat.”

Dari Waskito, banyak sekali ilmu terkait pleci, terutama tentang breeding dengan segala masalah dan solusinya. Burungnews akan menuliskannya lebih lanjut dan detil dalam tulisan terpisah. (bersambung)

KATA KUNCI: piala ketua dpr ri pleci waskito josterops

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp