GUSTI PRABUKUSUMO, DIAPTI KADIN PARIWISATA DIY, KETUM PBI, KETUA PELAKSANA PIALA RAJA 26

GUSTI PRABU

Piala Raja Bukan Sekadar Kompetisi Adu Prestis, Juga Edukasi Melestarikan Alam

Sudah menjadi agenda rutin, menjelang digelarnya Piala Raja, termasuk gelaran ke-26 yang akan berlangsung 20 September besok, PBI dan Dinas Pariwisata selalu sowan ke Gusti Prabukusuma, yang mewakili lembaga Keraton Yogyakarta.

Piala Raja ke-26, sekaligus juga memperingati HUT ke-53 Pelestari Burung Indonesia (PBI). Keperluan sowan, antara lain untuk meminta doa restu, sekaligus mengundang beliau supaya bisa hadir dan memberikan sambutan.

“Alhamdulillah, beliau sangat mendukung event Piala Raja terus digelar secara rutin, dan menyanggupi untuk hadir langsung ke taman Candi Prambanan,” ujar H. Bagya Rakhmadi, SH., MM., Ketua Umum PBI, kepada burungnews.com.

 

SUASANA RAMAH TAMAH DINAS PARIWISATA & PBI DI DALEM GUSTI PRABUKUSUMO

 

Nama Gusti Prabu tidak asing di kalangan kicau mania dan penghobi burung pada umumnya. Beliau juga dikena sangat konsen, juga dikenal sebagai seorang penghobi burung termasuk perkutut, derkuku, hingga ayam hutan dan bekisar.

Kepeduliannya pada pelestarian juga tidak perlu diragukan. Dalam berbagai kesempatan, beliau selalu mengingatkan pentingnya menjaga alam yang menjadi “rumah” bagi beragam satwa termasuk burung.

“Kita dikasih akal, harus berpikir dan bertindak supaya burung yang kita cintai jangan sampai punah, sehingga sampai anak cucu tetap bisa menikmati, jangan sampai hanya tahu dari cerita sejarah dan film documenter. Maka kalau kita pecinta burung sejati, tidak boleh hanya bisa memanfaatkan dan menikmati saja, tapi juga harus berperan serta melestarikannya. Kalau tidak bisa secara langsung menjadi breeder, setidaknya burung yang kita lombakan itu dari hasil breeding beli dari peternak, harus mulai meninggalkan hasil tangkapan alam.”

 

Menanggapi keinginan Gusti Prabu, H. Bagya mengungkapkan bila PBI  sangat serius, dengan terus menambah jumlah jenis burung yang wajib ring sebagai tanda hasil breeding. Pada waktunya, PBI hanya akan melombakan burung-burung hasil breeding, tidak ada lagi burung hasil tangkapan alam. Secara perlahan tapi pasti, program ini berjalan terus.”

PBI juga terus mengembangkan pelestarian eksitu bekerjasama dengan pihak lain, pada tataran paling kecil dengan pemerintah desa / kalurahan, membuat Desa Ramah Burung. Ada peraturan di tingkat lokal yang melarang perburuan liar. Warga secara bersama-sama ikut menjaga alam beserta burung-burung atau satwa lain supaya bebas dari gangguan dan ancaman.

Piala Raja memang dianggap efektif menjadi ajang sosialisasi dan edukasi bagaimana menjadi penggemar yang bukan semata pemanfaat dan penikmat, sekaligus juga menjadi pelestari. Maka ada slogan, mengikuti event-event PBI, sekaligus juga berperan dalam pelestarian.

 

Piala Raja dikenal sebagai event lomba burung berkicau paling akbar dan prestis sejagad. Jejulugnya saja adalah "Piala Dunia"-nya lomba burung berkicau.

Selain Gusti Prabu, juga akan hadir tamu istimewa lainnya, yaitu Bapak Budi Santosa (Busan), mentri Perdagangan bersama jajaran seperti Sekjen, Kepala Biro, dan Direktur Konservasi Spesies Genetik Bapak Dr. Ahmad Munawir, Shut., Msi.

Sampai berita ini ditulis, sebagian besar kelas sudah terserap tiketnya. Dana nama-nama peserta juga akan segera dirilis. Beberapa kelas yang masih menyisakan beberapa lembar tiket, antara lain kelas Anis Merah Busan 1.675K hadiah motor Scoopy, dan Branjangan Busan. Kedua kelas ini hanya 24-G, jadi yang mau main harus segera pesan dan amankan tiketnya.

Wasapa penipuan. Pesanan tiket satu pintu hanya lewat Abah Yosi di nomor 0817-0422-330 Pembayaran sah hanya dan hanya jikga lewat rekening BCA 126.065.5317 a.n Pujianto. Semua peserta akan mendapatkan pakan burung juara TOPSONG 3 IN 1 dalam kemasan TOPVIT

 

DUKUNGAN NYATA KEMENTRIAN PERDAGANGAN: 

 

KATA KUNCI: piala raja piala raja ke-26 pbi bantul gusti prabukusumo h bagya rakhmadi

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp