WARDJOJO MENUNJUKKAN SURAT RESMI SEBAGAI PENANGKAR APBN KEPADA BUNDA AL.


PADEPOKAN DJOJO BF – SURABAYA: Penangkar Resmi Murai Batu Ring APBN

Padepokan Djojo BF milik Wardjojo siap meramaikan perburungan di kelas ekor panjang dengan memakai bendera ring dari APBN (Asosiasi Penangkar Burung Nasional) pimpinan Haji Ebod.

Dalam sidak yang dilakukan oleh tim APBN, Bundal Al dan Zainul Asikin bersama Burungnews ke Padepokan Djojo BF di Jalan Tubanan Indah ll No 50 Tandes - Surabaya, untuk melihat kemajuan salah satu peternaknya. "Tiap bulannya kita selalu mengunjungi peternak yang bersertifikat APBN," terang Bundal Al.

 

14 KANDANG TERNAK DI LANTAI 2 PADEPOKAN DJOJO BF.

 

Padepokan Djojo BF milik Wardjojo yang berdiri mulai 27 Desember 2018, mulai bergabung dengan APBN pada Januari 2019 dan sekarang jumlah anggotanya sudah mencapai 300 lebih peternak dari seluruh Indonesia. "Saya sangat bangga bisa bergabung dengan APBN," jelas Wardjojo.

Meskipun sebagai abdi negara, namun Wardjojo masih sempat meluang waktunya menekuni dunia breeding yang dibantu sang istri. Kandang yang berdiri di lantai 2 dengan lahan yang tidak begitu besar, telah berjejer 14 kandang, yang terdiri dari 3 kandang murai batu blorok, dan 11 sisanya indukan murai batu Medan.

 

SAAT MENGAMBIL HASIL PANEN ANAKAN DI KANDANG NOMOR 2.

 

Untuk setiap bulannya Padepokan Djojo BF lumayan banyak menetaskan anakan dari ring APBN sebanyak 12 sampai 15 ekor. "Dulu untuk meloloh saya selalu membayar orang, sekarang istriku yang siap meloloh anakan sebelum diambil oleh pembeli," beber Wardjojo kepada Burungnews.

Anakan yang baru diambil langsung dimasukkan ke sangkar kotak dengan penerangan lampu sebagai pengganti inkubator untuk indil yang siap diloloh. "Untuk anakan yang baru diambil, setiap 1 jam sekali wajib saya beri makan, sedangkan yang mulai bisa terbang 3 jam sekali," ujar sang istri.

 

 

"Wardjojo juga membuka sedikit rahasia keberhasilannya dalam beternak, bila kita bisa balance sama istri, Insya Allah hasilnya akan maksimal sesuai keinginan," tuturnya sebelum mempersilahkan tim makan bersama.

Harga jual yang diberlakukan oleh Padepokan Djojo BF juga tidak terlalu mahal. Untuk anakan trotol dibanderol dengan harga Rp 2 Juta per ekor sedangkan untuk yang memakai Ring APBN dihargai Rp 3 Juta. "Karena kita peternak resmi APBN, kita usahakan semua pembeli memakai ring kami," ucap Wardjojo dengan semangat.

 

5 EKOR HASIL PANEN DARI KANDANG NO 2 DAN 9.

 

Dari hasil ternakannya, ada satu yang menjadi andalan tim Padepokan Djojo BF dalam setiap kali lomba, yaitu murai batu Along. "Karena dia adalah anakan pertama hasil ternakan kami, jadi tidak dijual oleh pak Wardjojo," bilang Aswin sang perawat burung kepada Burungnews. (ADIK)

AGENDA & BROSUR LOMBA, KLIK DI SINI

 

DIBANTU OLEH SANG ISTRI UNTUK MELOLOH SETIAP SETIAP 1 JAM SEKALI.

 

 

MURAI BATU ALONG ANAKAN PERTAMA YANG MENJADI ANDALAN TIM DJOJO BF.

 

RING DAN SERTIFIKAT APBN BUKTI SEBAGAI PETERNAK RESMI.

 

Hari gini belum pakai TWISTER? Segera merapat di kios-kios / agen terdekat, bila belum ada mintalah untuk menyediakan, biar Anda dan para kicau mania lainnya lebih mudah mendapatkannya. Coba dan buktikan kualitasnya, dan berikan respon melalui hotline 08112663908.

 

 

KATA KUNCI: padepokan djojo bf surabaya penangkar resmi murai batu ring apbn

BERITA LAINNYA

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp