GENTUR. NYARIS HILANG SEBAGIAN AJUAN, AKHIRNYA MASUK RUNNER UP KALAH TOS

GRAND OPENING AJ GALLERY MOBIL FEAT PMM & KOPDAR HITAM PUTIH, #1

Ajuan Tusuk Bikin Peserta Bisa Cepat Mengoreksi Kesalahan Rekap

Paman Dicko, Gentur, dan kawan-kawan Holiday Team merasa lega ketika 4 juri menancapkan bendera mentok / nilai 38 di bawah burung nomor gantangan 21. Itu tak lain gaco bernama Geger, yang mereka kawal. Namun, betapa kagetnya ketika rekap final yang muncul di monitor, ajuannya hanya 2!

Pada saat juri tinggal menunggu aba-aba menancapkan koncer, Gentur langsung berlari ke ruang juri, untuk mempertanyakan dan melakukan konfirmasi. Petugas pun meminta para juri menunggu proses pengecekan ulang.

Ada jeda yang lumayan lama selama proses ini, untuk memastikan apakah benar Geger atau gantangan nomor 21 seharusnya mendapatkan 4 ajuan, tetapi yang ter-entry ke monitor sebagai hasil rekap final hanya 2.

Akhirnya, pihak panitia yang punya otoritas memutuskan bila yang dikomplain Gentur dan kawan-kawan memang betul. Geger yang berada di nomor gantangan 21 seharusnya 4 ajuan. Nominasi pun bertambah, sebab awalnya hanya tertulis 2 ajuan di monitor, tidak masuk nominasi.

 

Setelah dinyatakan valid dapat 4 ajuan, gantangan 21 pun ditambahkan dalam daftar nominasi utama atau grade 1.

Beberapa saat kemudian, para juri diminta menulis ulang ajuan koncer, lantas eksekusi. Hasil akhir, Geger mendapatkan 2A dan 1B. Ternyata, ada yang menyamai, gantangan 17. Penentuan juara 1 dan 2 harus ditentukan lewat tos.

Dewi fortuna kali ini rupanya kurang berpihak pada Holiday Team. Paman Dicko dan kawan-kawan harus menerima kenyataan kalah tos, sehingga harus puas menjadi runner up atau di peringkat ke-2.

Kejadian ini, mengingatkan pada dua peristiwa lainnya. Peristiwa pertama jadi kontroversial dan cukup lama heboh di media sosial. Kesalahan rekap baru ketahuan setelah team juri menancapkan koncer.

 

ILUSTRAI PETUGAS SEDANG MENGAMBIL AJUAN MENTOK DI SALAH SATU NOMOR GTG

 

Pada lomba yang berlangsung di Cibubur tersebut, panitia memutuskan menganulir koncer yang awal, para juri diminta untuk mengulangi penusukan koncer setelah nominasi ditambahkan. Hasil pengulangan ternyata mengubah susunan kejuaraan.

Selain peristiwa Cibubur, kekeliruan yang mirip juga terjadi di SHC, dua pekan lalu pada event bersama RNS. Ketika itu, ada burung yang secara tampilan akhir di monitor, mendapatkan 3 ajuan juri, namun ternyata bisa mendapaktan 4 bendera koncer.

Setelah dikomplain dan dicek, disebut bila burung tersebut dalam catatan manual di papan tulis mendapatkan 4 ajuan juri, namun satu ajuan juri tidak ter-entry, sehingga tidak muncul di monitor. “Mohon maaf, sudah kami cek burung tersebut sesuai catatan di papan tulis manual, juga kami tanyakan ulang kepada 4 juri dan lihat catatannya, memang dapat 4 ajuan, namun terlewat di entry sistem sehingga tidak terhitung di monitor,” ujar Kent dari RNS di akhir gelaran.

“Beruntung, kali ini segera disadari ketika juri belum menancapkan koncer. Tentu saja, sebenarnya kami tetap merasa dirugikan, kalau sejak awal tidak ada kekeliruan sehingga burung kami masuk nominasi, hasilnya akan berbeda, yakin bisa menang langsung tanpa harus adu tos,” imbuh Gentur.

 

Pernyatakan lebih bijak dan menyejukkan disampaikan oleh sang manajer, Paman Dicko. “Yang penting teman-teman panitia sudah menyadari kesalahannya dan segera mengoreksi bila Geger di gantangan 21 memang dapat 4 ajuan. Kami sendiri merasa Geger tampilnya paling menonjol, namun tetap menghormati dan legowo dengan keputusan juri. Kami tidak protes dengan nilai koncer sama sehingga harus tos, yang akhirnya membuat Geger hanya jadi runner up.”

Dua petinggi PMM, Culik dan Agung Qpit mengakui ada kesalahan teknis pada kasus ini. “Mohon maaf, itu benar-benar kelalaian kami. Kami sudah berusaha seteliti mungkin, tapi namanya manusia biasa, tidak bisa mengelak dari khilaf. Hal seperti ini bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Setelah kami lakukan cek recek hingga ditemukan fakta yang valid memang kami salah, juga segera kami koreksi,” terang Culik.

Sementara itu, Agung Qpit merasa bersyukur, PMM memilih menggunakan ajuan sistem tancap atau tusuk. “Terbukti lebih mudah bagi para peserta atau penonton lainnya dalam memantau dan mengoreksi secara cepat ketika kami ada kesalahan yang sangat krusial seperti ini. Akhirnya, kami bisa terhindar dari kesalahan yang lebih fatal dan bisa bikin gegeran.” [maltimbus]

 

SEKJENG PMM CULIK DAN KADIV JURI PMM AGUNG QPIT.  

KATA KUNCI: pmm grand opening aj gallery mobil feat pmm dan kopdar hitam putih gentur holiday team alv in cp mb geger

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp