
JUARA LOVE BIRD FIGHTER A
LOVE BIRD BERSATU DENANYAR BC + DATA JUARA
Love Bird Dibuka 7 Kelas, Jonggrang dan Petor Kuasai Podium
Andai tidak dibatasi, kelas love bird di even Love Bird Bersatu bisa lebih dari 10 kelas. Namun untuk efisiensi waktu, panitia Denanyar BC hanya membuka kelas Love Bird sampai 7 kelas saja, dengan kuota G24.
Denanyar BC Lagi-Lagi Pecah! Pestanya Love Bird Mania, Petor dan Jonggrang Bikin Geger Gantangan.
Gantangan Denanyar BC di Lapangan Pasar Desa Denanyar, Jombang, Minggu 26 April 2026 kembali membuktikan diri sebagai markasnya para pecinta love bird. Gelaran bertajuk Love Bird Bersatu ini benar-benar panas dari awal sampai akhir. Tujuh kelas yang dibuka nyaris full peserta, atmosfer gantangan padat, bikin suasana berasa pesta para fighter sejati.

JUARA LOVE BIRD P1A
Dengan format G24 alias kuota 24 peserta per kelas, jalannya lomba terasa lebih tertata dan fair play. Penjurian pun makin maksimal, tiap gaco kebagian pantauan detail tanpa ada yang kelewat. Nggak heran kalau banyak pemain puas, karena semua burung dapat kesempatan unjuk kualitas secara optimal. Denanyar BC sekali lagi nunjukkin kalau ramai itu penting, tapi kualitas penilaian tetap nomor satu.
"Untuk memaksimalkan penilaian, kami sengaja memakai kuota 24 peserta atau G24. Alhamdulillah dengan cara ini, tidak ada peserta yang kecewa dengan hasil penilaian, karena semua gaco yang tampil, sebutan tidak ada yang terlewatkan," kata H. Haikal Pratama, CEO Denanyar BC.
Di kelas Love Bird Fighter, dua nama jadi pusat perhatian: Petor dan Jonggrang. Dua gaco ini tampil seperti mesin podium, susah dibendung lawan-lawannya. Petor milik Nyonya Aisyah tampil buas, nyapu dua kemenangan sekaligus di kelas Fighter P1 A dan P1 B. Gaco satu ini benar-benar nunjukin kelasnya, durasi jalan, gacor, dan bikin lawan harus angkat topi.
Nggak kalah gahar, Jonggrang milik Gun’s dari OI SF juga tampil meledak. Dua podium puncak berhasil diamankan di kelas Fighter B dan Bebas Aksi. Aksinya stabil, ngegas dari awal sampai akhir, bikin penonton berkali-kali melongo. Jonggrang bukan cuma tampil bagus, tapi sukses nunjukkin mental juara.
Tapi di tengah dominasi dua nama itu, ada satu gaco yang berhasil nyelip dan mencuri singgasana. Minah, andalan H. Nyamun dari Raja Slup SF, sukses mencuri perhatian saat mengunci juara satu di kelas Love Bird Fighter A. Kemenangan ini terasa spesial karena jadi satu-satunya podium utama yang lolos dari cengkeraman Petor dan Jonggrang.
Persaingan di kelas ini juga super ketat. Minah menang dengan nilai 630, hanya unggul tipis dari Monik yang mengoleksi 520 poin. Podium tiga ditempati Jonggrang dengan 480 poin. Selisih poin yang rapat ini jadi bukti duel berlangsung panas, saling kejar pukulan dan adu kualitas sampai detik akhir.

JUARA MURAI BATU 125 K
Latpres kali ini memang layak disebut sukses total. Bukan cuma kelas love bird yang meledak peserta, kelas Murai Batu juga ikut menggila. Hampir semua kelas Murai Batu G24 ludes, tiket habis, gantangan full, bukti Denanyar BC makin dipercaya sebagai arena favorit para pemain.
Gelaran ini bukan sekadar lomba, tapi ajang pembuktian kualitas para gaco dan silaturahmi para kicaumania, duel panas antar jawara, sampai euforia juara di podium, semua lengkap jadi satu paket tontonan seru.
Latpres bertajuk Love bIrd Bersatu ini meraih sukses luar biasa. Tidak hanya kelas love birdnya saja yang dibanjiri peserta, kelas Murai Batu juga amaencatat sukses luar biasa. Kelas G24 untuk kelas Murai Batu hampir semua kelasnya sold out," kata Mandor Mariono, Korlap Denanyar BC.

JUARA MURAI BATU 75K
KELAS MURAI BATU PANAS
Kelas Murai Batu juga menunjukkan atsmosfir panas. Persaingan di kelas Ekor Panjang yang dibuka empat kelas oleh panitia ini berlangsung sengit. Adu kualitas, adu mental, adu settingan—semua tumpah di gantangan Denanyar BC.
Menariknya, dari empat kelas yang dimainkan, nggak ada satu pun gaco yang mampu sapu bersih podium puncak. Semua juara terbagi rata, bukti persaingan hari itu benar-benar ketat dan level kontestannya merata. Siapa pun yang lengah sedikit, bisa langsung disalip rival.
Salah satu yang paling banyak menyita perhatian tentu Dragon, amunisi andalan Bunda Bety dari Baku Hantam. Gaco ini sebenarnya punya kans besar jadi bintang lapangan dan menyandang predikat murai tersukses hari itu. Penampilannya stabil, materi mewah, gaya ngotot, durasi kerja jalan. Tapi jalan menuju dominasi ternyata nggak semulus dugaan.

Di dua kelas awal Murai Batu G24 tiket 75K dan 125K, Dragon selalu bikin ancaman serius, tapi belum cukup buat mengunci kemenangan. Dua kali turun, dua kali juga harus puas parkir di posisi runner up. Bukan jelek, justru main bagus banget, cuma lawan hari itu juga lagi on fire.
Di kelas G24-75K, Hercules besutan Elena dari Elena SF Kediri sukses mencuri panggung dan merebut juara satu. Dragon harus rela nempel di podium dua. Duel keduanya jadi salah satu laga paling seru, saling tekan dari awal sampai akhir.
Masuk kelas G24-125K, Dragon kembali berusaha revans. Tapi nasib berkata lain. Kali ini Cobra milik Sugeng dari BSJ Jombang yang tampil tajam dan berhasil menggagalkan ambisi Dragon. Lagi-lagi Dragon harus puas di peringkat dua. Dua kali runner up, bikin banyak penonton bilang Dragon tinggal nunggu momentum meledak.

JUARA CENDET A
Digantang di nomor 25, Dragon tampil seperti kesetanan. Ngamuk dari awal sesi, bongkar materi, tembakan panjang, gaya sujud dan nancep, benar-benar bikin lawan kewalahan. Kali ini Dragon sukses bangkit, membalas dua kekalahan sebelumnya dengan kemenangan manis di podium utama. Comeback yang bikin kubu Baku Hantam bersorak.
Kemenangan di kelas VIP ini terasa spesial, bukan cuma karena jadi pelampiasan dua kekalahan sebelumnya, tapi juga menunjukkan kualitas Dragon sebagai gaco petarung sejati. Kalah dua kali nggak bikin drop, malah makin panas.
Menariknya, keberhasilan Dragon ternyata nggak lepas dari racikan setting yang terukur. Menurut Gaplo sang joki, Dragon punya pola main yang unik dan nggak bisa diperlakukan sembarangan.

JUARA CUCAK HIJAU 55K
"Punya gaco murai batu itu yang susah nyari setting pas buat lomba. Dragon ini ketemunya tiap seminggu harus turun dua kali, dan setiap main saya turunkan tiga kelas. Kalau nggak diporsir begitu, performanya malah kendor," ungkap Gaplo.
Pernyataan itu seolah jadi bukti kalau murai juara bukan cuma soal trah dan materi, tapi juga soal settingan, jam terbang, dan feeling sang joki.
Kelas Murai Batu di Denanyar BC kali ini benar-benar menyuguhkan tontonan elite. Hercules unjuk kelas, Cobra bikin kejutan, Dragon tampil heroik lewat comeback dramatis. Nggak ada dominasi tunggal, yang ada saling jegal antar jawara. (juned/cemix)
BROSUR & AGENDA LOMBA, KLIK DI SINI
Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.


JUARA CUCAK HIJAU A

JUARA LOVE BIRD BEBAS AKSI


BERITA LAINNYA
KATA KUNCI: love bird bersatu denanyar bc data juara jonggrang petor















