HALAL BIHALAL APBN KORWIL DIY, SANTAI, TAPI PENUH MAKNA


HALAL BIHALAL APBN KORWIL DIY

Penangkar Juga Perlu Ikut Lomba, Ini Penjelasannya

Halal Bihalal keluarga besar APBN Korwil Daerah Istimewa Yogyakarta di Warung Omah Sawah (WOS), dihadiri hampir 85 orang dari Korcab Jogja, Korcab Sleman, Korcab Kulonprogo, Korcab Bantul, dan Korcab Gunungkidul. Santai, tapi hasilnya sungguh mencerahkan.

Ketua DPW Ronggolawe Yogyakarta Bapak Hen-Hen beserta Bapak Kabul juga berkenan hadir. Pertemuan pun jadi gayeng, hanget, penuh dengan antusiasme.

Kabul dan Ketua APBN Korwil DIY Bapak H. Agus Barokah benar-benar ingin memanfaatkan forum ini untuk menjabarkan beberapa hal yang dinilainya sangat penting, yaitu mensinergikan kepentingan para penangkar dan EO pada umumnya.

 

Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.

 

“Para peternak kan bukan sekadar bagaimana bisa produk anakan yang banyak dan bagus, tapi juga perlu pasar. Di sisi lain, EO biar terus bisa eksis dan maju, butuh peserta lomba. Lomba itu sungguh sarana yang  sangat efektif untuk sosialisasi dan promosi hasil produk breeding,” begitu Kabul memulai wejangan.

Begitu banyak manfaat yang bisa didapatkan oleh para peternak bila bersedia aktif datang ke berbagai lomba. “Pertama, itu jadi sarana untuk bergaul, memperbanyak pertemanan dan persahabatan. Sejak kecil kan kita sudah terus dibombardir dengan pemahaman, banyak saudara itu bikin umur panjang dan yang lebih penting, jadi banyak rejeki. Kalau kita ini sudah berhasil di tingkat kandang, ya mesti bergaul biar banyak teman dengan para kicaumania, khususnya murai batu mania. Sebab dari situ kita bisa menargetkan mereka sebagai pasar kita.”

Dengan ikut lomba, selain memperbanyak teman dari lingkungan pemain lomba, kita juga bisa menimba ilmu baik langsung atau tidak langsung. “Kita akan belajar, burung yang disebut punya kualitas, layak ikut lomba, dan layak dibandrol mahal, itu seperti apa. Jadi kita juga bisa terus up grade, bisa terus memperbaiki materi supaya tidak ketinggalan zaman. Kalau hanya berkutat ngurus kandang terus, mungkin produksi bisa bagus, tapi dari sisi pemasaran akan ketinggalan.”

 

 

Setelah tahu burung yang bagus dan layak diajak jalan-jalan ke lomba, ilmu yang akan didapat berikutnya adalah, bagaimana bisa punya jago yang sebagus itu, baik secara penampilan maupun secara materi lagu-lagu yang dimainkan.

“Pahamlah kita bila selain materi indukan atau trah, tak kalah penting ya urusan “sekolah”, burung juga perlu sekolah biar pintar. Sejak dini, burung sudah kita master dengan suara-suara yang kita anggap merdu dan cocok buat murai batu. Dari mendatangi lomba dan bergaul dengan para pelomba lainlah kita paham jenis-jenis suara apa saja yang sekiranya cocok untuk menjadi guru atau master murai batu.”

Bila burung kita bisa prestasi, atau setidaknya menunjukkan penampilan yang bagus dan memukau, orang sudah akan datang sendiri, menghampiri kita. “Seringkali langsung tanya, mau dijual, buka berapa, dan semacamnya. Paling tidak, banyak yang penasaran, terus bertanya-tanya itu burung dari mana, hasil ternak siapa, trahnya apa dan seterusnya. Terus akan minta kontak ke kita.”

 

 

Akan lebih cepat moncer lagi bila para peternak juga mulai sadar media untuk membantu sarana promosi. “Sekarang memang sudah ada medsos, sangat memudahkan kita dalam memperkenalkan apa yang kita miliki. Tapi penggunaan media yang umum dan netral juga sangat membantu, sebab jangkauan pemirsanya akan meluas tidak terbatas pada mereka-mereka yang berteman dengan kita saja.”

Apa yang disampaikan oleh bapak Kabul kembali ditekankan dan digarisbawahi pada sesi ramah tamah. Bapak H. Agus Barokah selaku ketua APBN Korwil DIY menghimbau kepada semua Penangkar APBN untuk menyisakan dan menyiapkan burung Ring APBN untuk diajak jalan-jalan ke gantangan.

“Syukur-syukur bisa nyantol dan dapat juara, nantinya pasti akan mendongkrak nama BF-nya di dunia kicaumania. Apabila tidak jadi juara angap saja sebagai bentuk support dan kontribusi penangkar ke EO atau gantangan. Ini menurut kami penting, karena disadari atau tidak daya serap pasar burung sangat  tergantung juga dengan event-event burung yang diadakan oleh EO. Kesimpulannya, perlu ada semacam simbiosis mutualisme atau saling menguntungkan. Intinya, kita sebagai penangkar dengan EO lomba itu saling membutuhkan.”

 

 

Halal Hihalal ini juga menghasilkan kesepakatan dan keputusan antara Ronggolawe Nusantara dan APBN DIY. Tanggal 08 Agustus 2021 akan akan ada lomba yang membuka kelas APBN, tiket murah hadiah wah. Tepatnya, tiket 350.000 hadiah mulai 10 juta. Selain itu, ada juga kelas Tretek APBN.

“Oh ya, ada bocoran juga. Utuk kelas murai batu pada 8 Agustus besuk, ada doorprice seekor Bety siapan dari Mr. Jack BF. Semoga dengan doorprice yang ditawarkan oleh Mr. Jack sebagai salah satu penangkar kondang di Jogja bahkan se-Nusantara, bisa menjadi daya tarik para kicaumania untuk menghadiri dan mengharapkan doorprice istimewa pada acara tersebut,” imbuh H. Agus.

Sesi ramah tamah juga paparan kupas tuntas managemen di Jack BF dari owner-nya langsung, Mr. Joko S.  Paparan juga diberikan oleh tokoh branjangan Jogja Bapak Erwan atau BRI BF yang memberikan motivasi dan solusi jika hadirin ada yang tertarik ingin menangkarkan branjangan jenis Java. Bapak Joko siap menjadi mentor.

 

BARU... TOPSONG PREMIUM, mengandung enzim alami serangga, burung lebih gacor, daya tahan lebih tinggi. Tersedia TOPSONG PREMIUM ANIS MERAHMURAI BATUHWAMEY (PREMIUM GOLD), LARK / BRANJANGANMINI PELETBEO.

Segera dapatkan di kios langganan Anda, buktikan perbedaannya.

 

Pada kesempatan yang sama, Mr. Gunawan Ketua Parbeng Jogja juga siap membantu jika anggota APBN ada yang tertarik menangkarkan paruh bengkok dan burung Apendik 1 seperti Merak, Nuri Kepala Hitam, Kakak Tua,  Bayan dan lainnya. Bimbingan itu mulai cara beternak sampai dalam pengurusan ijin ke BKSDA, KSDAE, maupun ke Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Masih banyak lagi acara yang bersifat paparan atau sharing tentang si ekor panjang dari Roona BF maupun Trie BF.

Dengan begitu komplitnya materi yang didapatkan para peserta, mereka pun sangat berharap kegiatan semacam ini bisa diagendakan rutin, bila perlu setiap bulan dengan wadah berbeda-beda. Pesannya, bagaimana agar keluar besar APBN bisa sering-sering bertemu dan bersilaturahmi.

Pesan di akhir acara dari Ketua APBN Korwil DIY, mengajarkan supaya penangkaran digarap dengan serius dan sungguh-sungguh. “Kalau kita serius, sepenuh hati, Insya Allah nanti bisa jadi salah satu pintu rejeki buat keluarga kita. Selalu jalin hubungan silaturahim dengan  semua komunitas dan link, dari situlah kita bisa membuat serta menentukan target market hasil tangkaran kita.” [maltimbus]

 

 

VIDEO HALAL BIHALAL APBN KORWIL DIY

 

Ingat, ingat, rugi dan menyesal kalau sampai melewatkan yang satu ini... Piala Cisadane Jilid Duo Tangerang, Minggu 22 Agustus 2021.

Tersedia TIKET 20 RIBU hadiah 2 JUTA utuh tanpa potongan (anis merah, murai batu, cucak hijau, kacer, kenari, murai batu ring silver). Kelas lainnya tiket mulai 100 ribu, 200 ribu, 300 ribu, 500 ribu, 1 juta, 1,5 juta, dan 2 juta.

Murai batu main 8 kelas, cucak hijau dan anis merah 7 kelas, kacer 6 kelas, jenis burung lain masing-masing 3 kelas.

Tunggu informasi lebih lanjut!

 

BERITA LAINNYA

KATA KUNCI: halal bi halal keluarga besar apbn korwil diy

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp