
GERRY ALL IN PREMIUM. CENDET ROLEX JUARA 1 DAN 2
FESTIVAL CENDET BUMI MATARAM, #2
Rolex, Burung Ndeso ini Berhasil Membawa Pulang 2 Piala
Meski disebut-sebut sebagai burung ndeso, Rolex milik Mr. Gerry/Hizkia All In Premium Pati berhasil membuktikan kualitasnya di Festival Cendet Bumi Mataram dengan menduduki posisi kedua di kelas Cendet Sultan Agung dan posisi pertama di kelas Cendet Amangkurat G.
Dikenal sebagai cendeters kawakan, nama Gerry/Hizkia All In Premium mungkin sudah tak asing lagi di kalangan cendeter Pantura. Gerry berlomba ke Festival Cendet Bumi Mataram dengan membawa gaco baru yang bernama Rolex.

GERRY DAN HIZKIA ALL IN PREMIUM
Sebagai pemain dan spesialis cendet, Gerry merasa terpanggil dengan adanya festival cendet di blok tengah kali ini. Meski harus menempuh perjalanan darat dari Pati ke Klaten, Gerry mengaku bahagia bisa bertemu dengan cendeter-cendeter dari berbagai daerah.
Setelah beberapa kali kurang beruntung di kelas-kelas sebelumnya, Gerry akhirnya dapat tersenyum sumringah setelah Rolex berhasil menduduki posisi kedua di kelas Cendet Sultan Agung. Tampil apik dengan membawakan materi lagu panjang dan durasi kerja tuntas, Rolex berhasil membuktikan diri kalau burung ndeso pun mampu bersaing di level tertinggi.
Kebahagiaan Gerry semakin lengkap setelah Rolex berhasil merebut podium pertama di kelas Cendet Amangkurat G. Dengan hasil akhir juara 1 dan 2 di event sekaliber Festival Cendet Bumi Mataram ini, Rolex berhasil membuktikan kualitasnya sebagai salah satu cendet berkualitas yang mampu bersaing dengan gaco-gaco papan atas.

GERRY ALL IN PREMIUM. CENDET ROLEX JUARA 1 CENDET AMANGKURAT G
Dihubungi burungnews, Gerry mengungkapkan apabila Rolex adalah gaco milik Hizkia All In Premium yang didapatkan dari desa. “Ini bawa Rolex, burung ndeso, punya saudara saya Hizkia All In Premium Pati, burungnya saya yang bawa. Materi lagu gereja, tepus, melabu, kapas tembak, kenari, pokoknya kalau pas bawa lagu itu unik, nggak seperti pada umumnya, kunti segala macem, walang krak juga ada,” ungkapnya.
“Rolex ini dapatnya dari Pati, burung ndeso, usianya baru satu kali urakan. Burung dari nol ini, bukan dari gantangan. Tanpa diadu, langsung dibeli,” imbuhnya. Dengan hasil positif yang diraih di Festival Cendet Bumi Matara mini, Gerry akan kembali turun di event-event Cendeter Indonesia lainnya.
Dengan adanya festival-festival cendet seperti ini, Gerry berharap kelas cendet bisa lebih maju, lebih berkembang lagi. Eventnya bagus, ramai, lancar, penjuriannya juga bagus. Selamat dan sukses untuk Festival Cendet Bumi Mataram dan Cendeter Indonesia. [asp]
BERITA LAINNYA
KATA KUNCI: festival cendet bumi mataram















