JOGJAKARTA SELECTION

JOGJAKARTA SELECTION

Punya Banyak SDM Kompeten, Perlu Wadah

Jogjakarta Selection sudah diperkenalkan pada Minggu 21 April 2024 di gantangan RI Kedulan, Kalasan, Sleman. Realisasi dari ide lama. Event berikutnya pun segera digelar, Minggu 16 Juni 2024 di Parkir Barat Monumen Jogja Kembali dan 21 Juli di halaman Hotel Loman.

“Ya, sebenarnya ini ide lama, mengumpulkan para juri senior, bahkan yang sudah Korlap, dalam satu wadah. Alhamdulillah akhirnya bisa kesampaian,” ujar Rizal Novianto, salah satu inisiatornya.

Rizal mengaku kepikiran terus, sebab di Jogja punya cukup banyak SDM juri dan Korlap yang sudah mumpuni dan kerap tugas di level nasional. “Selama ini justru banyak direkrut oleh EO-EO baru dari luar. Mengapa tidak kita buat wadah sendiri di Jogja, kemudian bisa berkiprah di level nasional, malah bisa mengharumkan nama Jogja kan. Jadi, dasar pemikiran atau latar belakang berdirinya Jogjakarta Selection, kira-kira seperti itu.”

 

BARU AWAL MENJURI BERSAMA, TEMUAN SUDAH MENGERUCUT KE BURUNG-BURUNG YANG SAMA

 

Rizal pun mencoba mencermati, memilah dan memilih, berdiskusi dan ngobrol dengan teman-teman yang satu visi, hingga terkumpullah nama-nama yang sudah sepakat bersatu dalam bendera Jogjakarta Selection.

Selain dirinya, ada nama Mr. Cemono, Brian, Hersat, Rizal, Anton Bonbin, Wijayanto Deni, Hartono dan Tobur. “Kami menyepakati sebuah visi bersama, bagaimana membuat lomba dengan (terutama sisi) penjuriannya benar-benar mendekati fair play, apa adanya, sesuai fakta lapangan.”

 

Hati-hati, makin gencar beredar produk PALSU! Pastikan anda mendapatkan produk SUPER-N asli. Jangan ragu memastikan kepada kios/toko, minta ditunjukkan kardus yang ASLI adalah seperti di bawah ini. Perhatikan juga warna, bentuk, dan ciri BOTOL SUPER-N yang asli.

 

Soal pakem dan teknis penjurian, tentu saja ada sejumlah usulan, mengingat yang tergabung itu berasal dari beragam latar belakang EO. “Seperti apa pakem dan teknis penjurian yang akan kita gunakan, tentu juga sudah melewati diskusi dan perdebatan yang panjang. Kita bukan hanya mempertimbangkan dari sisi kami sebagai juri, tetapi juga mencoba menyelami apa yang dimaui dan dipahami oleh para kicaumania,” imbuh Cemono.

Berbagai kasus yang jadi kontroversi, jadi bahan gunjingan, yang pernah terjadi pada model penjurian seri “G”, ajuan terbuka, blok dorong, tanpa korlap, di EO mana pun, juga diinventarisir. “Kami mengumpulkan berbagai masalah yang pernah terjadi, yang pernah jadi bahan komplain di berbagai event lintas EO, kita pelajari keunggulan dan kelemahan tiap sistem yang pernah diterapkan,” imbuh Deni yang berasal dari Wonosari, Gunung Kidul.

 

KATA KUNCI: jogjakarta selection

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp