AGUS BAROKAH & RIZAL. TERIMAKASIH ATAS SEMUA DUKUNGAN KAWAN-KAWAN

JOGJAKARTA SELECTION + DATA JUARA

Gablo dan Robert Pantau Panen Juara, Lanjut Piala Sleman Vaganza, SMM Feat GMI, dan RNS Back to Yogyakarta

Inilah event perdana Jogjakarta Selection yang dikomandani Rizal “RON” Novianto, Minggu 21 April 2024 di gantangan RI Kedulan, Kalasan, Sleman. EO baru, namun berisi personel wajah-wajah yang sangat familiar tidak hanya di Jogja, tapi juga lingkup nasional.

“Sebenarnya ini ide lama, mengumpulkan para juri senior, bahkan sudah korlap, dalam satu wadah, tapi baru bisa kesampaian. Selama ini kan banyak juri nasional Jogja yang justru diambil EO dari luar, jadi kenapa tidak kita buat sendiri di Jogja, tapi nantinya bisa berkiprah juga di lingkup nasional. Kira-kira itu dasar pemikirannya.”

Menurut Rizal, ia dan kawan-kawan secara umum cukup lega. Team juri ini baru pertama kali dipersatukan dalam satu event, tapi hasil penilaiannya sudah bisa mengerucut, rata-rata sama ajuannya. “Tentu saja, kami masih terima beberapa keluhan dan kritik, itu normal bahkan kami sangat berterimakasih sebab itu kami anggap sebagai masukan dan vitamin yang sangat berguna ke depannya,” ujar Rizal.

 

 

Tampak juga tokoh yang dituakan, seperti H. Agus Barokah. Pak Antok Kalasan juga tampak hadir ikut mengamati jalanya lomba, Teddy BKS, Pur Jenggot, Fatori Ferrari BF, dr. Helmy Asalvo, kicaumania Klaten, Gunung Kidul, Muntilan, tentu terutama seputar Sleman, Koga Yogyakarta, dan Bantul.

Apa, siapa, bagaimana, dan mengapa ada Jogjakarta Selection, nantikan saja ulasan khususnya di burungnews.com pada kesempatan berikutnya.

 

YANTO KRU ROBERT PANTAU. RA MBOSENI CUACA DINGIN TETAP MAU TAMPIL

 

Murai batu Ra Mboseni milik Robert Pantau yang sehari-hari dipegang Yanto tampil mengejutkan, turun kondisi cuaca cenderung mendung, Ra Mboseni langsung mendobrak, tembakan keras menggelegar. Ra Mboseni merebut juara 1 di kelas Murai Batu Kedulan.

“Tak menduga, Ra Mboseni teryata mau tampil mewah, meski cuaca mendung. Kalau cuaca dingin bisanya kurang maksimal, kalau malah seneng, kerjanya lebih mewah dan kuat main lebih dari 3 kelas,” jelas Yanto.

 

Burung yang sebelumnya bunyi tiba-tiba MACET dan memBISU? Berikan MONCER-1 selama beberapa hari, lihat perbedaannya dalam 5-7 hari, dijamin langsung JOSS kembali.

 

Jago Rober Pantau, murai batu muda Bocil yang diturunkan Rico juga meraih juara 1 kelas Sleman A. Di belakangnya, mengikuti Palisade milik Sugeng, kemudian Paser milik Tatak.

Tampil menawan, gaya nungging-nungging, sesekali kepala hingga ke bawah tangkringan, diperlihatkan murai batu NJ milik Fatori dari Ferari BF. NJ akhirnya menempati peringkat 2 (dua), selisih satu bendera dengan Ra Mboseni.

NJ merupakan jagoan baru dari Ferrari BF. Tambahan amunisi ini membuat Fatori optimis bisa semakin kuat dan terus berkibar benderanya.

 

GABLO SF, MB JENGGOT NAGA DOUBLE WINNER

 

Perlawanan sengit diperlihatkan murai batu Wahyu Subuh milik Jalu Ptex. Lawannya terlihat cukup kuawalahan. Begitu mengeluarkan senjata, bawa lagunya mewah, beragam isian yang dimiliki digelontorkan dengan suara panjang. Aksi hebatnya membuatnya bisa menempati peringkat 2, di bawah Kereta milik Latif dari Dlingo.

Prestasi puncak diraih oleh Jenggot Naga. Jago milik Gablo ini penampilannya sungguh memukauk baik di kelas utama Jogjakarta maupun Sleman B. Sangkar hitam Jappanese yang dipakai, tampak menjadi begitu mewah matching. [busro, maltimbus]

 

KATA KUNCI: jogjakarta selection gablo robert pantau

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp