
PANITIA DAN JURI KUDA TERBANG FEATURING SOLO HIGH CLASS
KUDA TERBANG FEATURING SOLO HIGH CLASS
MB Pejuang Subuh Menangi Kelas Utama, Tekaju Double Winner, Supernova Comeback
Murai batu Pejuang Subuh milik Hamba SF Kudus berhasil meraih podium pertama kelas utama Kuda Terbang Featuring Solo High Class. Di event kali ini, murai batu Tekaju milik Papah David Solo meraih dua kali juara pertama alias double winner.
Kuda Terbang Cup Featuring Solo High Class yang digelar pada Minggu, 1 November 2026 di Stadion Krida Bakti Purwodadi berlangsung sukses, ramai, dan kondusif. Gelaran kolaborasi Kuda Terbang SF dan Solo High Class ini diikuti pemain Purwodadi, Semarang, Demak, Kudus, Pati, Jepara, Rembang, Sragen, Solo, dan kota-kota lain.

SUASANA LOMBA MURAI BATU SOLO HIGH CLASS
Suksesnya event kali ini terlihat dari penuhnya peserta di hampir semua kelas yang dilombakan baik kelas reguler, bursa, maupun komunitas. Salah satu laga yang menarik perhatian di lomba ini adalah kelas Murai Batu Solo High Class yang harga tiketnya 650K dan hadiah 1 unit sepeda motor Revo.
Supernova, amunisi milik Alvin CP yang dikawal oleh Paman Dicko dan Yoseph berhasil meraih juara pertama di kelas ini setelah bersaing sengit dengan Soneta (Matador Team) dan Pajero (Abah Yono). Keberhasilan meraih prestasi di event ini menjadi bukti comebacknya Supernova ke jalur juara.

DICKO. COMEBACK, MB SUPERNOVA JUARA MURAI BATU SOLO HIGH CLASS
Meski mengaku kinerjanya belum 100%, Paman Dicko mengharapkan kemenangan ini menjadi awal untuk hadiah-hadiah motor atau mobil selanjutnya. “Supernova tadi mainnya sudah lumayan bagus, materi lagu panjang-panjangnya keluar, PR-nya di durasi kerja, masih kurang rapet. Semoga hasil ini menjadi awal untuk motor dan mobil berikutnya,” ungkapnya.
Di partai utama Murai Batu Mortar Kuda Terbang, penampilan mencolok murai batu Pejuang Subuh berhasil mengantarkan amunisi milik Hamba SF Kudus ini keluar sebagai pemenang. Tampil impresif dengan membawakan materi lagu ngerol nembak dengan durasi kerja tuntas, Pejuang Subuh sukses mencuri perhatian juri dan diganjar koncer A mutlak. Di kelas lain, Pejuang Subuh sukses menduduki podium kedua Murai Batu Nyawiji B.

ALEX DAN ANTON. BERSAMA KICAUMANIA KUDUS DI KUDA TERBANG CUP
Sebagai salah satu pemain yang disegani di blok tengah, Anton mengaku kalau Pejuang Subuh sudah meraih prestasi di berbagai lomba yang diikuti, lintas EO dan lintas blok. “Prestasi Pejuang Subuh ini sudah banyak sekali. Lokal, regional, nasional pernah. EO independen, PBI, SMM, SHC sudah pernah semua. Udah nggak kehitung berapa kali dapat hadiah motor,” tegasnya.
Penampilan tidak kalah mentereng ditunjukkan oleh murai batu Tekaju milik Papah David Solo yang berhasil meraih juara pertama kelas Murai Batu Krida Bakti. Tampil maksimal dengan membawakan materi lagu rancak dan durasi kerja di atas rata-rata, Tekaju tak terbendung oleh rival-rivalnya.

ALEX. MB TEKAJU JUARA MURAI BATU KRIDA BAKTI
Kembali tampil apik di kelas Murai Batu Rahayu C, Tekaju berhasil menggandakan kemenangan dan mencetak double winner. Keberhasilan Pejuang Subuh dan Tekaju meraih prestasi di gelaran kali ini menjadi bukti kalau amunisi-amunisi yang dikawal oleh Anton Kudus memang mumpuni.
Hasil positif juga didapatkan Rian RBF Kendal yang menurunkan murai batu RR dan Petir. RR meraih juara pertama Murai Batu Rahayu A dan juara ketiga Murai Batu Krida Bakti. Sementara, murai batu Petir meraih juara kedua Murai Batu Rahayu B dan juara pertama Murai Batu Nyawiji B.

RIAN RBF KENDAL. MB RR DAN PETIR BORONG JUARA
“RR itu burung cenderung pukul panjang, variasi dan iramanya sudah bagus, kemarin sempat masuk di SMM, juara satu. Sementara Petir, punya pukulan dahsyat, power bagus, punya pukulan panjang, burungnya rapi, tenang. RR itu burungnya di Jepara, kalau Petir di Kendal,” jelasnya.
Untuk memilih burung yang bagus, Rian RBF menyarankan untuk menyiapkan uang yang banyak lalu membeli burung yang juara. “Bawa uang yang banyak, kita ke lapangan, kita tembak. Pokoknya yang menang, tembak. Sudah itu solusi terbaik. Nggak usah lama-lama. Kalau kita nyetting nanti peternak banyak yang nggak laku. Mending bawa uang yang banyak, tembak yang juara satu atau juara dua,” tegasnya.

DHEKA JATI. CH OBI JUARA CUCAK HIJAU PURWODADI
Laga tidak kalah menarik juga tersaji di kelas cucak hijau yang mana semua kelas terisi penuh peserta alias full gantangan. Penampilan mencolok yang ditunjukkan oleh Obi di kelas Cucak Hijau Purwodadi berhasil mengantarkan amunisi milik Dheka Jati ini keluar sebagai pemenang.
“Obi mainnya bagus dan enak tadi. Setelah empat bulanan kurang enak, ini tadi mulai pulih. Tonjolan lagunya cenderung pelatuk bawang atau gereja tarung, kalau tadi sih dominan pelatuk bawang, kerja dari awal sampai akhir. Dulu sebelum mabung juga sempat juara di eventnya SMR di SHC,” ujarnya.

WONG TULUS. JUARA CUCAK HIJAU SIMPANG LIMA B, CH ASWATAMA STABIL DI JALUR JUARA
Setelah tampil kurang meyakinkan di dua kelas sebelumnya, cucak hijau Aswatama milik Wong Tulus akhirnya berhasil meraih juara pertama di kelas Cucak Hijau Simpang Lima B. Dengan sisa-sisa tenaga yang dimiliki, Aswatama mampu meluluhkan hati juri dengan membawakan materi lagu panjang dan jeda rapat.
Kemenangan ini melanjutkan trend positif yang diraih dalam beberapa minggu terakhir. Sebelumnya Aswatama juga meraih prestasi di Latpres Solo High Class Edisi Oktober dan Berkah Rimba Featuring Solo High Class.

PANITIA DAN KRU KUDA TERBANG CUP
Setelah Kuda Terbang Featuring Solo High Class, kicaumania dari berbagai kota akan kembali kumpul satu titik di Piala Bupati Karanganyar yang akan digelar pada Sabtu, 07 November 2026 di Agrowisata Sondokoro Karanganyar. [asp]

BERITA LAINNYA
KATA KUNCI: kuda terbang featuring solo high class














