AJUAN JURI HANYA 2 BURUNG

OMA SANGKAR CUP 1, #1

Juri Hanya Beri 2 Ajuan, Kelebihan dan Kekurangannya Dibanding yang Lebih Banyak

Oma Sangkar Cup 1, Minggu 7 Juli 2024, benar-benar banjir peserta. Sejumlah kicaumania dan tokoh yang hadir pun dibuat geleng-geleng kepala. Ada satu hal yang terlihat baru, setidaknya di Prambanan BC, juri hanya membuat 2 ajuan!

Bagi para juri BnR di Prambanan BC, ternyata ini memang yang pertama. Namun menurut Bang Boy yang hadir sejak awal, di BnR sebenarnya sudah ada sebelumnya.

“Di sini belum berani. Tapi untuk event ini saya paksa, jadi sudah diputuskan sejak briefing semalam,” ujar Bang Boy saat dikonfirmasi.

 

BANG BOY DI STAND OMASANGKAR

 

Mengapa hanya 2 ajuan untuk semua kelas, tak peduli mau yang “G” maupun yang kolosal? “Sesuai yang dikoncer saja, kan hanya A dan B. Tapi ini kan tidak nulis ajuan langsung colok, ada mekanisme filter melalui rekap oleh Korlap. Kalau tidak masuk nominasi, ya koncer ditinggal,” jelas Bang Boy.

Meski yang ditulis di papan dan ditunjukkan ke peserta / penonton hanya nomor gantangan, tetapi yang tertulis dalam girik dan diberikan ke Korlap, sudah langsung ditulis ajuan A dan B.

“Penentuan yang masuk nominasi, itu ada filter lagi di Korlap. Untuk masuk nominasi, tidak harus dua grade teratas sebagaimana aturan yang lazim di event-event “G” lainnya. Tetapi kalau hanya ajuan sendirian atau tunggal, jelas langsung dicoret alias eliminasi,” ujar Ungki, ketua BnR Jogja.

 

 

Apakah lebih bagus yang dua (2) ajuan, atau lebih, misalnya lima (5) pada event 24-G di banyak event lainnya? Tentu ada kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Salah satu kelebihan pada dua (2) ajuan, karena masing-masing juri harus fokus mencari dua (2) bintang terbaik, alih-alih juga membagi fokus untuk mencari sekadar ajuan mentok sebagai apresiasi pada burung kerja (obyektif), atau burung yang sebenarnya “cukupan” alias biasa-biasa saja, tapi coba diajukan oleh juri karena mungkin mengenalinya (subyektif).

“Kalau ruangnya hanya mengajukan dua burung, kok nekat milih burung yang mungkin lumayan bagus, tapi sebenarnya ada yang lebih bagus, kalau burung kurang berimbang, tidak sebelas dua belas (11-12), pasti akan ketahuan. Selain peserta sekarang pintar-pintar, juga ada Korlap yang akan menjadi filter terakhir,” imbuh Bang Boy.

 

FULL 72-G

 

Sementara itu, bila juri membuat banyak ajuan, misalnya 5, terkadang jatuhnya koncer bisa bergeser dari rencana semula dari si juri. Apalagi bila juri belum membuat “kuncian” sejak awal menuliskan ajuan. Seringkali, burung yang awalnya hanya dimaksudkan untuk ajuan mentok saja, baik karena alasan objektif atau subjektif, ternyata setelah direkap dapat ajuan terbanyak atau top grade atau sekadar mauk nominasi.

Misalnya dari juri 4 orang, ada burung yang dapat 4 ajuan. Ada EO yang membuat aturan, ajuan yang lebih tinggi tidak boleh kalah dengan ajuan di bawahnya. Nah, burung yang dapat 4 ajuan itu, berpotensi dapat koncer A dan juara. Padahal setelah ditelisik, 4 juri yang memberikan ajuan, sebenarnya niatnya hanya untuk ajuan mentok saja.

Kecuali pada EO yang sudah langsung mengunci ajuan A dan B-nya, kendati jumlah ajuan bisa 5 atau lebih. Ada yang ajuan koncer A dan B-nya benar-benar langsung dibuka ke peserta, seperti di New SMN (home base Cilacap). Ada pula yang kuncian ajuan koncernya hanya ditulis di girik, dan disimpan oleh Korlap atau petugas lainnya sebagai kontrol.

 

Burung yang sebelumnya bunyi tiba-tiba MACET dan memBISU? Berikan MONCER-1 selama beberapa hari, lihat perbedaannya dalam 5-7 hari, dijamin langsung JOSS kembali.

 

Lomba dengan hanya 2 ajuan, sebenarnya bukan yang pertama, apalagi bila menengok juga pada gelaran semua EO, bukan hanya di lingkugan BnR saja. Di event Solo Fair Factor pertama, juga sudah dilakukan. Bedanya, di sini juri langsung menuliskan ajuan A dan B, bukan nomor gantangan, dan setelah papan ditunjukkan, langsung ditusuk tanpa proses “filter” lewat rekap ajuan.

BnR rupanya merasa perlu memfilter lagi untuk menjaga kalau-kalau ada ajuan yang kurang tepat, setidaknya ditandai dengan ajuan taunggal atau yang hanya sendirian, supaya tidak “kecolongan” ada burung kurang layak tapi tetap kebagian koncer.

Bagaimana menurut Anda? [maltimbus]

 

KATA KUNCI: oma sangkar cup 1 prambanan bc bang boy

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp