JUARA MURAI BATU 350K

ELI KUSWOYO CUP FEAT DENANYAR BC

Diwarnai Drama, MB Apolo dan Blue Ice Juara tiket Utama

Tiket Utama 350k dan 220 K di kelas Murai Batu menyuguhkan pertarungan apik. Meski sempat diwarnai drama, even Eli Kuswoyo Cup berlangsung kondusif.

Diwarnai sedikit drama yang bikin deg-degan, kelas Murai Batu di even Eli Kuswoyo Cup I tetap jadi suguhan utama yang seru dan penuh gengsi. Tiket utama Murai Batu 350K dan 220K benar-benar menghadirkan pertarungan sengit antar gaco papan atas. 

 

JUARA CUCAK HIJAU 120K

 

Namun, di tengah panasnya persaingan, sempat terjadi "drama" tak terduga. Saat kelas Murai Batu G24 tiket 220K hendak dimulai, salah satu gaco tiba-tiba lepas dari sangkar. Ternyata, jeruji sangkar mengalami kerusakan hingga bolong, dan membuat si burung bebas terbang. Kejadian ini sontak bikin suasana sedikit tegang dan lomba harus dihentikan sementara.

“Selain kasihan sama pemilik gaco, kalau dipaksakan lanjut juga bakal ganggu jalannya lomba. Jadi kita putuskan untuk stop dulu sementara,” ujar H. Haikal Pratama selaku CEO Denanyar BC.

 

 

Untungnya, drama ini gak berlangsung lama. Gaco bernama Mercon milik Kyuprit akhirnya berhasil diamankan. Setelah situasi kembali kondusif, kelas Murai Batu G24 tiket 220K langsung gas lagi.

Di kelas ini, Blue Ice milik Bos Tyan Jr dari Bolone Tuhan SF tampil menggila. Digantang di nomor 40, Blue Ice langsung tancap gas dengan performa solid. Volume tembus, materi lagu lengkap mulai dari kapas tembak, srindit, sampai cucak cungkok dilontarkan tanpa ampun.

 

JUARA CENDET A

 

Gak heran kalau akhirnya koncer A mutlak pun berhasil diamankan, sekaligus mengunci posisi juara pertama tanpa perlawanan berarti. Sayangnya, performa apik Blue Ice ini cuma bisa dinikmati sekali tampil. Hal ini justru bikin para pemain murai batu makin penasaran dengan potensi maksimalnya di laga berikutnya.

Beralih ke kelas yang lebih bergengsi, yaitu Murai Batu G24 tiket 350K, nama Apolo milik H. Niko dari Saot SF sukses mencuri perhatian. Gaco ini tampil dominan dengan gaya khasnya—vokal kasar, volume keras, dan tekanan lagu yang stabil dari awal sampai akhir. Tanpa banyak drama, Apolo sukses mengunci podium pertama dan jadi bintang di kelas utama.

 

JUARA LOVE BIRD LOS POIN A

 

Kemenangan ini jadi semacam “penebus” bagi H. Niko yang "kurang beruntung" di kelas Love Bird. Meski beberapa gaconya sempat naik podium, tapi belum ada yang berhasil tembus juara satu. Dan akhirnya, lewat Apolo, kebanggaan itu pun terbayar lunas.

 

DUEL SENGIT DI KELAS LOVE BIRD

Gantangan Denanyar BC emang nggak pernah kehilangan pesonanya, bro! Sampai sekarang masih jadi magnet utama buat para pecinta Love Bird, baik dari lokal Jombang sampai luar kota. Di gelaran Eli Kuswoyo Cup I yang digelar Minggu, 29 Maret 2026, suasana gantangan legendaris ini bener-bener full vibes—ramai, panas, dan penuh gengsi. Dari pagi aja udah keliatan, lapak dipadati pemain yang bawa gaco-gaco terbaiknya buat unjuk gigi.

 

 

Masuk ke kelas Love Bird, tensinya langsung naik drastis. Persaingan ketat, teriak-teriak dukungan dari pinggir lapangan, sampai adrenalin yang nggak ada remnya—semua nyatu jadi satu paket seru. Di kelas Fighter P1 yang jadi pembuka, langsung disuguhin aksi panas dari L300, amunisi andalan Kholis dari RB SF. Nempatin gantangan nomor 25, L300 tampil super pede, ngekek panjang, rajin, dan konsisten dari awal sampai akhir. Nggak heran kalau akhirnya dia melesat jauh ninggalin rival-rivalnya dengan torehan nilai 468—auto bikin geleng-geleng kepala!

Sementara itu, duo gaco milik H. Nicko dari Saot SF, yakni Embun dan Bensol, harus puas ngekor di posisi dua dan tiga. Meski kalah poin, performa mereka tetap patut diacungi jempol. Embun sukses ngumpulin 410 poin, disusul Bensol dengan 342 poin. Tipis-tipis, tapi tetap seru buat disimak sampai akhir sesi.

 

JUARA LOVE BIRD P1 A

 

Lanjut ke kelas Love Bird Fighter Los Poin, drama makin pecah! Lagi-lagi duo Saot SF, Embun dan Bensol, harus rela tertahan di belakang. Kali ini panggung utama jadi milik Mawar, gaco kece milik Mr Imam dari FBC. Penampilannya bener-bener edan—ngekek panjang, durasi rapat, dan stabil tanpa jeda. Hasilnya? Nilai fantastis tembus 2062 poin! Jauh banget ninggalin lawan-lawannya, kayak nggak ada rem.

Di belakang Mawar, ada Putri Angsa dan Mawar Hitam yang sama-sama ngumpulin nilai 750. Nah loh, karena poinnya kembar, penentuan juara dua dan tiga harus ditentuin lewat tos alias undian. Walaupun satu tim, tetap aja di arena nggak ada kata kompromi. “Tim boleh sama, tapi di atas gantangan tetap musuh. Prestasi harus fair, jadi ya lewat TOS,” celetuk salah satu joki Saot SF yang bikin suasana makin hidup.

 

JUARA CUCAK HIJAU 85K

 

Dan akhirnya, Dewi Fortuna lebih berpihak ke Putri Angsa yang sukses mengamankan posisi runner-up. Sementara Mawar Hitam harus puas nangkring di podium tiga. Meski begitu, performa keduanya tetap solid dan layak dapat aplaus.

Secara keseluruhan, kelas Love Bird di Denanyar BC kali ini bener-bener jadi tontonan yang nggak ada matinya. Persaingan sengit, kualitas gaco di atas rata-rata, dan atmosfer yang selalu bikin kangen. Nggak heran kalau gantangan ini masih jadi destinasi wajib para pemain, karena di sini bukan cuma soal lomba, tapi juga soal gengsi dan pembuktian! (juned/cemix/wawa)

BROSUR & AGENDA LOMBA, KLIK DI SINI

 

Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.

 

 

 

KATA KUNCI: eli kuswoyo cup denanyar bc mb apolo blue ice

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp