LOVE BIRD ZEUS MENJADI BURUNG TERBAIK DENGAN MERAIH TIGA GELAR.


HALAL BIHALAL PAGODA PART 4, PANDAAN - PASURUAN #1

Pestanya Love Bird Mania, Zeus Menjadi yang Terbaik

Anniversary Pagoda (Paguyuban Ocean Pandaan) ke - 4, Minggu 9 Juni 2019 dihadiri love bird jawara dari berbagai kota di pulau Jawa. Zeus menjadi love bird terbaik, sedangkan untuk juara umum diambil oleh Duta Anniv Empal BC dan GRS SF.

Kemeriahan gelaran Tim Pagoda yang dikomandoi Imam Fals dan Dika Cyril berjalan mulus dan sukses. Dihadiri sejumlah love bird papan atas dari berbagai kota, mampu menghadirkan euforia ngekek mania khususnya kota Pandaan yang tumplek blek jadi satu untuk meramaikan acara ini.

 

PANITIA LOMBA HALAL BIHALAL BERSAMA PAGODA PART 4.

 

Bertempat di gantangan Citra BC Desa Plintahan Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan, sekitar 859 peserta membanjiri even ini. Dari 64 nomor gantangan, panitia lomba sengaja mengosongkan 16 gantangan di setiap kelas. "Biar juri bisa konsentrasi dalam penilaian," bilang Dika Cyril selaku ketua panitia.

Kehadiran beberapa gaco Nasional di kelas love bird antara lain Zeus, Kustono, Positive, Yank 86, Kuntet, Bunga Surga, Kerana dan Ronde membuat pertandingan ini enak untuk ditonton dan dinikmati. "Ini baru pertarungan burung-burung jawara yang patut untuk dinikmati," bilang Imam Fals sebagai ketua dari tim Pagoda.

 

ZEUS AMBIL GELAR PERTAMA LOVE BIRD D.

 

Tidak hanya hadiah yang wah yang disuguhkan oleh panitia lomba, doorprize yang disiapkan juga melimpah ruah buat para kicau mania yang hadir di even ini. Sedangkan untuk hadiah utama seekor kambing diberikan kepada juara umum BC. "Mudah-mudahan tahun depan kita bisa memberikan hadiah lebih special lagi dari tahun ini," jawab Dika Cyril.

Datangnya burung-burung jawara membuat tensi lomba kali ini makin ngreget dan enak dinikmati oleh ngekek mania khususnya wilaya Pandaan. Zeus, Bunga Surga, Kustono, Yank 86, Positive, Kuntet, Ronde, Kerana bertarung habis-habisan untuk membuktikan diri sebagai burung terbaik dalan even kali ini.

 

 

Amunisi lawas milik Karfeed dari Salatiga yang selalu langganan juara diberbagai even baik Nasional maupun Regional ini kembali menunjukkan taringnya dengan merebut banyak penghargaan plus dinobatkan sebagai burung terbaik.

Dari delapan kelas yang dilombakan, Zeus hanya meloloskan satu kelas saja pada kelas love bird A. "Sayang incaran kita pada kelas utama lolos dari genggaman," bilang Tomi Pratama pengawal setia Zeus kepada Burungnews.

 

BUNGA SURGA JADI PESAING UTAMA ZEUS DI KELAS LOVE BIRD.

 

Kurang maksimal pada dua sesi awal membuat Zeus baru bisa meraih podium kedua pada kelas love bird B. Akhirnya pada sesi love bird D dan E Zeus bisa mengambil dua kali berturut-turut sebagai sang pemenang.

Penentuan burung terbaik akhirnya ditentukan pada lomba terakhir yaitu love bird H, akhirnya Zeus yang bisa mengambil podium utama pada kelas ini sekaligus hatrik dan pantas ditasbihkan sebagai burung terbaik pada even ini.

 

KERANA AMANKAN TIKET UTAMA KELAS LOVE BIRD DEWASA.

 

Bunga Surga milik Yoga dari Putra Mentani SF sebagai pesaing utama Zeus, bermain tujuh kelas Bunga Surga bisa membawa pulang juara 1, 1, 3, 3, 4, 4 dan 5. Sayang pada sesi penutup Bunga Surga tidak dimainkan oleh sang pemilik. "Disyukuri aja hasil yang diperoleh hari ini, kasian burungnya kalo dimainkan terus," ucap Yoga.

Kurang panas pada sesi-sesi awal membuat Bunga Surga tampil kesetanan pada akhir-akhir lomba. Gaya khas ngekek nyeklek satu titik yang dipertontonkan oleh Bunga Surga bisa mengambil gelar pertama pada sesi love bird F.

 

LOVE BIRD RONDE MILIK H VERY DARI SLOW SF MENGAMBIL DUA KEMENANGAN.

 

Kembali tampil cantik pada sesi love bird G untuk menyedot perhatian pemain serta dewan juri dengan kekean panjangnya, hingga mendapat sebutan Bintang untuk memberikan gelar yang kedua buat Bunga Surga. "Pada awal lomba cuaca terlalu panas hingga tampil kurang maksimal," kata Yoga saat habis sesi foto dengan Burungnews.

Kerana amunisi Gemilang dari Markipat Team yang dikawal oleh Dimam tampil cantik pada dua sesi awal lomba yaitu love bird C dan A dengan meraih juara satu dan dua. "Allhamdulillah bisa merebut juara di kelas utama bertarung dengan burung-burung jawara," ujar Dimam kepada Burungnews.

 

 

Langsung menggebrak dengan durasi super yang lecek hanya jedah beberapa detik, Kerana bisa mengambil posisi kedua di sesi pembuka kelas love bird C kalah dengan Ronde. Akhirnya Kerana bisa membanggakan sang pemilik dengan merebut juara pertama pada sesi utama kelas love bird.

Sementara pada sesi selanjutnya Kerana tampil kurang maksimal, hanya bisa masuk sepuluh besar saja dikarenakan saat dimasukkan dalam sangkar kotak burung jantan ini malah dikawin dengan untulannya. "Kalo sudah kawin pasti dia tidak mau jalan, mangkanya hanya saya mainkan lima kelas saja," bilang Dimam dengan pasrah.

 

MAMET SELALU MEMBANGGAKAN SANG PEMILIK HENDRIK (JAKET MERAH).

 

Begitu juga dengan Ronde milik H Very dari Slow BC, ikutan tampil cantik pada sesi awal lomba hingga bisa membawa pulang dua gelar untuk dipajang di markas besar Slow BC Langsung menyodok disesi awal lomba Ronde mampu membius dewan juri dengan kekean panjang dengan sebutan bintang untuk bisa mengambil gelar pertama di kelas love bird C.

Masih naik turun penampilan Ronde hingga pada sesi love bird A hanya berada diposisi delapan. Akhirnya Ronde mampu tampil bagus lagi pada sesi love bird B untuk meraih gelar yang kedua. "Ini adalah penampilan terbaik Ronde menurut saya," kata H Very kepada Burungnews.

 

DUTA ANNIV EMPAL BC JUARA UMUM BC JUGA MENDAPATKAN HADIAH UTAMA SEEKOR KAMBING.

 

Untuk kelas love bird M3, Mamet milik Hendrik dari Duta Anniv Empal BC berhasil memborong semua gelar yang dimainkan. Bahkan tak memberi ampun gaco lain untuk mencuri gelar pada kelas ini. "Dalam beberapa bulan ini Mamet selalu meraih tiga hingga empat kemenangan dalam sekali tampil di latpres dan even seputaran Pandaan dan Malang," ujar Hendrik kepada Burungnews.

Langsung menyuguhkan durasi panjang berkali-kali atau sekitar 30-35 detik langsung bisa memikat hati dewan juri yang bertugas untuk memberikan gelar yang pertama buat Mamet. Burung yang berumur 1,5 tahun ini kembali bisa mengamankan gelar yang kedua pada sesi love bird m3 B.

 

JUARA UMUM SF DINOBATKAN KEPADA GRS SF.

 

Masih kurang puas dengan dua gelar, Mamet kembali tampil dashyat di sesi penutup yaitu love bird M3 C untuk bisa menyapu bersih semua gelar yang dipertandingkan. "Semenjak saya untulkan durasinya malah keluar pendek-pendek namun rutin, kunci kemenangan kali ini adalah wajib embun pagi dan penjemuran 15 menit tiap harinya," bangga Hendrik.

Pada akhir acara panitia lomba menyerahkan tiga burung terbaik jatuh ketangan love bird Zeus, cucak hijau Nemlikur dan cendet Penghancur sedangkan juara umum diberikan kepada Duta Anniv Empal BC dan GRS SF.

 

Burung mau tampil maksi dan stabil di segala cuaca, serta terjaga kesehatannya. Berikan LEMAN'S secara teratur, cukup 1 tetes untuk harian, bisa dicampur pada minuman, atau oleskan pada EF. Sudah banyak yang membuktikannya, jangan sampai ketinggalan...

 

"Kami juga mengucapkan terimakasih buat kicau mania yang sudah meramaikan even ini hingga berjalan dengan aman dan kondusif. Dengan suksesnya acara ini muda-mudahan tahun depan kita akan menggelar yang lebih baik dan meraih dari tahun ini," kata Dika Cyril yang diamini oleh Imam Fals kepada Burungnews.

AGENDA & BROSUR LOMBA,  KLIK DI SINI

 

LOVE BIRD TERBAIK DIBERIKAN KEPADA ZEUS.

 

RONDE DAPAT SEBUTAN BINTANG UNTUK SESI LOVE BIRD C.

 

MAMET (KANAN) SAAT JUARA DI SESI AWAL LOVE BIRD M3.

 

 

 

KATA KUNCI: halal bihalal pagoda part 4 zeus

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp