JUARA MURAI BATU A

GERDUPAPAK REBORN + DATA JUARA

MB Gading Mas Curi Perhatian

Kelas Murai Batu di Gerdupapak Reborn kayak panggung gladiator bersayap. Aroma persaingan terasa tebal sejak gantangan pertama naik. Tapi di tengah panasnya arena, satu nama pelan-pelan mencuri perhatian: Gading Mas.

Gaco milik H. Dimas SN dari OPSI SF itu tampil bukan cuma dengan gaya sujud nagen yang bikin mata susah berkedip, tapi juga dibekali stabilitas kerja yang rapi dari awal sampai akhir. Tipikal murai yang sekali main langsung bikin suasana berubah tegang.

Yang paling bikin lawan ciut tentu saja pukulan suaranya. Gading Mas punya senjata berupa tembakan panjang tipe cililin MP3 yang mengalun tajam dan berulang. Saat suara itu dimuntahkan, gantangan seperti mendadak sunyi sesaat, lalu pecah lagi oleh decak kagum penonton. Banyak yang bilang, karakter pukulan seperti itu bukan sekadar keras, tapi punya aura intimidasi.

 

TOPSONG dengan bangga memperkenalkan TOPSONG PREMIUM kemasan baru dengan botol, dengan tambahan pengaman. Infomasi, hubungi 0813.2941.0510.

 

Kebetulan, tepat di sebelahnya ada Bejo milik Cak Imin. Sama-sama tampil mewah dengan gaya sujud dan durasi kerja panjang. Dua gaco ini seperti sedang adu wibawa di udara. Sesekali saling balas lagu, saling tekan mental, bikin penonton nggak berhenti noleh kanan kiri.

Tapi kalau bicara urusan pukulan panjang, Gading Mas masih setingkat lebih di atas. Tembakannya lebih nyangkut, lebih matang, dan lebih sering bikin juri mengacungkan lirikan. Nggak heran kalau akhirnya tim juri memberikan nilai plus yang mengantar Gading Mas melesat ke podium utama.

Di belakang mereka, Raptor milik Wisnu dari Pandawa O5 juga tampil bukan kaleng-kaleng. Murai yang sudah kenyang makan atmosfer event besar itu tetap tampil garang dengan karakter pukulan keras dan volume tebal. Tapi kerasnya persaingan hari itu membuat Raptor harus puas nangkring di posisi tiga.

 

JUARA MURAI BATU B

 

Menariknya, saat kelas Murai Batu B dimulai, nama Gading Mas justru nggak terlihat lagi di gantangan. Banyak penonton mulai saling tanya, ke mana sang jawara pergi. Ada yang bilang disimpan, ada yang menduga kondisi kurang fit. Yang jelas, absennya Gading Mas bikin kelas kedua terasa seperti kehilangan satu bintang utama.

Dan benar saja, panggung langsung diambil alih Reok milik Rahmad dari Jogorogo. Murai muda berusia pastol itu sebenarnya datang tanpa banyak sorotan. Bahkan Rahmad sengaja menggantang Reok di pojokan, berjarak dua nomor dari peserta lain. Tujuannya cuma satu: uji mental dan adaptasi lapangan.

“Ini baru lepas trotol, saya cuma ingin tes lapangan. Makanya saya jauhkan dari gaco lain. Eh nggak tahunya malah bagus dan bisa juara satu,” ujar Rahmad sambil tersenyum semringah,meninggalkan area Gantangan Gerdupapak Reborn di Lapangan Waduk Parimono, Plandi, Jombang.

 

JUARA CUCAK HIJAU A

 

Dan ternyata, Reok benar-benar bikin kejutan. Meski masih muda, gaya mainnya sudah berani. Powernya keluar, iramanya enak didengar, dan mental tarungnya bikin banyak pemain senior geleng kepala.

Di kelas ini, Reok kembali dipertemukan dengan Raptor dan Bejo. Tapi hasilnya berbeda. Raptor lagi-lagi harus rela bertengger di podium tiga. Bejo malah melorot ke posisi empat. Sementara runner up sukses diamankan Wonokoyo milik H. Rofik dari RRT SF yang tampil stabil sepanjang penilaian.

Beranjak ke kelas Cucak Hijau, suasana gantangan kembali memanas. Kali ini giliran Yota milik Bondet Jaya yang dikawal Brofen tampil mencolok. Cucak hijau satu ini punya karakter suara pukulan kasar yang mentah dan menusuk. Sekali buka paruh, langsung bikin sekitar gantangan terasa penuh tekanan. Gaya mainnya juga ngotot, bikin lawan susah berkembang.

 

Hati-hati, makin gencar beredar produk PALSU! Pastikan anda mendapatkan produk SUPER-N asli. Jangan ragu memastikan kepada kios/toko, minta ditunjukkan kardus yang ASLI adalah seperti di bawah ini. Perhatikan juga warna, bentuk, dan ciri BOTOL SUPER-N yang asli.

 

Nggak heran kalau Yota melaju mulus ke puncak podium di kelas Cucak Hijau A. Di belakangnya, Liger milik Lutfi dari Bandung mencoba menempel ketat, tapi tetap belum mampu membendung dominasi Yota.

Sayangnya, cerita manis itu nggak bertahan lama. Saat turun lagi di kelas Cucak Hijau B, Yota justru kehilangan momentum. Beberapa kali terpantau melakukan pelanggaran berulang hingga akhirnya tim juri mengangkat bendera hitam tanda diskualifikasi.

Penonton pun langsung riuh. Ada yang kecewa, ada yang kaget, ada juga yang cuma bisa menghela napas melihat peluang emas itu lepas begitu saja. Dan ketika Yota tumbang, Gatot langsung maju mengambil singgasana.

 

JUARA KENARI A

 

Gaco milik Nanang Sadam dari Sumber Indah yang dikawal Ipin itu tampil tenang tapi efektif. Karakternya matang, irama kerjanya stabil, dan punya aura burung lama yang sudah kenyang pengalaman.

“Ini gaco lama, tapi baru dicoba lagi. Ternyata masih bisa podium. Semoga ke depan makin stabil,” ujar Sadam dengan wajah sumringah.

Sore itu, gantangan bukan cuma soal siapa paling keras atau paling mewah. Tapi juga tentang momentum, mental, dan bagaimana seekor gaco bisa menulis cerita indah di tengah riuh tepuk tangan dan sorak penonton.

 

JUARA KACER A

 

 

KELAS KENARI MEMANAS

Broden yang biasanya identik membawa amunisi kenari milik skuad Rojo Amis SF, kali ini mencoba peruntungan di kelas Cucak Hijau. Hasilnya nggak mengecewakan. Koncer berhasil diamankan, dan namanya sempat ikut meramaikan panasnya persaingan di gantangan.

Tapi rupanya, dewi hoki belum benar-benar menetap di pundaknya hari itu. Saat masuk ke kelas Kenari, panggung justru berubah arah. Yang bersinar terang kali ini adalah Siliwangi.

Gaco milik Aziz dari Sonic SF itu tampil begitu hidup. Irama lagu yang rapat, cengkok ngunci, ditambah durasi kerja yang stabil bikin Siliwangi seperti sedang menari di atas angin. Dari awal gantang sampai akhir penilaian, auranya susah diabaikan.

 

 

SK milik Abi Chandra dari Kenari Jombang sebenarnya sudah mencoba memberi tekanan. Sesekali tembakannya mampu memancing sorakan penonton. Tapi Siliwangi tampil terlalu matang untuk dibendung.

Akhirnya, podium utama pun jatuh ke tangan Aziz dan Sonic SF. Namun seperti langit sore yang cepat berubah warna, dominasi Siliwangi ternyata nggak bertahan lama. Di kelas Kenari B, suasana gantangan kembali bergolak. Kali ini giliran Superman orbitan Sholi dari Gang Petenk SF yang terbang tinggi mencuri perhatian.

Namanya memang Superman, dan penampilannya benar-benar seperti pahlawan yang datang di saat tepat. Roll cepatnya ngalir tanpa putus, volumenya nyetrum, sementara gaya mainnya bikin lawan perlahan kehilangan irama.

 

JUARA CENDET A

 

Satu per satu perhatian juri mulai tertarik ke arahnya. Dan ketika sesi penilaian berakhir, Superman sukses merebut mahkota yang sebelumnya dipakai Siliwangi.

Siliwangi sendiri masih mampu bertahan di podium dua, tanda kalau kualitasnya memang bukan ecek-ecek. Sementara posisi tiga diamankan Rindu, amunisi milik MTK Gank yang tampil kalem tapi tetap konsisten sepanjang laga. (JUNED)

BROSUR & AGENDA LOMBA, KLIK DI SINI

 

JUARA CUCAK HIJAU B

 

Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.

 

 

 

KATA KUNCI: gerdupapak reborn data juara mb gading mas

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp