
JUARA MURAI BATU G24
GERDUPAPAK REBORN + DATA JUARA
MB Kurinci dan Cendet Bom Waktu Incar Piala SMR
Tinggal seminggu lagi Piala SMR akan digelar di Gerdupapak Reborn. Minggu, 6 September kita lihat siapa yang berhasil merebut hadiah utama. Para pemainpun tampaknya tidak mau melepas kesempatan ini.
Mengandalkan senjata utama roll-pukul yang rapat, panjang, dan terus mengalir, Kurinci, gaco andalan H. Edwin dari Patimura SF, sukses mencuri perhatian di kelas Murai Batu G24, kasta tertinggi di Gerdupapak Reborn, Lapangan Waduk Parimono Jombang, Sabtu 29 Agustus 2026.
Turun di kelas yang persaingannya dikenal ketat, Kurinci langsung menunjukkan kualitasnya sejak awal digantang. Roll panjang disambung pukulan, terus digeber tanpa banyak jeda. Materi demi materi ditembakkan dengan gaya khasnya, membuat performanya terlihat begitu menonjol di tengah deretan gaco papan atas.

JUARA MURAI BATU VIP
Yang membuat Kurinci makin sulit dikesampingkan adalah vokal versi Love Bird-nya. Tembakan keluar dengan volume keras, panjang, dan terdengar jelas. Bukan sekadar sekali dua kali bunyi, tetapi terus diproduksi dengan durasi kerja yang bisa dibilang mewah. Yang paling penting, performanya tetap terjaga dan anti ngetem.
Dengan kombinasi roll-pukul, volume, durasi kerja, serta kestabilan performa, Kurinci benar-benar tampil seperti burung yang tahu bagaimana cara memanfaatkan satu sesi penilaian. Dari awal sampai akhir, energinya tetap terjaga dan materi terus mengalir.
Tak heran jika para juri akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Kurinci sebagai juara 1. Kemenangan ini sekaligus menjadi bukti bahwa gaco milik H. Edwin tersebut bukan sekadar numpang lewat di kelas kasta tertinggi. Sekali naik, langsung gaspol dan bawa pulang hadiah utama!

Menariknya lagi, ternyata Kurinci masih berstatus gaco pelapis di kandang Patimura SF. Artinya, amunisi H. Edwin masih belum habis. Bahkan menurut Yanto, joki Kurinci, di rumah masih ada beberapa gaco lain yang siap dipoles dan diturunkan.
“Ini gaco pelapis, masih banyak di rumah. Dan tanggal 6 September dipastikan tampil di Piala SMR di Gerdupapak Reborn,” ungkap Yanto.
Kalau melihat performanya di G24 kali ini, kehadiran Kurinci di Piala SMR, 6 September mendatang, jelas patut ditunggu. Apakah kembali mengandalkan roll-pukul panjang dan vokal Love Bird kerasnya untuk menggoyang kelas utama?

JUARA CENDET A
CENDET BOM WAKTU MELEDAK
Kalau sebelumnya Kurinci milik H. Edwin dari Patimura SF sukses mengamankan podium tertinggi di kelas Murai Batu G24, giliran Cendet Bom Waktu yang menjadi andalan Sam You Le ikut bikin suasana gantangan Gerdupapak Reborn semakin panas.
Turun dengan modal show apik plus materi lagu yang nggak kaleng-kaleng, Bom Waktu tampil cukup mencolok sejak awal penilaian. Bukan hanya gaya tarungnya yang enak dipandang, tapi tembakan-tembakan materinya juga sukses membuat para juri harus ekstra fokus.
Salah satu senjata yang paling sering keluar adalah vokal Love Bird, Kenari, hingga Gereja Tarung. Semuanya dilempar dengan speed rapat, disambung dengan jeda yang tipis-tipis saja. Begitu satu materi selesai, langsung disambung materi berikutnya. Nggak banyak ruang kosong!

JUARA CUCAK HIJAU G24
Kondisi seperti ini yang membuat performa Bom Waktu terlihat begitu padat. Durasi kerjanya juga terbilang mewah, dengan stamina yang tetap terjaga sampai akhir penilaian. Istilahnya, sudah dikasih waktu buat kerja, Bom Waktu benar-benar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk ngobral materi dari awal sampai akhir.
Yang menarik, Bom Waktu bukan tipe gaco yang hanya sekali meledak kemudian hilang dari peredaran. Nama Bom Waktu sudah cukup sering menghiasi daftar juara di berbagai even. Berulang kali turun di medan tempur, gaco milik Sam You Le ini juga kerap menunjukkan kualitasnya dan mampu merajai persaingan.
Makanya ketika Bom Waktu kembali tampil ngotot di Gerdupapak Reborn, bukan sebuah kejutan jika namanya kembali mencuat. Track record-nya memang sudah bicara. Tinggal bagaimana menjaga konsistensi performa dan terus mempertahankan senjata andalannya.
Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.

Dengan show yang hidup, materi komplit, speed rapat, durasi kerja panjang, dan yang paling penting anti ngetem, Bom Waktu memang layak disebut sebagai salah satu cendet yang harus diperhitungkan.
Kalau sudah masuk gantangan, jangan cuma lihat namanya. Dengerin kerjanya! Karena sesuai namanya, Bom Waktu bisa meledak kapan saja dan bikin lawan cuma bisa melongo.
CH JOKER MELEJIT
Persaingan panas juga terjadi di kelas Cucak Hijau G24. Bisa dibilang, kelas ini menjadi partai neraka bagi para gaco jamtrok. Jago-jago yang turun bukan sekadar numpang gantang, semuanya datang membawa ambisi untuk menguasai podium tertinggi.

CUCAK HIJAU VIP
Di tengah sengitnya pertarungan, Joker yang dikawal Menyenk dari Ducati justru tampil paling menonjol. Begitu menemukan topform, gaco full jamtrok ini langsung ngegas tanpa banyak basa-basi. Gaya tarungnya aktif, didukung aliran roll panjang yang terus digelontorkan sepanjang sesi penilaian.
Joker terlihat begitu menikmati pertarungan. Jamtroknya keluar, roll panjang mengalir, dan performanya tetap terjaga. Bukan tipe yang cuma gacor di awal lalu kehabisan bensin, Joker justru mampu mempertahankan intensitas kerjanya hingga akhir.
Penampilan apik tersebut membuat Joker sukses mengungguli Kencana milik Antok Britama, yang juga tampil dengan kualitas mumpuni. Namun kali ini, Joker sedang berada di kondisi terbaiknya. Topform ketemu partai neraka, hasilnya pun podium tertinggi!

JUARA KACER A
Kemenangan ini tentu menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Ducati. Apalagi melihat materi dan gaya kerja yang ditunjukkan Joker, gaco ini memang punya modal untuk terus menjadi ancaman di kelas Cucak Hijau.
Sementara itu, panasnya persaingan kembali berlanjut di kelas VIP. Kali ini giliran Hordox, andalan H. Toji Ababil, yang menunjukkan kelasnya. Nama Hordox sebenarnya sudah tidak asing di lingkaran pertarungan Cucak Hijau. Setiap kali turun, gaco ini memang kerap moncer. Dan di kelas VIP Gerdupapak Reborn kali ini, Hordox kembali membuktikan bahwa kualitasnya bukan sekadar cerita.
Tampil dengan performa yang matang dan konsisten, Hordox mampu mengatasi tekanan persaingan hingga akhirnya merebut posisi terbaik. Ketika banyak gaco masih mencari bentuk permainan, Hordox justru mampu tampil sesuai harapan. Joker menang di G24, Hordox kuasai VIP. Dua partai panas, dua nama berbeda, tapi sama-sama menunjukkan kehebatan yang sama. (JUNED)
BROSUR & AGENDA LOMBA, KLIK DI SINI

JUARA LOVE BIRD FIGHTER A

JUARA LOVE BIRD FIGHTER B


BERITA LAINNYA
KATA KUNCI: gerdupapak reborn data juara mb kurinci cendet bom waktu piala smr














