SKN MELAUNCHING LOMBA TANPA TERIAK, NYAMAN DENGAN TIKET TERJANGKAU.


LAUNCHING SKN BANGAH - SIDOARJO, #1: Pengen Lomba Murai Nyaman, Tanpa Teriak Plus Tiket Terjangkau, SKN Tempatnya + VIDEO

Seduluran Kicau Nusantara (SKN) melaunching gelaran dengan konsep fairplay, nyaman, tanpa teriak dengan tiket terjangkau buat murai batu mania, Minggu, 14 Februari 2021 di gantangan AJB BC, Jalan Puskesmas, Bangah, Sidoarjo.

SKN pimpinan Kemas siap menjadi wadah kicau mania khususnya di kelas murai batu dengan menyajikan lomba memiliki konsep fairplay, nyaman, tanpa teriak dengan tiket terjangkau. “Idenya kami mencomot dari SMM dan kebetulan saya juga termasuk dalam keanggotaannya. Kenapa tidak kita buat lomba yang konsepnya tidak beda jauh dengan kemasan tiket terjangkau,” bukanya kepada burungnews.

 

 

PANITIA DAN TIM JURI SKN SIAP MENYAJIKAN YANG TERBAIK.

 

Kebetulan Kemas mendapat restu dari Abah Tatuk yang menjadi penggagas SMM yang kebetulan hadir pada acara Launching SKN. “Karena ada batasan keanggotaan di SMM, kami punya ide untuk membuat konsep yang tidak beda jauh dengan SMM dengan tiket terjangkau. Alhmadulillah animonya sangat bagus, bahkan beberapa anggota SMM turut hadir meramaikan,” tambah Kemas.

Ide brilian dari tim SKN membuat lomba ini mendapat sambutan positif dari murai mania dan terbukti, dari 4 sesi yang dilombakan semua berjalan lancar dan sesuai harapan. “Animo peserta sangat bagus, tidak hanya peserta dari Surabaya dan Sidoarjo saja, tapi ada peserta dari Gresik, Mojokerto hingga Malang yang ikut meramaikan gelaran perdana kami,” buka Kemas yang ditemani Viky sebagai wakil, D’Mol koordinator lapangan serta Kumaidi sebagai koordinator juri.

 

 

Pada launching atau pengenalan acara SKN kali ini, panitia membuka 4 kelas. Pertama kelas A dengan tiket 250K, kelas B dengan tiket 200K, tiket C dengan tiket 135K, dan ditutup dengan kelas perang bintang dengan tiket 200K.

Untuk konsep lombanya SKN mencomot ide dari SMM, mulai dari pemesanan tiket, pengambilan nomor gantangan sebelum lomba, penerapan di line sebelum buka kerodong, buka kerodong langsung burung naik. “Ada sedikit perbedaan kami dengan SMM yaitu soal waktu penjurian, kami menerapkan penjurian tidak beda jauh, cuman waktu penjurian yang kami kurangi,” tambah Kemas.

 

PETINGGI SKN SIAP MEWADAHI KICAUMANIA MENYAJIKAN LOMBA NYAMAN DENGAN TIKET TERJANGKAU.

 

Menurut D’Mol, SKN akan membuat jadwal rutin setiap satu bulan sekali. “Kami punya program menggelar even ini satu kali dalam satu bulan yang akan kami evaluasi dari hasil lomba hari ini untuk kami perbaiki pada lomba berikutnya,” terangnya.

Karena masih baru, seluruh panitia SKN berharap dukungan dari kicaumania. “Kami menerima masukkan dari seluruh kicaumania, monggo yang mau memberikan ide dan kritiknya supaya bisa jadi bahan pertimbangan untuk menjadi lebih baik lagi ke depannya dalam hal penjurian atau apapun,” sahut Kumaidi.

 

 

Viky sang wakil ketua sangat yakin SKN bisa menjadi obat mujarab buat murai mania untuk mendapatkan lomba yang transparant. “Even seperti ini yang di tunggu-tunggu murai mania, semua bisa menikmati ocehan burungnya dan tidak sia-sia merawat burung bisa mengetahui kualitas burung yang dirawatnya,” jelasnya.

Kemas beserta seluruh panitia SKN mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta yang turut meramaikan gelaran Launching SKN kali ini. “Kami siap menjadi wadah murai mania untuk menggelar lomba yang nyaman, aman, tanpa teriak dengan tiket terjangkau. Mudah-mudahan ke depannya kami bisa menyuguhkan yang lebih baik lagi dari hari ini,” tutupnya.

 

DATA JUARA LAUNCHING SKN BANGAH SIDOARJO, KLIK DI SINI

AGENDA & BROSUR LOMBA, KLIK DI SINI

 


VIDEO LAUNCHING SKN SIDOARJO:

 

 

 

 

 

DIIKUTI BEBERAPA ANGGOTA DARI SMM TERMASUK ABAH TATUK SELAKU PENGGAGAS SMM.

 

PESERTA MENUNGGU ABA-ABA SEBELUM MENAIKKAN GACONYA.

 

PANITIA SKN BERHARAP DUKUNGAN DARI SEMUA PIHAK UNTUK MENSUKSESKAN GELARAN BERIKUTNYA.

 

 

KATA KUNCI: launching skn skn sidoarjo seduluran kicau nusantara ajb bc bangah lomba murai batu tanpa teriak

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp