
JUARA CUCAK HIJAU A
GERDUPAPAK REBORN + DATA JUARA
CH Sniper dan Kenari Poci Double Winner
Buat Toji dari Ababil SF, gelaran di Gerdupapak Rabu (6/5) bukan sekadar latber biasa, ini pemanasan serius sebelum turun di panggung gede Bejo BF Cup 1 di Gerdupapak Reborn (10/5). Kali ini Sniper berhasil nyeri juara I di kelas Cucak Hijau.
Di gelaran Rabu, 6 Mei 2026 kemarin, Toji nurunin salah satu amunisi andalannya: Sniper, cucak hijau yang lagi on fire banget. Tujuannya jelas, ngecek settingan terakhir biar pas hari H gak ada drama, tinggal gas pol!
Turun di kelas Cucak Hijau A, Sniper langsung tancap gas dari awal digantang. Gaya jamtrok hyper-nya keluar full, nggak setengah-setengah. Dari buka sampai tutup, roll panjang ditembak terus tanpa rem, bikin suasana gantangan langsung panas. Penonton merapat, juri fokus mantengin, karena emang aksinya gak bisa di-skip.

JUARA MURAI BATU A
Yang bikin makin greget, lawan yang dihadapi bukan kaleng-kaleng. Ada Brilink, gaco mapan milik H. Haidar dari Mama SF yang udah punya nama dan segudang prestasi. Tapi hari itu, ceritanya beda. Sniper tampil lebih nyolok, lebih hidup, dan lebih “ngunci” perhatian juri.
Akhirnya? Gak pake banyak debat, Sniper dikunci di posisi juara 1. Brilink harus legowo turun tahta di kelas ini, ngakuin kalau performa Sniper lagi di level top. Prestasi ini kembali diulang di kelas Cucak Hijau B yang suasananya lebih gelap, karena lagi ada pemadaman listrik di sekitar gantangan.
Kemenangan ini jelas bukan cuma soal tropi, tapi jadi sinyal keras kalau Sniper lagi dalam kondisi siap tempur. Settingan dapet, mental dapet, perform dapet, paket lengkap buat naik ke level lomba akbar. Toji pun makin pede buat bawa Sniper ke event utama. “Saya yakin, Sniper bisa bersaing di Bejo BF Cup,” ujarnya santai tapi penuh keyakinan.
Hati-hati, makin gencar beredar produk PALSU! Pastikan anda mendapatkan produk SUPER-N asli. Jangan ragu memastikan kepada kios/toko, minta ditunjukkan kardus yang ASLI adalah seperti di bawah ini. Perhatikan juga warna, bentuk, dan ciri BOTOL SUPER-N yang asli.

POCI MENDOMINASI KELAS KENARI
Belum selesai euforianya Sniper, gantangan langsung lanjut panas lagi. Kali ini giliran Mas Nyu yang gak mau cuma jadi penonton, dia juga pengen naik panggung dan buktiin kalau BSL Team gak datang buat numpang lewat.
Andalannya? Satu nama yang lagi naik daun di kelas kenari: Poci. Dari awal, Mas Nyu udah full pede kalau Poci bakal jadi senjata utama buat ngeguncang kelas Kenari di event besar yang dinahkodai Johan dan Indra Kwartantyo nanti.
Di sesi test case yang digelar di Gerdupapak Reborn, Lapangan Waduk Parimono Plandi, Jombang, Rabu 6 Mei 2026, Poci langsung nunjukkin kelasnya. Bukan cuma tampil bagus, tapi benar-benar dominan.

JUARA KENARI A
Dari belasan gaco kenari yang turun, persaingan jelas gak santai. Salah satu yang ikut turun ada Bigmo, amunisi milik Andi Aziz yang juga bawa nama sebagai Duta Piala Bumi Gus Dur. Artinya, ini bukan lineup biasa, ini isinya pemain serius semua.
Tapi lagi-lagi, Poci gak goyang. Di kelas Kenari A dan B, dia tampil stabil, rapi, dan konsisten ngegas dari awal sampai akhir. Roll panjang, durasi nglantur, dan pembawaan yang enak ditonton bikin juri gak punya banyak pilihan.
Hasilnya? Double winner. Poci sukses nyapu dua podium puncak sekaligus, sebuah statement keras kalau dia siap jadi ancaman nyata di kelas kenari nanti. Mas Nyu pun makin yakin kalau BSL Team bakal punya peran besar di event akbar. Bukan sekadar ikut meramaikan, tapi siap bikin nama mereka berkibar di atas.

JUARA MURAI BATU B
DOMINASI MB DRAGON GAGAL
Panasnya gantangan belum reda, di kelas Murai Batu, ada satu nama yang juga hampir bikin panas mirip Sniper dan Poci: Dragon, andalan Bunda SF dari Baku Hantam.
Di kelas Murai Batu A, Dragon sebenarnya tampil oke dan sempat jadi kandidat kuat juara 1. Tapi ternyata Cesper milik Fikri Bagong dari 5758 SF tampil lebih menawan. Peluang meraih juara I kandas.
Tapi ini belum selesai. Naik lagi di kelas Murai Batu B, justru terjadi plot twist yang gak disangka-sangka. Dragon yang biasanya dimainkan di nomor tengah, kali ini dapat nomor pinggir, posisi yang sering dianggap kurang ideal, apalagi buat tipe burung tipe sujud.

Awalnya, joki Dragon, Gaplo, bahkan sempat pesimis. “Biasanya Dragon saya taruh di tengah, karena tipenya sujud. Pas dapet nomor pinggir, sempat mikir wah ini berat,” ceritanya.
Eh, tapi ternyata beda cerita di lapangan. Justru di pinggir Dragon tampil lebih ganas. Bongkaran lagu roll-pukulan keluar lebih agresif, durasi kerja lebih mantap, dan performanya malah lebih “hidup” dibanding sebelumnya.
Penonton pun langsung ngeh, ini Dragon lagi beda mode. Akhirnya, Dragon berhasil “bicara” di kelas B dengan performa yang bikin banyak orang angkat alis. Dari yang awalnya diragukan karena posisi, malah jadi salah satu penampil paling mencuri perhatian. (juned)
BROSUR & AGENDA LOMBA, KLIK DI SINI

BRAGA JUARA CENDET A

JUARA KACER A

BERITA LAINNYA
KATA KUNCI: gerdupapak reborn data juara ch sniper kenari poci












