ASEP DM, MENGAPRESIASI PEMAIN TRUCUKAN YANG LUAR BIASA


MADURA VAGANZA, #1: Mogoknya Pemain Trucukan, Inilah Kronologi Sesungguhnya

Pemain trucukan Madura layak mendapatkan jempol. Enam kelas trucukan yang disediakan panitia semuanya nyaris full pesertanya. Uniknya, mereka sempat mogok saat waktu penjurian dikurangi untuk mengejar waktu yang harus selesai pukul 17.30 WIB. Inilah kronologi sesungguhnya.

Madura dikenal sebagai gudangnya pemain trucukan sudah lama terdengar. Namun mereka main sampai 6 sesi dengan jumlah peserta yang nyaris full mungkin hanya terjadi di Madura Vaganza, Minggu, 25 Oktober 2020, yang digelar di Lapangan Tembak 0827 Pamolokan, Sumenep, Madura.

 

Hari gini belum pakai TWISTER? Segera merapat di kios-kios / agen terdekat, bila belum ada mintalah untuk menyediakan, biar Anda dan para kicau mania lainnya lebih mudah mendapatkannya. Coba dan buktikan kualitasnya, dan berikan respon melalui hotline 08112663908.

 

Gelaran Madura Vaganza yang dikawal juri-juri RGN, baik dari pusat maupun wilayah ini dimulai sekitar pukul 9.30 WIB. Protokoler diterapkan dengan ketat, mulai wajib pakai masker, disediakannya tempat cuci tangan, dilarang bergerombol, dan dibuatkan beberapa ring. Tak jarang petugas pun harus berteriak untuk mengingatkan beberapa kicaumania agar tidak bergerombol, yang mungkin lupa saking asyiknya.

Muhammad Faris Fuad, salah seorang panitia Madura Vaganza, mengungkapkan jika persiapan kegiatan ini cukup singkat. Madura Vaganza boleh dibilang pula satu-satunya lomba burung di Pulau Garam yang mendapatkan ijin di tengah harus menerapkan protokoler kesehatan. Karena itu persyaratan pun sebisa mungkin harus ditaati dan diterapkan dengan ketat sekali.

 

MADURA VAGANZA, BERUSAHA TERAPKAN PROTOKOLER KESEHATAN SEKETAT MUNGKIN

 

“Persiapan tidak sampai sebulanan, dan kami sebenarnya ingin membuat Madura Vaganza lebih wah lagi. Tapi, sekali lagi, di tengah kondisi yang seperti ini, semua bisa berjalan dengan baik, kami sudah merasa bersyukur. Mudah-mudah Madura Vaganza 2 nanti kami makin lebih baik,” ungkap M Faris Fuad, yang di RGN sebagai Seksi Kegiatan tersebut.

Kelas Trucukan mengawali jalannya lomba Madura Vaganza. Antusiasme pemain trucukan yang datang dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep sendiri sudah terlihat sejak awal dimainkannya burung ini. Bahkan sampai sesi yang ke-6, sesi akhir dan waktu ijin lomba mendekati masa akhir mereka seperti tidak kehilangan gairahnya. 

 

SALAH SEORANG PEMAIN TRUCUKAN YANG MERAIH KONCER, MADURA GUDANGNYA TRUCUKAN

 

Yang jarang sekali terjadi adalah saat Sesi Trucukan Pemula (P 500), yang mana sesi trucukan sudah masuk sesi 4, saat juri mengakhiri penilaian, banyak pemain yang protes sebab menganggap waktu penjurian sangat pendek.

Bahkan saat diteruskan dengan penancapan bendera koncer, para pemain trucukan ini masih protes, yang kemudian diteruskan dengan mogok tidak mau mengambil burungnya yang tengah digantangkan. Mereka terlihat kompak, panitia sampai kelelahan menjelaskan bahwa semua sesi mengalami pemotongan penilaian demi mengejar waktu ijin gelaran yang harus berakhir pukul 17.30 WIB.

 

Yang di desa, di kota. Yang ikut lomba atau sekadar didengar suaranya di rumah. Dari generasi ke generasi sudah memakai TOPSONG.

 

Setelah cukup lama, bahkan harus mengunakan seseorang kicaumania yang dipandang tetua atau dihormati di Madura, akhirnya mereka pun bersedia menurunkan burungnya.

Asep DM, Sekjen RGN mengapresiasi pemain trucukan Madura. “Luar biasa pemain trucukan Madura. Di DPR Cup dan Pasundan, kelas trucukan selalu banyak pesertanya, namun yang di sini sungguh luar biasa, 6 kelas semuanya full,” ucap Asep DM, yang siang itu datang khusus mengawali jalannya Madura Vaganza.

 

H RAHMAN MADURA DAN TEAM, BAWA TRUCUKAN 5 EKOR KE MADURA VAGANZA

 

Soal pemain trucukan yang mogok, Asep DM menjelaskan bahwa itu terjadi semata karena miskomunikasi. Semua kelas sebenarnya mengalami pemangkasan waktu penilaian. Tidak ada maksud untuk kecurangan atau mengecewakan pemain trucukan, itu untuk mengejar waktu, agar semua kelas burung bisa naik. 

H Rahman, pemain trucukan asli Madura mengatakan bahwa ia datang ke Madura Vaganza dengan membawa 5 gaco. Gaconya yang bernama Marco bahkan terlihat menyabet juara 1 di salah satu sesi di even yang banyak didatangi pemain luar Pulau Garam tersebut.

“Seninya main trucukan itu dari suaranya yang melengking mirip cucak rowo dan ngropelnya,” ucap salah seorang perawat burungnya. [RANTO]

AGENDA & BROSUR LOMBA, KLIK DI SINI

DATA JUARA MADURA VAGANZA, KLIK DI SINI

 

TRUCUKAN MARCO PUNYA H RAHMAN SAAT JUARA 1

 

 

PIALA KOTA KEMBANG 3 (8/11). Satu-satunya event yang menerapkan "JURI NAKAL PECAT DI TEMPAT". Rebut mobil, 3 motor, dan hadiah menarik lainnya. Hubungi GUGUN 0823-1518-4497. BROSUR DAN JADWAL PIALA KOTA KEMBANG 3KLIK DI SINI

 

 

KATA KUNCI: madura vaganza

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp