Mr RINO (KANAN), DAN KENARI JUTEK (INSET)


Mr RINO JAKARTA

Kenari Jutek Moncer Terus.., Ini Rahasianya

 

Punya burung dengan materi bagus mungkin banyak dan relatif mudah mencetaknya. Tapi membuatnya mau tampil stabil di lapangan, itu lain soal. Bersama jagoannya kenari Jutek, Rino dari Jakarta ternyata mampu menjawab tantangan ini.

Agar bisa menampilkan burung apalagi sampai stabil, memang tak cukup mengandalkan pengetahuan secara umum alias tex-books saja tentang perawatan burung. Kita juga dituntut untuk bisa memahami karakter burung yang kita rawat. Nah, ini yang tidak semua orang bisa melakukannya.

Selain membutuhkan kesabaran dan ketelatenan, juga harus disertai dengan kasih sayang terhadap burung itu. Dari situlah di kemudian hari akan ada hubungan dari “hati ke hati” dengan si burung. Cepat atau lambat, karakter akan ditemukan, kita jadi tahu apa yang diinginkan oleh si burung dan seterusnya.

 

KENARI JUTEK, KERAP JUARA EVEN PRESTISE

 

Begitu pun proses yang terjadi antara Mr. Rino, kicaumania asal Tebet Jakarta Selatan, dengan jagoannya kenari Jutek. Prestasi segudang yang kini sudah dikumpulkan oleh si Jutek, tidak diraih begitu saja.

Tidak sembarang even prestasi yang pernah dibukukan oleh Jutek. Beberapa di antaranya juga even-even penting sekelas nasional, seperti Presiden Cup IV, Piala Gubenur Banten, dan terakhir burung ini moncer Piala Rektor UBL pada 17 Agustus yang baru lalu.

Jutek memang gaco yang bisa diandalkan. Dia dari jenis kenari AF warna kuning. Sudah lebih dari setahun Rino mengurusnya. Kesehariannya, Jutek di bawah polesan tangan dingin mekanik Ewin.

 

 

Mau tahu keunggulan yang membuat Jutek langganan juara di berbagai even? Ini tak lain karena burung tersebut memiliki materi lagu dengan cengkoknya yang begitu mewah, ditopang dengan   durasi panjang, volume tembus, dan gaya ngawetnya.

“Kalau sudah digantang dan ketemu lawan, langsung ngedur, dari awal sampai akhir,” kata Ewin.

Ewin yang kini dipercaya menangani harian Jutek, juga dikenal sebagai pengorbit kenari unggulan. Ewin pun membagikan pengalamannya merawat dan menyetel Jutek hingga mau tampil maksi dan merebut berbagai juara.

Menurut Ewin, setiap harinya burung ini full dikrodong, karena ada beberapa ekor burung sejenis yang tinggal dalam satu rumahnya. Pagi-pagi saat buka krodong, burung langsung dianginkan, sambil dibersihkan kandangnya. Ewin juga menyediakan cepuk atau bak mandi kecil di kandangnya.

Sambil persiapan menjelang dijemur, burung dibiarkan mandi sendiri di cepuknya. Namun, ada yang berbeda dari air mandi pada umumnya. Jutek memakai air bersih dingin, yakni air biasa tapi didinginkan biasanya dicampur sedikit air es agar lebih dingin dari air biasa pada umumnya. Tapi tidak dingin sekali, sekedar dingin.

 

 

Selesai mandi, biasanya burung dijemur, tidak perlu terlalu lama. Cukup satu jam saja. Berikutnya diangin-anginkan, sambil diberikan ekstrafooding berupa sayuran daun pokcay.

Pemberian sayuran ini setiap hari. Kecuali di hari-H lomba, diberikan sepotong telur puyuh rebus dan sedikit jagung muda. Jam 12 siang burung dikrodong untuk istirahat hingga keesokan harinya.

Selain di kandang harian, sesekali burung dimasukkan ke kandang umbaran. Biasanya hanya seminggu sekali, sehari selesai turun lomba. Di kandang umbar dimulai dari pagi hingga sore hari. Setelah itu dimasukan ke kandang harian, dikrodong untuk istirahat.

 

 

 

BERITA LAINNYA

Copyright BurungNews @ 2014 - 2017 Developed by JogjaCamp