GANTANGAN JOGJA BIRD ARENA. LUAS, RINDANG, AMAN DAN NYAMAN

JELANG GRAND LAUNCHING JOGJA BIRD ARENA

Selain Paman Dicko dan Teddy, Ini Pihak Lain yang “Tidak Boleh” Ikut Lomba

Sebagaimana sudah diberitakan di burungnews.com, Paman Dicko dan Teddy BKS menjadi salah satu pihak terkait yang tidak akan menurunkan burung di event-event yang digelar oleh Jogja Bird Arena, termasuk laga Grand Launching pada 5 April.

Menurut Inu, salah satu punggawa Jogja Bird Arena yang ditunjuk menjadi juru bicara, situasi yang terjadi pada Paman Dicko dan Teddy BKS, juga beberapa pihak terkait lainnya, sesungguhnya bukanlah “larangan” dalam arti hukuman.

“Itu sesungguhnya lebih pada kesepakatan dan komitmen bersama dalam rangka memberikan dukungan untuk gantangan yang masih baru. Intinya, ingin mendahulukan pihak luar / publik lainnya supaya mereka merasa lebih nyaman.”

Kesepakatan dan komitmen untuk tidak menurunkan burung di laga-laga yang digelar sendiri oleh Jogja Bird Arena, meliputi pihak internal seperti para owner yaitu Saudara Toto Gudeg, Agung Seturan, Gentur Prakosa, dan Ungki.

 

“Hal yang sama juga berlaku untuk para panitia, seperti saya sendiri, Ronny Stiga, dan lainnya. Ada pun pihak di luar owner atau panitia tetapi secara hubungan pertemanan sudah sangat dekat dan sering kumpul bareng, seperti yang sudah ditulis sebelumnya, yaitu Paman Dicko dan Teddy BKS. Keduanya ikut bersepakat dan berkomitmen memberikan dukungan dengan cara tidak menurunkan burung.”

Sebagai gantangan atau penyelenggara event yang masih baru, para pihak di atas ingin memberikan rasa nyaman kepada para peserta, utamanya para akar rumput. “Tentu disadari, para owner itu, juga pihak terkait yang kebetulan punya hubungan kedekatan seperti Dicko dan Teddy BKS, diketahui bersama memiliki atau mengawal burung yang punya kualitas di atas rata-rata, yang pada penampilan terbaiknya berpotensi jadi juara. Bila itu terjadi, berpotensi jadi bahan omongan, dianggap punya konflik kepentingan. Sesuatu yang tidak kita inginkan.”

Jalan keluarnya, semua kemudian bersepakat dan berkomitmen untuk tidak menurunkan burung. “Khusus untuk burung milik owner dan panitia atau pihak internal, bila ketahuan dan bisa membuktikan ikut berlomba, burung tersebut bisa diambil dan dibawa pulang,” tegas Inu.

Selain dengan kesepakatan tidak menurunkan burung, tantangan lain yang harus diperjuangkan oleh Jogja Bird Arena, adalah pembentukan team juri dan pembuktiannya.

 

TOTO GUDEG (BERDIRI), GENTUR, UNGKI. BERKOMITMEN TIDAK IKUT LOMBA DI JOGJA BIRD ARENA

 

“Jogja Bird Arena menggunakan team juri independent, baik merekrut dari Jogja dan sekitarnya, juga dari luar kota yang berdasarkan pantauan, analisis, dan hasil diskusi mendalam kami memang punya kapasitas atau kemampuan mumpuni, ditunjang dengan integritas yang baik. Siapa-siapa mereka, pada waktunya akan kami umumkan secara terbuka, sebagai bagian dari transparansi dan semangat fair play sejak di awal.”

Kesepakatan dan komitmen tersebut di atas, tentunya menunjukkan itikad untuk benar-benar memberikan yang terbaik kepada semua kicaumania yang hendak berlomba di Jogja Bird Arena. “Kami tegaskan, ini sama sekali bukan gimik, kami benar-benar ingin mewujudkan lomba yang berkualitas sehiingga Jogja Bird Arena bisa menjadi barometer (baru), setidaknya di seputaran Jogja atau blok tengah.”

Perlu juga dipahami, kesepakatan dan komitmen itu berlaku ketika event digelar sendiri oleh Jogja Bird Arena, seperti laga Grand Launching. “Bila laga itu digelar oleh pihak lain, dengan kata lain Jogja Bird Arena hanya meminjamkan tempat, kesepakatan tentu tak berlaku, tetapi mengikuti aturan yang dibuat oleh si EO. Contohnya pada 19 April yang akan digunakan oleh PBI Sleman dengan tajuk Piala Sleman Vaganza, pihak panitia dari PBI Sleman yang akan membuat aturan mainnya.”

Pada laga Grand Final, para kicaumania yang hadir menjadi peserta juga berhak mendapatkan pakan burung juara TOPSONG, mulai varian Premium hingga 3 in 1, tergantung kelas yang diikuti dan selama persediaan masih ada.

Terakhir, waspada penipuan dengan modus mengubah / memaslukan brosur, yaitu mengganti nomor admin tiketing dan rekening untuk pembayaran. Admin Grand Launching Jogja Bird Arena hanya 0812.2860.3075 Saudara Ronny Koncer, rekening juga hanya satu yaitu BCA 037.549.1872 atas nama Ronny Trisno Saputro. Selain itu dipastikan penipuan. Untuk pendaftaran / pemesanan, hubungi admin sekarang juga sebelum sold out, puncak pemesanan diprediksi akan terjadi pasca lebaran / hari raya Idul Fitri. 

 

 

 

Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.

 

 

 

 

KATA KUNCI: jogja bird arena grand launching jogja bird arena

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp