
JUARA MURAI BATU A
GERUPAPAK REBORN + DATA JUARA
MB Drajat Siap Guncang True Champion Battle
Even spektakuler: Gerdupapak True Champion Battle yang akan digelar pada 8 Agustus 2026 benar-benar mulai terasa atmosfernya. Para pemain dari berbagai daerah mulai menjajaki settingan terbaik.
Bagi sebagian pemain, latber Gerdupapak Reborn di Lapangan Waduk Parimono Jombang kali ini, Rabu 22 Juli 2026, bukan sekadar mengejar tropi. Yang lebih penting adalah mengukur kesiapan gaco sebelum bertarung di laga bergengsi awal Agustus nanti, Gerdupapak True Champion Battle.
Tak heran jika banyak burung papan atas sengaja dibawa turun untuk mengetahui kondisi sebenarnya saat berada di atas gantangan. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Drajat, murai batu andalan H. Fatih dari Soerontanu BC yang dikawal Ahmad Fajar. Tampil di Kelas Murai Batu A dengan menempati nomor gantangan 26, Drajat langsung menunjukkan aura juara sejak awal penilaian.
Gaya sujud khasnya berkali-kali diperagakan seolah sedang meneror lawan di kanan-kiri. Ditambah power suara yang tembus, materi lagu yang komplet, dipadukan roll pukulan panjang yang terus mengalir tanpa jeda, membuat penampilannya begitu menonjol. Nyaris tak memberi kesempatan rival untuk mengimbangi iramanya, Drajat tampil dominan hingga akhirnya dikawal mutlak menuju podium tertinggi.

JUARA MURAI BATU B
Bukan hasil yang mengejutkan sebenarnya. Pasalnya, Drajat memang sudah dikenal sebagai salah satu murai batu langganan juara yang kerap tampil moncer di berbagai event besar. Mental tarung dan kualitas materi lagunya sudah berkali-kali teruji.
"Ini gaco milik H. Fatih yang dipercayakan kepada saya. Alhamdulillah selama saya mengawal Drajat, hampir tidak pernah pulang tanpa membawa tropi," ujar Ahmad Fajar dengan penuh rasa syukur.
Keberhasilan tersebut semakin menambah rasa percaya dirinya menjelang Gerdupapak Champion Battle. Menurutnya, tiket sudah diamankan jauh-jauh hari dan target berikutnya tentu membawa Drajat kembali bersinar di panggung yang lebih bergengsi.
"Insyaallah tanggal 8 Agustus nanti Drajat akan saya turunkan di Champion Battle. Tiket sudah di tangan dan saya optimis Drajat mampu bersaing dengan gaco-gaco terbaik yang akan hadir," tambahnya.
Namun Fajar tidak langsung berpuas diri. Saat kembali diturunkan di Kelas Murai Batu B, ia justru menemukan catatan penting. Meski Drajat masih tampil bagus, performanya terlihat sedikit menurun dibanding penampilan pertama.
Hasil akhirnya pun sesuai prediksi. Drajat harus puas finis di posisi runner-up setelah poin tertinggi berhasil diamankan Brutal, gaco milik Fandi dari ST Team yang tampil lebih stabil pada sesi tersebut.
Alih-alih kecewa, Fajar justru menganggap hasil ini sebagai alarm positif. Baginya, lebih baik menemukan kekurangan saat latber daripada ketika bertanding di event besar.
"Ada sedikit kesalahan setting yang harus saya evaluasi sebelum Champion Battle. Untung hari ini saya punya feeling untuk melakukan pemanasan di Gerdupapak Reborn, jadi masih ada waktu untuk membenahi semuanya," ungkapnya.

JUARA KENARI A
Memang itulah fungsi utama sebuah latber. Selain menjadi ajang berburu prestasi dan hadiah, arena latihan bersama juga menjadi tempat paling tepat untuk membaca kondisi burung, mengevaluasi pola perawatan, hingga menyempurnakan setting agar mencapai performa terbaik saat turun di event bergengsi.
Kepercayaan para pemain yang terus meningkat pun menjadi bukti bahwa Gerdupapak Reborn masih menjadi salah satu gantangan favorit di kawasan Jombang dan sekitarnya.
"Alhamdulillah, sampai hari ini Gerdupapak Reborn masih terus dipercaya para pemain sebagai tempat menguji kualitas gaco sebelum turun ke event-event besar," tutup Rikko, mewakili H. Indra Bodrex, CEO Gerdupapak Reborn.
BIGMO NYARIS HATTRICK
Tak hanya kelas murai batu yang dipenuhi gaco-gaco berkualitas, persaingan di kelas Kenari dan Cucak Hijau juga berlangsung panas. Banyak pemain sengaja menjadikan Latber Rabu di Gerdupapak Reborn sebagai ajang mengukur kesiapan amunisi sebelum tampil di Gerdupapak True Champion Battle pada 8 Agustus mendatang.

JUARA CUCAK HIJAU A
Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian datang dari Bigmo, kenari andalan Rizki dari ABK SF. Sejak sesi pertama dibuka, Bigmo langsung menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu kenari yang patut diperhitungkan.
Irama lagu yang panjang, cengkok mewah, volume tembus, dipadukan durasi kerja yang stabil dari awal hingga akhir penilaian membuat Bigmo berkali-kali menjadi pusat perhatian tim juri maupun para penonton di pinggir lapangan.
Hebatnya lagi, dari tiga kelas Kenari yang diikutinya, Bigmo nyaris mencatatkan hattrick juara pertama. Penampilannya benar-benar konsisten dan sulit dibendung.
Di Kelas Kenari A, Bigmo tampil dominan dan sukses mengamankan podium tertinggi. Performa apik itu kembali diulang saat turun di Kelas Kenari C, sehingga Rizki kembali membawa pulang tropi juara pertama.
Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.

Sementara di Kelas Kenari B, Bigmo sebenarnya kembali tampil impresif. Namun kali ini ia harus mengakui keunggulan Lato Lato, gaco milik Aiz M dari Sonic SF, yang tampil sedikit lebih stabil hingga berhasil merebut posisi puncak.
Pertemuan kedua kenari tersebut menjadi salah satu duel paling menarik di kelas Kenari. Keduanya sama-sama memiliki materi lagu mewah, durasi kerja panjang, serta gaya membawakan lagu yang enak didengar. Adu kualitas itu pun berlangsung ketat hingga akhir penilaian.
Meski gagal menyapu bersih tiga kelas, raihan dua kali juara pertama dan sekali runner-up sudah lebih dari cukup untuk menambah rasa percaya diri Rizki.
Hasil ini menjadi bekal penting menjelang True Champion Battle. Dengan performa yang terus stabil, Bigmo dipastikan bakal menjadi salah satu kenari yang layak diperhitungkan saat bersaing dengan gaco-gaco terbaik dari berbagai daerah.

JUARA CUCAK HIJAU B
Sementara itu, dominasi juga terjadi di kelas Cucak Hijau melalui aksi Pesona, yang tampil begitu meyakinkan sepanjang perlombaan. Karena keterbatasan waktu, panitia hanya membuka dua sesi Cucak Hijau. Meski begitu, kesempatan tersebut dimanfaatkan Pesona dengan sangat maksimal.
Di Kelas Cucak Hijau A, Pesona tampil ngotot dengan materi lagu variatif, tembakan tajam, dan kerja aktif sepanjang penilaian. Penampilan impresif itu mengantarkannya meraih juara pertama setelah berhasil mengungguli Ferguso, gaco milik Chyka.
Dominasi itu kembali berlanjut saat Pesona turun di Kelas Cucak Hijau B. Tanpa kehilangan ritme, Pesona kembali tampil stabil hingga akhirnya sukses mengamankan podium tertinggi untuk kedua kalinya. Kali ini giliran Curek, andalan Nuril, yang harus mengakui keunggulan Pesona.
Dua kemenangan beruntun tersebut menjadi bukti bahwa Pesona sedang berada dalam performa terbaiknya. Jika mampu mempertahankan kestabilan hingga awal Agustus nanti, bukan tidak mungkin Pesona akan menjadi salah satu kandidat kuat peraih gelar di Gerdupapak True Champion Battle. (juned)
BROSUR & AGENDA LOMBA, KLIK DI SINI

JUARA KACER A


BERITA LAINNYA
KATA KUNCI: gerupapak reborn data juara mb drajat true champion battle
















