PRIO GENDUB SALATIGA

MENGEMBALIKAN PAMOR LOVEBIRD

Masih Mungkin, Asalkan …

Sejumlah EO mulai membuka kelas Lovebird. Ada yang khusus sesi malam. Peserta disebut mulai ramai dan meriah, meski belum seperti beberapa tahun lalu saat booming. Bisakah kembali, setidaknya mendekati seperti masa keemasan?

Piala Pakualam, 23 Juni 2024, membuka empat (4) kelas Lovebird, dengan tiket mulai 220K, 330K, dan 550K A-B. Bila melihat situasi di lapangan, peserta tampak penuh-penuh.

Burungnews sempat bertanya kepada beberapa kicaumania yang dulunya dikenal sebagai penggemar berat lovebird, sekarang pun sebenarnya masih punya jago lovebird. Ketika ditanya apakah burung lovebirdnya turun, beberapa menggelengkan kepala. “Tidak ikut mas, itu tiketnya sudah diborong oleh komunitas. Kita yang di luar tidak kebagian, tidak bisa ikut.”

 

PESERTA LB DI PIALA PAKUALAM, KOORD LINTAS KOTA

 

Salah satu tokoh pengorbit lovebird terlihat di lapangan. Namanya Priyo Gendub RHN, dari Salatiga. Ia sangat dikenal banyak lovebird mania tanah air, karena cukup banyak mengorbitkan lovebird konslet, lovebird yang bisa ngekek terus nyaris tanpa jeda, sekali narik cukup panjang, banyak dicari, dan kala itu harganya tembus ratusan juta rupiah.

Bersama rekan-rekannya, ia tampak menyiapkan burung lovebird untuk turun di kelas berikutnya. Gendub mengakui, ia dan beberapa rekan yang masih peduli dengan lovebird, memang melakukan koordinasi bagaimana caranya supaya peserta lovebird di Piala Pakaualam ini bisa ramai.

 

Burung yang sebelumnya bunyi tiba-tiba MACET dan memBISU? Berikan MONCER-1 selama beberapa hari, lihat perbedaannya dalam 5-7 hari, dijamin langsung JOSS kembali.

 

“Istilah memborong yang disebut oleh teman-teman itu, sebenarnya tidak ada maksud untuk menguasai. Lebih sebagai upaya membantu panitia supaya tiketnya bisa terserap semua, dilihat juga penuh sehingga kita berharap bisa memberikan efet penyemangat kepada para lovebird mania yang sampai saat ini masih bertahan memiliki dan merawat lovebird dengan penuh kasih sayang.”

Sebelumnya, sejumlah EO membuka kelas Lovebird dengan cara membebaskan siapa saja silakan mendaftar sendiri-sendiri. “Banyak yang awalnya bilang siap mendukung dan meramaikan, namun ketika tiba waktunya hari H, banyak yang tidak datang, akhirnya gantangan banyak melompong. Dari situ, kita pun mencoba berkoordinasi, karena kita yang meminta supaya kelasnya dibuka, maka kita juga tanggung jawab supaya kelas tersebut bisa ramai. Intinya sebenarnya itu.”

 

LOVE BIRD PENUH SESAK DI RE MUCI TANGERANG

 

Secara perlahan, Gendub dan kawan-kawan juga berharap kelas-kelas Lovebird bisa ramai, penuh-penuh, meskipun tidak perlu pakai skema 'borong tiket'. “Kalau memang dibuka untuk umum bisa langsung ramai dan penuh ya lebih bagus, artinya kita akan bersaing secara terbuka dan bebas, itu memang kompetisi yang sesungguhnya, yang ideal.”

Gendub termasuk salah satu yang percaya, supaya kelas Lovebird bisa meriah lagi, setidaknya jangan mati suri seperti sekarang, mesti dibuka dengan jumlah kelas yang cukup di event-event umum yang juga membuka kelas-kelas kicauan lainnya.

“Supaya pemain dari jenis ocehan lainnya, pemain murai batu, pemain cucak hijau, dan jenis yang lain, bisa ikut ‘nonton’ laga lovebird. Jadi mereka bisa jadi pasar, jangan mengandalkan pasarnya pada sesama pemain lovebird saja. Dulu waktu jaman booming kan begitu, yang awalnya tidak main lovebird akhirnya tertarik masuk. Permintaan jadi lebih banyak, harga jadi bisa terdongkrak.”

 

Hati-hati, makin gencar beredar produk PALSU! Pastikan anda mendapatkan produk SUPER-N asli. Jangan ragu memastikan kepada kios/toko, minta ditunjukkan kardus yang ASLI adalah seperti di bawah ini. Perhatikan juga warna, bentuk, dan ciri BOTOL SUPER-N yang asli.

 

Itulah yang melatarbelakangi Gendub dan kawan-kawan terus berupaya meminta para EO mau membuka kelas lovebird lagi. “Bukan hanya minta, kami juga akan berusaha untuk meramaikannya. Seperti di Piala Pakualam ini, kita juga akan terus berupaya melakukan pendekatan ke penyelenggara lainnya. Event-event besar, seperti Piala Raja, kita upayakan selalu ada lovebird dan jumlah kelasnya juga cukup.”

Supaya bergairah, kemasannya tentu bervariasi, mulai yang tiket murah meriah, hingga yang lumayan tinggi. Tentu saja, Gendub dan kawan-kawan juga tetap mengapresiasi dan mendukung event-event khusus lovebird.

“Kita mengapresiasi upaya teman-teman membuat event-event khusus lovebird, melakukan road show antar kota, seperti yang sedang dilakukan Team KLI, mungkin juga ada EO atau komunitas yang lain yang sedang melakukan projek semacam itu. Setelah Tangerang, lanjut ke Lamongan, dan seterusnya. Tentu saja, masing-masing punya cara dan metode sendiri, kita sangat senang karena masih ada yang terus melakukan upaya menggairahkan lagi kelas Lovebird.”

 

KELAS LB DI SEMAR INDEPENDEN JOGJA

 

Gendub berharap, apa pun model lombanya, harga tiket jangan kelewatan sampai tidak masuk akal. “Mungkin secara persentase itu menguntungkan buat si EO, tapi mungkin tidak bisa berlangsung untuk jangka panjang. Katakan, untuk kelas tantangan, satu (1) sampai tiga (3) jutaan rupiah saya kira masih oke, tapi kalau sudah 5 apalagi puluhan juta ke atas, rasanya kok sudah tidak masuk akal, kendati menjanjikan hadiah yang wah juga.”

Masalah pakem penilaian, Gendub tidak mempermasalahkan, itu kembali pada kebijakan EO. Di Prambanan BC, RGN, lalu PBI seperti Piala Pakualam, dengan pakem ocehan. Di tempat lain, ada yang memakai alat bantu stik atau stopwatch. Selama dilakukan dengan baik, dan bisa diterima oleh peserta, itu tidak ada masalah.

Di event One Day / Kopdar Lovebird bersama Team KLI di Re Muci Tangerang (23/6) misalnya, peserta diklaim meledak. Dalam event-event rutin dengan team juri mereka sendiri, juga mulai ramai.

Di Jogja, salah satu gantangan yang mulai jadi jujugan lovebird mania, antara lain Semar Independen di Berbah Sleman, juga gantangan malam di Monjali. Di kota-kota lain, kelas-kelas lovebird juga dikabarkan mulai beringsut kembali meriah. Semoga ini benar-benar trend yang terus bergerak maju. [maltimbus]

 

KATA KUNCI: priyo gendub rhn lovebird love bird

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp