LOMBA AYAM BEKISAR PIALA JOGJA ISTIMEWA KE-3 (27/9)

LOMBA NASIONAL SENI SUARA ALAM AYAM BEKISAR PIALA JOGJA ISTIMEWA KE – 3

Mengaku Penghobi Baru, Jagoan Ustad Dhanu Juara

Lapangan Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta, Minggu 27 September 2026. Hari masih pagi buta, sudah ramai terdengar suara merdu ayam bekisar saling bersautan. Rupanya, para pecinta ayam bekisar dan ayam hutan, sedang mengikuti gelaran Lomba Nasional Seni Suara Ayam Alam Bekisar dengan tajuk Piala Jogja Istimewa ke-3.

Peserta datng dari berbagai daerah, seperti Surabaya, Bali, Lombok, Sumenep, Bangkalan, Trenggalek, Magelang, tak ketingggalan tua rumah Yogyakarta.

Pukul 08.00 acara dimulai, sejumlah tamu undangan dari dinas terkait tampak hadir, Nuryadi, S.Pd Ketua DPRD DIY; Yan Kurnia Kustianto S.E. Anggota Dewan Komisi B DIY; Danang Maharsa S.E. Wakil Bupati Sleman; Y Gustan Ganda S.T. Ketua DPRD Kabupaten Sleman; Aris Eko Nugroho, S.P. M.Si, ketua Dianas Pertanian (DPKP) DIY; dan drh. Agung Ludiro Kepala Bidang Peternakan dan Hewan, Dinas Pertanian dan Pertahanan Pangan (DPKP) DIY.

 

KETUA DPRD DIY NURYADI, S.Pd, MENGEREK SIMBOLIS PERTANDA DIMULAI

 

Ketua DPRD DIY, Nuryadi, S.Pd berkenan memberikan sambutan, dilanjutkan pengerekan ayam hutan sekaligus lomba dimulai. Ketua pelaksana H. Samsul Hadi mengucapkan banyak terimakasih atas semua dukungan kawan-kawan pecinta ayam bekisar, hutan serta pihak terkait, mohon maaf bila masih ada kekurangan.

Kategori ayam yang dilombakan, Ayam Hutan A/B, Ayam Buras Pakem, Ayam Buras Panjang, serta Kelas Pratama, Madya, hingga Kelas Utama.

Samurai milik H. Wofi dari Surabaya menempati kerekan 16 berhasil merebut juara 1 Kelas Utama, diikuti Rindu milik Nuhri dari BTR berada di kerekan 22, disusul Citra, kerekan 23 yang juga milik Nuhri BTR.

 

USTAD DHANU. HOBI AYAM BEKISAR SANGAT POSITIF

 

Cukup menarik, tampak pula Ustad Dhanu, yang sangat kita kenal karena sering mengisi acara di televisi. Ustad Dhanu mengaku masih relatif baru menekuni hobi ayam bekisar, sekitar 3 tahun.

Lewat jagonya yang bernama Satrio, berhasil naik podium di kelas Pratama. Ustad Dhanu yang buka praktek klinik Bengkel Hati di Wijilan Yogyakarta dan Tebet Jakarta, memiliki 5 ekor ayam “player” lapangan. 

Sebagian sudah prestasi, seperti Bimo yang juara 1 kelas Utama Lomnas Jogja beberpa waktu lalu. Kemudian Jogja, menyabet juara 1 kelas Utama di Trenggalek, ada lagi nama Seto yang sudah mengantongi juara 1 sebanyak 5 kali.

 

WAKIL BUPATI SLEMAN TURUT HADIR

 

Sebagian besar gaco Ustad Dhanu, membeli dari Mujiono, salah satu tokoh dari Trenggalek. Kota Trenggalek dikenal sebagai salah satu kota terbesar pemasok ayam bekisar ke berbagai daerah di Indonesia.

Ustad Dhanu termasuk aktif lomba hingga ke luar kota, seperti Bali, Surabaya, Pamekasan, Trenggalek. Hanya Sumenep yang belum pernah.

“Waktunya kalau saya hitung-hitung tidak sampai, pesawat ke Surabaya dari sana masih butuh beberapa jam lagi, butuh waktu khusus kalau ke sana,” terang Ustad Dhanu kepada burungnews.

Menurutnya, menjalani hobi ayam bekisar ada tantangan tersendiri, butuh kesabaran, ketekunan, dan keseriusan agar bisa memiliki ayam yang bersuara bersih dengan cengkok bagus.

 

KETUA UMUM PBI PUSAT H. BAGYA RAKHMADI JUGA TURUT HADIR

 

Kini Ustad Dhanu sedang mengembangkan breeding-nya, di Kebun Agung, Yogyakarta. Ia dibantu Bagas dan beberapa orang kepercayaan.

Baginya, lomba ayam bekisar sangat positif, bisa menggerakan perekonomian masyarakat. Bagi breeder ayam bekisar peluang besar, anakan prospek usia 5-6 bulan rata-rata dibandrol kisaran 7-12 juta. Ayam yang bersuara bagus, belum lomba harga kisaran 15 juta ke atas.

“Bandingkan kalau dengan ternak kambing misalnya, ternak ayam relatif mudah, anggap saja satu indukan sekali produksi jadi dua ekor saja sudah hasilnya sudah lebih lumayan bagus dibandingkan kambing,”tambahnya.

 

H. JAMAD BADRUN SAMPANG

 

 

 

 

KATA KUNCI: lomba nasional suara alam ayam bekisar piala jogja istimewa ke-3 ayam bekisar ayam hutan

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp