PANITIA BERSAMA TEAM JURI JAK

JAK FEAT KACER JOGJA ISTIMEWA + DATA JUARA

MB Tyson Sikat Kelas Utama, Kacer Mandau Dayak Borong Juara

Cuaca panas menyengat di kawasan Pasar Ngipik, Banguntapan, Bantul, DIY, tidak mengendorkan semangat juang kicaumania mengikuti gelaran Jogja Arena Kicau Feat Kacer Jogja, Minggu 11 Oktober 2026.

Selain peserta lokal Jogja yang mendominasi, tampak pula sejumlah perwakilan dari luar kota, seperti Kulonprogo, Kebumen, hingga Solo Raya. Kemeriahan tidak hanya tersaji di kelas Murai Batu yang dibuka hingga 7 sesi. Lima kelas Kacer juga meriah, hanya satu dua yang terlihat kosong.

“Kali ini kita berkolaborasi dengan Yoleius Own, membuka kelas Kacer cukup banyak,” jelas Dedy dan Ryan Korek, yang dipercaya mengelola gantangan oleh Irfan, sang owner.

 

YOLEIUS OWN BERSAMA PANITIA JAK

 

Yoleius mengaku bikin lomba di JAK, dalam rangka dirinya berulang tahun, ingin merayakan bersama kawan-kawannya, khususnya kacer mania. Irfan sendiri langsung memantau jalannya lomba. Ia terlihat serius berkeliling memutari tiap sudut gantangan.

Tak sia-sia datang jauh dari Kebumen, Mr. Kino memborong dua gelar juara 1 lewat jagoan handal kacer Mandau Dayak. Mr. Kino membawa pulang dua gelar juara 1,  diraih di kelas Kacer JAK 220K dan Kacer Arena 110K.

Kemenangan di kelas Arena idak diraih dengan mudah, sebab mendapat perlawanan sengit dari Komatso milik Hildan Putra yang akhirnya menempati peringkat 3.

 

Mandau Dayak kini sering melurug ke luar kota. Pekan lalu (Minggu 4 Oktober) meraih juara 1 di Kompo Motor Cup 1 Puwokerto. Sebelumnya meraih juara di Piala Bupati Kebumen dan Sabdo Palau Cup.

Mr. Kino mengaku memberikan nama Mandau Dayak, karena burungnya asli dari Kalimantan yang dibeli sekitar 2 tahun lalu.”Burung saya beli dari tetangga, pulang dari transmigarsi Kalimantan, burungnya masih muda waktu itu, dirawat dia 5 tahunan terus saya beli,” jelas Mr. Kino mantap.

Bambang dari Solo mendapatkan penghargaan, sebagai peserta kacer terjauh.

Murai batu Tyson lama menepi, karena mabung lansung gasak juara 1. Kemenangannya didapat di kelas Murai Batu Jak 220K yang merupakan kelas utama. Tyson tampil ganas, seolah sudah menyimpan tenaga besar, begitu melihat lawan langsung berontak sejadi-jadinya.

 

Mr. KINO KEBUMEN DAN KACER MANDAY DAYAK

 

“Ini burung milik pak Ungky, tapi tidak ikut ke sini berangkat lomba di Anniversary Solo High Class, di sana burungnya juga juara 1. Bagi Tyson, ini turun perdana paska mabung,”jelas salah satu kru.

Melalui Whatsapp,  Ungki mengaku Tyson sebenarnya burung lawas yang lama tidak turun karena mabung. Ungky berharap ini menjadi awal yang baik, ke depannya makin stabil.

Paku Bumi milik Mr. Senggring Ngawi Barat juga tampil menghentak, berhasil meraih juara 1 kelas Murai Batu Jogja 150K. Paku Bumi pelapis dari Asoka. Keberhasilan ini semakin menambah semangat bagi Kru Mr. Senggring yang akan melawat ke Dewa Sakti Purwokerto Minggu, 18 Oktober 2026.

”Paku Bumi dan Asoka besok ke Purwokerto, langsung dikawal Mr. Senggring Ngawi Barat.”

 

Masih di kelas Murai Batu, tampil mengejutkan Verdonk milik Sandi/Panda yang  turun di Kelas Murai Batu Losgan. Tampil nagen satu titik tidak banyak polah, bongkar lagu dominan suara kecilan, menggelontorkan  lagu yang panjang-panjang.

Kepalanya terlihat naik turun sampil memberikan tekanan keras terhadap lawan. Burung yang menempati gantangan 20 itu, banyak menyita perhatian. Sejumlah kier master yang hadir, terlihat penasaran dan bertanya-tanya, siapa pemiliknya.

Di belakang Yanto, yang lama menjadi joki RD, nyeletuk, “Gantangan 20 mewah, bisa buat lomba gede, kalau kerja nerus juaralah.” Selain Yanto, diam-diam Ronggo, juri PBI, juga terpesona melihat penampilannya, menebak bakal jadi juarannya.

 

KRU PAK UNGKY. MB TYSON LANGSUNG JUARA PERDANA PASKA MABUNG

 

Benar saja tebakan mereka, begitu juri selesai menilai, di bawah gantangan 20 banjir koncer merah.

“Burung masih pastol mas, sengaja kita turunkan kelas dewasa sekalian uji mental. Alhamdulillah kerja bagus dan juara,” ujar Sandi.  Saat menurunkan burung, dikerumuni orang yang terkagum-kagum dengan Verdonk.

Secara keseluruhan, lomba berjalan lancar dan kondusif dari awal hingga akhir.  MC Ryan Korek yang memandu jalannya lomba, sejak awal sudah memintannya agar lomba tanpa teriak. Kicaumania ternyata cukup paham dengan situasi, sehingga bisa menjalani lomba tanpa ada teriakan yang berlebihan.

Terimakasih sekali kepada rekan-rekan kicaumania atas kerja samanya, mohon maaf bila masih ada kekurangan,” ungkap Ryan Korek yang diamini Irfan dan Dedy.

 

Jangan lupa, event menarik berikutnya Piala Anton Yuwono pada 18 Oktober di Jogja Bird Arena bersama Mahesa Jenar Arena. Para kicaumania khususnya di Jogja, bisa merasakan langsung sensasi lomba yang akan menerapkan VAR.

VAR yang diterapkan di event Mahesa Jenar bukan untuk memeriksa pelanggaran seperti di pertandingan sepak bola. VAR akan otomatis dilakukan bila ada burung yang nilainya sama, sebagai pengganti tos. VAR juga akan dilakukan ketika ada yang menggugat juara satu tingkat di atasnya. Peringkat 5 boleh banding ke peringkat 4, peringkat 4 banding ke peringkat 3, dan seterusnya hingga peringkat 2 banding ke juara 1. Burung yang tidak masuk kejuaraan boleh banding ke peringkat terbawah yang tersedia di sesi tersebut.

Berikutnya pada 8 November, masih di Jogja Bird Arena kawasan Monumen Jogja Kembali, juga akan berlangsung Piala Ketua DPRD DIY. Event ini diselenggarakan oleh PBI. [busro]

 

SIOME TAMSIS. MB VERDONK JADI PUSAT PERHATIAN

 

HILDAN PUTRA. KOMATSU BERIKAN PERLAWANAN

 

BAMBANG SOLO. PENGHARGAAN PESERTA TERJAUH

 

KRU Mr. SENGGRING NGAWI. BAWA PELAPIS ASOKA, TETAP JUARA

 

 

EVENT MENARIK DAN MENANTANG BERIKUTNYA:

JADWAL PIALA ANTON YUWONO, KLIK DI SINI

 

JADWAL PIALA KETUA DPRD DIYA, KLIK DI SINI

KATA KUNCI: jogja arena kicau jak feat kacer jogja istimewa mb tyson milik ungky kacer mandau dayak

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp