JUARA MURAI BATU G24

GERDUPAPAK REBORN + DATA JUARA

MB GTR Tunjukkan Taji, Cendet Bom Waktu Meledak

Nama GTR atau Gentiri kembali mencuri perhatian di lintasan Murai Batu. Gaco andalan milik Yoga Arafat dari Mojokerto sukses meraih podium juara di kelas Murai Batu G24, kelas paling bergengsi sekaligus termahal pada gelaran Gerdupapak Reborn.

Meski sempat menjalani masa penangkaran, performa GTR sama sekali tidak luntur. Sejak awal penilaian, aksinya terlihat menonjol lewat kombinasi roll rapat, pukulan keras, serta durasi kerja yang stabil. Penampilan itu membuat perhatian tim juri terus tertuju kepadanya hingga akhirnya mengantarkan GTR meraih prestasi emas.

 

TOPSONG dengan bangga memperkenalkan TOPSONG PREMIUM kemasan baru dengan botol, dengan tambahan pengaman. Infomasi, hubungi 0813.2941.0510.

 

Materi lagu yang dibawakan pun terbilang komplet. Isian kenari, lovebird, sogon, hingga srindit mengalir silih berganti dengan volume tembus, menghasilkan irama yang pedas dan mampu menguasai arena.

"GTR ini bulunya masih baru, jadi kali ini masih sebatas uji coba. Alhamdulillah sudah ketemu setelan yang pas," ungkap Gopek, sosok yang dipercaya mengawal gaco milik Yoga Arafat, anggota DPRD Mojokerto tersebut.

 

LOVE BIRD MANIA

 

Menariknya, pola perawatan GTR justru tergolong sederhana. Dalam sepekan, burung hanya dimandikan dua kali dengan porsi jangkrik masing-masing lima ekor pada pagi dan sore hari. Menjelang lomba, tepatnya H-2, GTR hanya mendapat tambahan sedikit ulat kandang sebagai pendongkrak performa. "Selain itu tidak ada perubahan rawatan. Setelannya tetap seperti biasa," tambah Gopek.

Usai membuka kemenangan di Gerdupapak Reborn pada hari Sabtu ini, 25 Juli 2026, GTR dipersiapkan untuk menghadapi tantangan berikutnya. Jika tidak ada perubahan jadwal, amunisi andalan Yoga Arafat ini akan kembali diturunkan pada True Battle Championship yang digelar di Gerdupapak Reborn, Sabtu, 8 Agustus 2026, dengan harapan mampu kembali mempertahankan performa terbaiknya.

 

JUARA MURAI BATU VIP

 

 

DOMINASI CUCAK HIJAU G24

Persaingan di kelas Cucak Hijau G24, kelas paling bergengsi untuk sesi jamtrok di Gerdupapak Reborn, berlangsung panas sejak burung pertama mulai bekerja. Deretan gaco papan atas saling unjuk kualitas dengan materi lagu dan irama pukulan terbaik. Namun, di tengah ketatnya persaingan, perhatian para pemain justru tertuju pada SS yang menempati gantangan nomor 09.

Gaco andalan milik Irwan dari Mojowarno itu tampil begitu meyakinkan. Sejak awal penilaian, SS langsung membuka permainan dengan gaya jamtrok khasnya yang hiper. Roll demi roll dilontarkan rapat, disusul pukulan-pukulan panjang yang terdengar jelas dan tembus menguasai arena. Ritmenya stabil, durasinya terjaga, sementara jeda antarlagu tergolong rapat sehingga nyaris tak memberi kesempatan lawan untuk mencuri perhatian.

 

Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.

 

Aksi konsisten itulah yang membuat SS berkali-kali menjadi pusat pandangan, baik dari tim juri maupun para pemain yang memadati pinggir lapangan. Karakter kerjanya yang ngotot, dipadu materi lagu yang variatif dan volume yang mumpuni, menjadi modal utama untuk mengungguli para rival di kelas bergengsi tersebut.

Tak heran jika di akhir penilaian, SS sukses mengunci podium juara pertama. Kemenangan ini sekaligus menjadi bukti bahwa gaco milik Irwan masih berada dalam performa terbaiknya dan layak diperhitungkan sebagai salah satu amunisi jamtrok yang siap bersaing di berbagai even besar berikutnya.

 

JUARA CUCAK HIJAU G24

 

 

BOM WAKTU MENDOMINASI

Di kelas Cendet, tensi persaingan langsung memanas meski lomba berlangsung tanpa teriak. Suasana tetap terasa menegangkan karena semua mata tertuju pada duel dua jawara yang sama-sama sedang berada di performa terbaiknya, yakni Bom Waktu milik Sam Youle melawan Sugali andalan Ikhwan dari JP Team.

Sejak bendera start dikibarkan, keduanya langsung tampil tanpa kompromi. Adu kualitas roll tembak panjang, speed rapat, volume lantang, hingga gaya ngotot saat mengintervensi lawan terus dipertontonkan sepanjang penilaian. Silih berganti melancarkan pukulan, keduanya membuat juri harus benar-benar jeli menentukan siapa yang paling layak berdiri di podium tertinggi.

 

JUARA CENDET A

 

Meski Sugali memberikan perlawanan sengit dan terus menempel ketat hingga akhir penilaian, Bom Waktu masih mampu menunjukkan kelasnya. Materi lagu yang lebih komplet, irama kerja yang stabil, serta tekanan yang terus terjaga dari awal hingga akhir akhirnya mengantarkan gaco besutan Sam Youle itu meraih kemenangan mutlak. Pertarungan yang berlangsung bersih dan sportif ini pun menjadi salah satu duel paling seru di gelaran tersebut.

Hebatnya lagi, kemenangan itu bukan sekadar keberuntungan. Saat kembali dipertemukan pada sesi Cendet B, Bom Waktu kembali tampil konsisten tanpa mengalami penurunan performa. Roll tembaknya tetap mengalir deras, speed tetap rapat, dan mental tarungnya tetap menyala hingga sukses mengungguli para rival untuk kedua kalinya. Double winner pun sukses diamankan, sekaligus menegaskan bahwa Bom Waktu masih menjadi salah satu cendet yang layak diperhitungkan di setiap arena yang diikutinya. (juned)

BROSUR & AGENDA LOMBA, KLIK DI SINI

 

 

JUARA KENARI A

 

JUARA KACER A

 

 

JUARA CUCAK HIJAU VIP

 

JUARA KENARI B

 

Hati-hati, makin gencar beredar produk PALSU! Pastikan anda mendapatkan produk SUPER-N asli. Jangan ragu memastikan kepada kios/toko, minta ditunjukkan kardus yang ASLI adalah seperti di bawah ini. Perhatikan juga warna, bentuk, dan ciri BOTOL SUPER-N yang asli.

 

 

 

KATA KUNCI: gerdupapak reborn data juara mb gtr cendet bom waktu

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp