
ADAM SUKOHARJO. MONCER BERSAMA KENARI KOPASSUS
JOGJA ISTIMEWA KE-22, #4
Berani Adu Nyali di Kelas Bergengsi, KN Kopassus dan Bitcoin Buktikan Kualitas
Adu nyali di kelas bergengsi, kenari Kopassus (Adam) dan Bitcoin (Wachyu R) mampu membuktikan kualitasnya sebagai salah satu kenari berkualitas di tanah air dengan meraih juara di Jogja Istimewa ke-22.
Berbeda dengan kelas komunitas dan borongan yang sering kali menjadi akal-akalan pemain untuk bisa membawa pulang piala, kelas kenari umum (reguler) benar-benar menjadi partai neraka yang menjadi ajang perang bintang sekaligus adu kualitas. Di kelas ini, penentuan pemenang ditentukan oleh kinerja burung di lapangan.
Hati-hati, makin gencar beredar produk PALSU! Pastikan anda mendapatkan produk SUPER-N asli. Jangan ragu memastikan kepada kios/toko, minta ditunjukkan kardus yang ASLI adalah seperti di bawah ini. Perhatikan juga warna, bentuk, dan ciri BOTOL SUPER-N yang asli.
Gaco-gaco yang turun di kelas ini benar-benar bersifat random, para pemain tidak tahu siapa lawan yang akan dihadapi sebelumnya. Mereka bisa tahu lawan yang dihadapi setelah masuk ke lapangan. Kelas ini biasanya hanya diikuti oleh pemain yang mempunyai nyali dan kepercayaan diri tinggi akan kualitas gacoannya. Aura kompetisi dan tensi tinggi biasanya tersaji di kelas-kelas ini.
Salah satu kelas yang menjadi ajang perang bintang dan adu kualitas di Jogja Istimewa ke-22 adalah kelas Kenari Standar Allsize Projo Taman Sari B. Tampil ngedur dengan materi lagu panjang-panjang dan buka tutup rapat, kenari Kopassus milik Adam Sukoharjo akhirnya keluar sebagai pemenang pertama setelah bersaing sengit dengan Arema dan Taksaka.
Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.
Kualitas Kopassus kembali terbukti setelah berhasil menduduki podium kedua Kenari Standar Allsize Pariwisata D dan podium pertama Kenari Standar Kalitan Bintang PBI A. Dengan hasil akhir juara 1, 1, dan 2, Kopassus berhasil membuktikan kualitasnya sebagai salah satu kenari papan atas di tanah air. “Kenari wani tarung, Kopassus juara 1, 1, dan 2. Juara kelas utama standar allsize le reguler,” ungkap Adam.
Keberanian dan nyali juga ditunjukkan oleh Herdi “Popon” Masdianto yang kali ini membawa kenari Bitcoin dan Taksaka milik Wachyu R. Di kelas Kenari Standar Allsize Pariwisata D, Bitcoin menduduki podium pertama setelah tampil ngedur dengan buka tutup rapat dan gaya goyang kiri kanan.

POPON. MONCER BERSAMA BITCOIN DAN TAKSAKA
Kembali tampil apik di kelas Kenari Standar Allsize Bintang PBI A, Bitcoin harus puas di urutan kedua. Taksaka, gaco lain yang dikawal Popon juga berhasil menduduki urutan ketiga Kenari Standar Allsize Projo Taman Sari B dan urutan kelima Kenari Standar Kalitan Bintang PBI A.
Sebagai pemain dan spesialis kenari yang sudah berpengalaman, Popon mengaku lebih tertarik main di kelas umum (reguler) karena penentuan pemenang benar-benar ditentukan oleh kinerja burung di lapangan. Di kelas umum (reguler) pulalah kita bisa mengetahui joki-joki dan perawat-perawat mana saja yang yakin dengan kualitas gacoannya. [asp]
BERITA LAINNYA
KATA KUNCI: jogja istimewa ke-22
















